mengenal bawang

Mari Mengenal Bawang

Lo kenal macam-macam bawang? Sebagai orang beriman dan yang ngakunya kader dakwah, lo kudu kenal dengan macam-macam bawang!
Seingat gue, bawang tuh ada tiga macam deh: bawang bombay, bawang merah, dan bawang putih. Ada yang tau lagi bawang lain? Kalau nggak ada yang tau, mungkin tambahan dari gue: bawang busuk, kali ya?

Bro n Sis.. Menurut lo penting nggak, sih, kita mengenal macam-macam bawang? Menurut gue sih penting banget! Kalo nggak percaya, lo kudu percaya! Karena gue punya cerita, nih, tentang macam-macam bawang. Begini ceritanya..

Di SMA gue, kita punya ketua Rohis yang keren abis! Dia disenangi guru karena kepintarannya. Disenangi orang-orang pendukung sekolah seperti satpam, orang kantin, orang caraka, dan orang koperasi karena tingkah santunnya. Dan yang paling penting, dia itu disayang banget sama kita-kita para pengurus karena kepemimpinannya. Pokoknya, di zamannya dia, Rohis sekolah gue nomor wahid dah! Udah prestasi anak-anaknya top markotop, kegiatan2nya juga ngejual abis! Menurut gue, kalau mau diibaratin, dia itu kayak bawang bombay! Dia itu yang paling besar, mengharumkan dirinya sendiri dan orang lain, dan yang pasti disenangi banyak orang. Sedikit kata memang, tapi banyak teladan dari dia!

Ada lagi nih, Bro n Sis, di sekolah tetangga gue. Ada cerita seru sekaligus nyebelin tentang ketua Rohis-nya. Dia itu.. Brilian banget otaknya! Semua guru mengelu-elukan dia deh. Yang nggak kalah penting lagi, dia menjadi salah satu munsid ROHIS yang guanteng abis! Nggak salah kalo temen2 gue yang ammah pada tergila-gila sama dia. Mungkin kalo boleh dibanding-bandingin–dan mudah-mudahan pembandingnya nggak marah–dia itu mirip banget sama Afgan, si ganteng dari SMA Unggulan di CIlandak itu lho!

Tapi sayang, di mata pengurus Rohis, dia itu agak nyebelin! Apa pasal? Ternyata dia itu selain punya suara yang mirip Curly Van Houten kalo lagi nasyid-an, juga punya mulut yang tajam banget: SETAJAM SILET yang bisa menyayat hati! Kalau ada hal yang nggak sesuai dengan kemauan dia, beh.. Bisa dimarah-marahin itu anak buahnya. Ujung-ujungnya, kalau nggak ada yang bisa diandalin, dia bakal ngerjain sendiri itu semua pekerjaan Rohis.

Tapi tunggu dulu, lo jangan buruk sangka dulu sama dia. Biar kata galak, dia itu orangnya visioner. Pokoknya selama hayat masih di kandung badannya, dia nggak akan rela melihat Rohis nggak dianggep. Makanya dia agak galak (versi dia) demi kebaikan Rohis. Jadi, kalau mau diibaratin, nih, Bro n Sis, dia itu kayak bawang merah! Warnanya paling nyentrik, mengharumkan dirinya sendiri dan orang lain, nggak jauh deh sama bawang bombay. Kalo nggak percaya, lihat aja di tukang nasi uduk atau warteg atau tukang soto. Dia selalu dipakai, kan?

Lain lagi di Rohis sekolah teman gue di daerah Depok. Ada cerita seru dan ngegemesin dari sang ketua Rohisnya. Dia itu.. Nggak kalah pintar dengan dua ketua Rohis yang tadi diceritakan. Wajahnya selalu charming karena rajin wudhu. Dan yang pasti, otaknya itu lho, nomor wahid deh di SMA itu. Dia ini disenangi oleh guru dan murid-murid cewek. Tapi sayang, dia itu kalem abis, bow! (kalau nggak mau dibilang pemalu). Nggak heran kalau banyak anak cewek yang sering godain dia. Bukan hanya itu saja sih, ada lagi sayangnya nih, karena dia ketua Rohis, kan seharusnya menjadi orang terdepan dalam pemikiran dan tindakan, ya? Tapi dia itu orangnya, nggak tau karena kekalemannya atau karena emang udah kodratnya, dieeeem banget! NO Talk, LESS Action. Bikin pengurus Rohisnya pada BT, kan? Nah, kalau diibaratin (agak maksa nih), dia itu kayak bawang putih, ya? Warnanya terlalu standar, nggak ada bedanya sama lingkungannya. Dia wangi juga sih, tapi nggak sewangi bawang merah yang cukup mencolok atau bawang bombay yang guede!

Warning: Jangan suuzhon dulu sama orang kayak gini. Bisa jadi emang dia itu tercipta menjadi orang yang seperti itu. Jangan salahin dia donk, mungkin itu keunikan yang dia punya. Kita nggak tahu kalau ternyata dia itu pendekatan personalnya bagus banget dengan binaan-binaannya (keep husnuzhon).

Nah, yang terakhir ini.. BEWARE! Jangan sampe kita jadi yang kayak begini. Dia itu ketua Rohis di negeri antah berantah, jauh banget dah dari sekolah gue. Ceritanya kayaknya sih nggak ada orang lain lagi, sampai dia bisa jadi ketua Rohis. Dia itu.. kepinterannya standar lah dengan anak-anak lain. Ibadahnya apalagi, standar banget! Wajib masih suka diulur, apalagi sunnah: minim banget! Apalagi tingkah lakunya, Bro n Sis, nggak mencerminkan anak Rohis banget! Dia itu masih suka nyontek. Wajar kalau nilainya juga standar. Nih yang paling bahaya: Dia itu, diem-diem dan akhirnya ketahuan kalau ternyata punya gandengan! Gile nggak tuh orang? Ketua Rohis kok punya gandengan? Parahnya, sebagai ketua Rohis pun dia nggak bisa menuntun para pengurus untuk membawa Rohis. Sampai-sampai pengurusnya punya lagu khusus buat dia: Mau dibawa ke mana, Rohis kita?.. So, pantas banget kan kalau ketua Rohis kayak gini kita julukin sebagai bawang busuk! Bau dan bikin bau orang lain!

Nah, segitu deh cerita gue tentang macam-macam bawang. Gue sih pengen banget jadi bawang bombay, tapi apa mau dikata, gue nggak dianugerahin kecemerlangan kayak dia. Tapi satu hal: gue mau terus belajar. Kalau seandainya lo kayak bawang putih yang kalem banget atau kayak bawang merah yang mencolok banget, nggak usah ngiri juga mau jadi bawang bombay. Just be your self aja deh, yang penting lo kembangin terus nilai-nilai positif dalam diri lo. Bawang merah dan putih juga ada positifnya, kan?

Pesan dari gue: Lo boleh jadi bawang apapun dengan nilai positif masing-masing, asal jangan sampai lo dan gue jadi bawang busuk! Apalagi kalo lo udah ada stempel anak Rohis. Beh, bener2 bau dan bikin bau!

*tawasaw bil haq.. tawasaw bish shobr, ye.. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s