Belajar Me-recycle Amarah

Alkisah, ada seorang supir taksi yang sedang mempercepat laju taksinya demi mengantar penumpang yang terburu-buru menuju bandara. Di satu pertigaan, set… muncul satu motor dari arah kiri dengan kecepatan cukup tinggi menerobos lampu merah. Wuss, lima senti lagi pintu depan taksi tersebut penyok!

Saat itu juga, keluarlah sumpah serapah dan berbagai nama penghuni kebon binatang dari mulut si pengendara motor. Bah, padahal dia yang salah, ya? Namun, coba tebak apa yang dilakukan si supir taksi? Membalas semua sumpah serapah itu kah? Atau keluar mobil dan langsung menghajar si pengendara motor saking emosi? Jawabannya,  sang sopir hanya membuka jendela, lalu melambaikan tangan sambil tersenyum manis ke arah pengemudi motor! Nah, lo?

Kamu kaget? Nida juga. Apalagi penumpang di belakang si supir. Kaget banget!

Sobat Nida, sebenarnya itulah yang dimaksud dengan kemampuan me-recycle amarah. Nggak cukup hanya dengan membuang amarah pada tempatnya ternyata. Ia juga kudu di-recycle atau didaur ulang, seperti halnya sampah fisik. Nggak percaya?

Begini deh, pernah lewat tempat pembuangan sampah atau TPS, donk? Menurutmu, TPS itu tempat yang tepat untuk sampah, nggak sih? Nggak lah, ya.. Dari aromanya yang tidak sedap saja sudah jelas apa yang terjadi dengan berbagai jenis sampah yang bercampur jadi satu tanpa pemilahan dan apa yang akan terjadi pada orang-orang yang berkutat di dalamnya. Apalagi dengan sampah plastik yang menggunung akibat tak mampu terurai dalam waktu cepat. Makanya, belakangan sudah mulai santer slogan go green dengan 3R (Recycle, Reduce, dan Reuse) dalam penanggulangan sampah.

Nah, mirip, persis dengan amarahmu yang akan menimbulkan aroma tak sedap alias penyakit dalam hatimu, walau pun sudah dibuang di tempat yang tepat. Nggak heran, suatu ketika ia dapat mencuat kembali saat kamu bersinggungan dengan apapun yang membuat amarahmu muncul ke permukaan. Makanya, lebih penting me-recycle amarah dibanding membuang amarah pada tempatnya, kan?

Anyway, beragam bentuk dihasilkan dari daur ulang sampah. Mulai dari tas, kertas, hingga patas. Hheee, maksa! Intinya, hasilnya dapat berbentuk apa pun yang positif alias bermanfaat buat manusia. Termasuk dapat mencegah penyakit yang disebabkan karena sampah.

Yep, seperti itu lah kurang lebih amarah yang mampu didaur ulang oleh tuannya. Ia akan berubah menjadi hal positif yang bermanfaat bagi manusia. Hatimu akan seperti pemandangan alam yang senantiasa hijau. Dan penyakit seperti darah tinggi, stroke, dengki, dll, bakal menjauh deh dari kehidupan kamu! Yuk, belajar me-recycle amarah dari supir taksi dari cerita di atas!

*sumber: http://www.annida-online.com/artikel-2709-yuk-belajar-merecycle-amarah.html

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s