AADG?? (Ada Apa Dengan Gempa??)

  Tidak berapa lama sebelum tulisan singkat ini dibuat, penulis menyaksikan berita di TV yang mengabarkan bahwa siang ini gempa kembali terjadi di dua tempat yang berjauhan di Indonesia, yakni di Manokwari (Papua) dan di Sukabumi (Bogor). Walau pun tidak mengetahui pukul berapa tepatnya gempa tersebut terjadi, namun lagi-lagi jelas bahwa hal ini sudah pasti merupakan peringatan dari Yang Maha Aziz. Itulah yang harus diyakini umat Islam Indonesia akan banyaknya bencana mulai dari banjir, kebakaran hutan, hingga gempa yang terjadi di Negara kita yang notabene Negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia. Perhatian penduduk dunia kini tersorot ke Indonesia, dan mungkin bukan hanya penduduk dunia tapi juga kita sebagai penduduk Indonesia agak sedikit bertanya-tanya mengapa Negara yang ada serambi Mekah dan serambi Madinah (baca NAD dan Gorontalo) di dalamnya yang diberikan bencana berturut-turut? Mengapa bukan Amerika atau negara-negara barat yang diberikan bencana-bencana tersebut? Padahal sudah jelas kemusyrikan dan kemaksiatan terjadi di mana-mana di Negara-negara tersebut… Mengapa bukan Israel yang sudah jelas penjajah terkejam nomor wahid di dunia yang diberikan bencana-bencana tersebut? Dan mengapa-mengapa lainnya yang intinya mengapa harus Indonesia??

Nah fren, that’s the point! Mengapa harus Indonesia? Karena begitu cintanya Sang Khalik terhadap kita (muslim Indonesia), diberikanlah bencana-bencana tersebut sebagai peringatan. Seperti perumpamaan yang terdapat dalam salah satu hadits Rasul bahwa jika seseorang diberikan musibah atau sakit oleh Allah Azza wa Jalla maka akan dirontokkan-Nya dosa-dosa orang tersebut dengan syarat orang tersebut ikhlas menerima musibah atau sakit yang menimpanya. Nah kesimpulannya apa? Bahwa Negara kita mungkin di mata Allah kini sedang bergelimang, berlumpur, dan bahkan banjir dengan dosa dan Ia berkehendak akan merontokkan dosa-dosa kita. Makanya diberilah musibah atau ‘sakit’ itu kepada kita. Kurang apa lagi coba? Benar-benar Ar-Rahim…

Mugkin akan ada yang mengatakan: ‘ah lu si enak yang tinggal di Jakarta, ga kena gempa makanya lu masih bias bilang kaya begitu..’ Eit, santai dulu fren! Masih ingat ga waktu gempa di Tasik kemarin? Orang-orang Jakarta juga ikut geger lho! Apalagi yang saat gempa tersebut terjadi sedang berada dalam gedung-gedung tinggi lantai 10 ke atas. Belum lagi banjir 5 tahunan dan kebakaran dimana-mana saking padat penduduknya. Itu peringatan juga kan? Nah untuk kita-kita yang tinggal di Jakarta juga jangan tenang-tenang aja. Tinggal nunggu waktu aja mungkin untuk hadirnya ‘tamu istimewa’ tersebut (na’udzubillah…). Secara kemaksiatan berlalu lalang di dekat kita setiap harinya. Dan kita? Mungkin kita termasuk dalam golongan orang yang tidak melakukan kemaksiatan-kemaksiatan yang dapat mengundang ‘tamu istimewa’ tersebut, tapi apakah kita sudah melakukan upaya sehingga orang di sekeliling kita terhindar dari berbuat maksiat? Masih inget kan kisah orang soleh yang tinggal di negeri dimana orang-orangnya melakukan kemaksiatan.. Ga tanggung-tanggung, ia juga diazab sama Allah! Atau kisah umat nabi Nuh yang umurnya sampai ratusan tahun namun tidak mau bertobat daqri perbuatan keji yang mereka lakukan. Maka Allah jadikan mereka sebagai salah satu umat yang paling hina seperti yang diceritakan dalam kalamuLlah (bias dibuka di QS 71: 1-28, lengkap banget ceritanya!!). So, minimal banget kita memepersiapkan diri kita sendiri dengan ibadah-ibadah untuk menghadapi ‘tamu istimewa’ tersebut. Selalu merasa was-was dan merasakan pengawasan-Nya sehingga ketika menjadi korban, husnul khatimah dapat kita raih.. Amiin.

Balik lagi bicarain kaitan antara sakitnya Negara kita dengan gempa dan musibah lain yang terjadi.. Belum lama santer berita yang membuktikan bahwa Negara kita sepertinya memang sedang sakit. Pertama, Putri Indonesia yang ternyata berasal dari provinsi NAD! Padahal kita tahu bahwa provinsi tersebut terkenal dengan penegakan syariat Islamnya. Menjadi masalah juga si sang Putri tidak mengenakan jilbab yang harusnya mencitrakan provinsinya, karena sebelum-sebelumnya Putri Aceh selalu mengenakan jilbab. Tapi yang menjadi masalah sekali adalah mengapa harus orang Aceh yang terpilih sebagai Putri Indonesia? Padahal kan dari ajang Putri Indonesia akan diikutkan lagi ke ajang Miss Universe.. bisa dibayangin orang Serambi Mekkah mengenakan bikini di hadapan orang banyak dan akan ditampilkan ke seluruh dunia!!! Tertawalah para musuh Islam…

Itu yang pertama. Masih ada lagi yang lebih heboh ternyata. Pernah dengar artis Jepang yang terkenal dengan blue filmnya? Maria Ozawa alias Miyabi… Bulan ini hampir datang ke Indonesia. Walau pun katanya bukan untuk bermain dalam blue film, melainkan dalam film komedi namun mengapa harus Miyabi? Semua orang terutama masyarakat Jepang tahu betul kalo ia termasuk salah satu icon Sex yang sedang naik daun saat ini, dan Negara muslim terbesar di dunia mengundangnya untuk bermain dalam film karya anak negeri ini… Benar-benar kreativitas yang kebablasan! Apalagi menurut salah satu tulisan di internet, kehadiran Miyabi ke Indonesia telah disetujui oleh Menkominfo yang kemarin (Muhammad nuh)! Jadi wajar kalau negeri ini sakit, wong pemimpinnya saja sakit! Untungnya masih ada MUI yang mengeluarkan fatwa haram atas kehadirannya dan masih ada juga beberapa masyarakat kita yang masih waras moralnya dengan melakukan aksi unjuk rasa sebelum kedatangan artis tersebut. Walhasil bersyukur lah kita karena gadis berdarah Jepang Canada tersebut tidak jadi datang, dan itu mungkin itu bisa jadi salah satu penangkal datangnya musibah di negeri kita.

Terakhir, seperti salah satu bait nasyid Izzis : ‘tetaplah bertahan dan bersiap siagalah!!’. Tetap bertahan di tengah kondisi lingkungan yang semakin bobrok ini dan bersiap siagalah akan hadirnya ‘tamu istimewa’ dari Allah. Perkuat dan pertajam rasa pengawasan Allah atas hamba-Nya dan senantiasa beribadah dan berdakwah di jalan-nya.. semoga Menkominfo yang baru bisa menolak hadirnya Miyabi-miyabi yang lain ke Indonesia.. (hidup Pak Menkominfo!! ^^,)

*foto: kampungtki.com

*tulisan jadul

Iklan

2 comments

  1. Mudhalifana "pia" Haruddin · September 8, 2011

    Gempa itu perlu, karena bumi terus berproses, ga tidur anteng aja. Proses “perusakan” via gempa pasti diiringi proses penumbuhan bgian bumi baru. Semua diciptakan seimbang, subhanallah.

  2. nurjanah hayati · September 8, 2011

    duillleeee, yang orang gempa, eh salah, yang ngurus gempa 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s