Buah Cinta Islam Untuk Wanita Muslimah

Dalam Islam peran laki-laki dan perempuan di dunia ini semua sama, yakni untuk beribadah, memurnikan penghambaan hanya kepada Allah azza wa jalla semata. Seperti yang disebutkan-Nya dalam al-Qur’an yang mulia: “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku” (Adz-Dzariyat: 56).
    Namun ketika berbicara tentang peran dan fungsinya dalam Islam, tentu masing-masing memiliki porsi berbeda. Dan sangat jelas sekali bahwa peran dan fungsi wanita muslimah dalam Islam menempatkannya pada derajat yang tinggi sebagai mahluk. Seperti yang dikatakan Prof. DR. Sulaiman Asyqar dalam buku Buah Cinta Al-Banna untuk Wanita: “Wanita muslimah mendapatkan tempat yang begitu tinggi dalam masyarakat muslim. Tempat yang menjamin terjaganya kemuliaan dan melindungi sisi-sisi dirinya sebagai manusia, serta tempat yang membentengi harga dirinya.”
    Apa gerangan yang membuat Islam begitu meninggikan derajat wanita muslimah? Ternyata jawabannya terletak pada 3 peran dan fungsi wanita muslimah baik sebagai seorang hamba, seorang isteri, seorang ibu, maupun sebagai bagian dari masyarakat muslim. Dari berbagai sumber yang penulis dapat, para ulama sepakat menyebutkan bahwa wanita muslimah memiliki 3 peran dan fungsi yang harus senantiasa dikembangkan baik oleh dirinya sendiri maupun orang-orang disekililingnya.
    Mar-atush sholihah—Seorang muslimah mempunyai kewajiban terus meng-up grading dirinya untuk menjadi muslimah yang sholihah. Di sini peran orang tua sangat besar dalam membentuknya menjadi wanita shalihah sejak ia masih dalam kandungan. Dan beranjak dewasa, ketika sudah dapat membedakan baik dan buruk, ia bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Hal ini tidak dapat dipungkiri karena begitu besar perannya untuk keluarga dan dakwah, sehingga ia harus men-sholihkan dirinya terlebih dahulu, memberikan ketaatan tertinggi kepada Allah semata sebagai syarat kokohnya keluarga dan dakwah Islam.
    Jauzatul muti’ah—Kalau peran mar-atush shalihah merupakan bentuk ketaatan wanita muslimah kepada Allah Swt, jauzatul muti’ah merupakan bentuk ketaatannya sebagai seorang isteri. Menunaikan kewajibannya, melayani suaminya, dan membuat suaminya bahagia terhadapnya tanpa mengabaikan hak-haknya sebagai seorang hamba dan seorang isteri. Ia mempunyai hak yang sama dalam pendidikan, pengambilan keputusan (termasuk berpolitik), dan berjihad. Seperti dikatakan Rasul dalam sebuah hadits: “Apabila wanita itu melakukan sholat dan bisa menjaga kehormatan dirinya serta taat kepada suaminya, maka ia dapat memasuki surga dari segala penjuru pintu yang ia sukai”
    Ummul madrasah—Inilah peran termulia seorang wanita muslimah. Ia lah madrasah pertama bagi keturunannya. Dari rahimnya generasai-generasi terbaik Islam lahir. Mujahid dan mujahidah tangguh yang mengenal Tuhannya dan membela negara dan Islam. Tengoklah kisah masa kecil Imam Syafi’i, siapakah yang senantiasa mengantarkannya bepergian dari satu majelis ilmu ke majelis ilmu lain memasuki satu negara keluar negara lain? Tidak lain dan tidak bukan adalah ibunya.
    Begitulah peran wanita muslimah dalam Islam. Peran besarnya baik bagi keluarga maupun dakwah membuatnya memang pantas untuk dimuliakan dan diposisikan di tempat tertinggi. Mungkin peran shahabiyah dapat kita jadikan acuan bagaimana menjadi wanita muslimah seharusnya. Ketika ibunda Khadijah menguatkan Rasulullah di awal dakwahnya yang sulit. Atau Khansa yang merelakan ke-empat anaknya untuk pergi ke medan jihad. Atau Sumayyah yang menjadi syahidah pertama kebanggan Islam. Keistimewaan peran itu harus senantiasa menjadi motivasi wanita muslimah memainkan peran dan fungsi terbaiknya dalam keluarga dan dakwah. Allahu a’lam bish showab..

*gambar: ainpunyacerita.blogspot.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s