wuih.. kembali terjangkiti penyakit krisisitosis tidakus percayagus terhadapingis kerja oranggus lainitis :( *sungguh tersiksa!

Iklan

Tentang Kita

Mentemen… wallahi, gue nyesel banget mengenal dan berteman dengan kalian selama hampir 1 ½ tahun belakangan! Sekali lagi, tiga semester yang kita lewati bersama di LTQ, bikin gue nyeseeel banget sampe ke ubun-ubun!

Kenapa…? Kenapa…? Kenapa … nggak dari dulu-dulu banget sih kita kenalan dan berteman?? *Hheee, adakah yang tertipu?

Tiga minggu kemarin gue nggak menyertai kalian dalam majelis Quran kita… beuh, ini baru penyesalan yang sesungguhnya. Gimana enggak, hari ini adalah hari terakhir pertemuan kita. Yah, walaupun kita hanya akan terpisahkan sekitar 1 ½ bulan dan akan mengawali lagi pertemuan kita dalam daurah Quran di bibir pantai Pulau Pramuka, tetap aja rasanya waktu pasti kan berjalan bak Metro Mini 72 yang konon jalannya lelet banget (ini kesaksian teman-teman SMA gue, lho!). Bakal rindu setengah hidup pastinya. Hiks…

Sebelum gue berkenalan dengan “Badminton Day” tiap hari Jumat, hari Sabtu pasti menjadi hari yang paling gue nanti-nantikan dalam hidup dan paling gue sedihkan ketika Sabtu malam telah beranjak. Kalian pasti tahu kenapa. Yep, karena di hari (siang) itu kita akan berkumpul bersama mendekatkan diri kepada Quran, saling menyemangati untuk menambah terus kedekatan dengan Quran, menanti-nanti dengan setia taushiah tentang Quran dari Ustadzah tercinta di sela-sela giliran setoran dan doa beliau untuk kita semua di akhir pertemuan. Allahummarhamnaa bil Qur’an, dst… J.

Walaupun kini hari sakral pertemuan kita telah tergeserkan oleh “Badminton Day”, pertemuan kita tetap selalu gue nantikan ketika hari Jumat telah usai. Nggak peduli dengan macetnya ibukota yang bikin perut mules nggak ketulungan, nggak peduli 2 ½ jam perjalanan yang harus gue tempuh demi sampai ke  tempat pertemuan kita… satu hal yang pasti: duduk bersama dengan kalian, bener-bener mampu menampakaan surga yang seolah-oleh di depan mata. Indah. Jelas terlihat. Nggak mau pulang rasanya kalau sudah berdekat-dekatan dengan kalian. Sumpe, deeeh!

Untungnya, ketika bayangan kesedihan–tidak akan melihat paras semangat kalian selama beberapa minggu ke depan–menghampiri, mie ayam depan masjid Bangka menjadi pelipur lara hati ini. Ya, kita menyantap mie ayam dan jus mangga bersama dan bercerita banyak hal hampir satu jam sebelum akhirnya berpisah.

Janji kita yang kan selalu kunanti-nanti ialah: kita akan buka puasa dan itikaf bareng satu hari di ramadhan tahun ini (kalau renovasi masjid sudah selesai), kita akan saling menyemangati walau hanya melalui sms dan telepon, dan kita akan mengadakan daurah  Quran satu hari satu malam di Pulau Pramuka bada lebaran ini bersama Ustadzah tercinta.

Wah,,, luph u all sangat, deh! Ya Allah, ridhoi perpisahan sementara dan rencana pertemuan kami… Aamiin.

Kamera Ria (#Serial Keluarga)

Mentemen,  ada yang udah pernah dengar judul tulisan gue? Apa… belum pernah dengar? Haduhaduh… ga gahol banget, sih, pada-pada! Hheee, tolong jangan diambil hati, iaaa. Karena sebenarnya gue juga baru beberapa bulan ini tahu apa itu Kamera Ria. He, timpuk!
Kalau ga salah baru tiga bulan, deh. Waktu itu dikasih tahu sama Babeh, sepulang dari kantor pas lagi makan malam sambil menemani doi nonton teve.

Eniwey, lo pada mau tahu ga apa itu Kamera Ria? Yang ga mau tahu, yoweees ora opo-opo.  Nah, buat pembaca setia tulisan-tulisan gue yang penasaran gila, makanan jenis apaan sih, atau sebagus apa sih resolusi Kamera Ria (KR) itu? Siiip, gue bakal memaparkannya dengan sangat gamblang dan senang hati, khusus buat kalian!

Seperti udah gue tulis di awal, kalau tulisan ini merupakan lanjutan dari #Serial Keluarga yang menurut gue cukup unik untuk dibahas. Dan kali ini, yang akan kita bahas adalah kegemaran Babeh dalam menonton salah satu acara lawas di stasiun teve yang juga udah lawas. Yak, KR alias Kamera Ria! Sebuah acara panggung hiburan yang dibuat dari dan untuk anggota TNI, baik AD, AU, maupun AL. Jadi, jangan kaget dan jangan marah kalau lo lagi channel walking, terus lihat cewek-cowok berseragam TNI pada bergoyang ria.. So pasti lo lagi nyangkut di acara KR ini.

 Menurut Babeh, acara yang ditayangkan tiap jam 10 malam, hari Selasa pekan ke-tiga tiap bulannya, ini sudah ada sejak Soekarno masih memerintah. Stasiun yang menampilkan pun masih setia dari dulu hingga kini, TVRI (stasiun teve ke-tiga favoritnya Babeh setelah MetroTV dan TV1).

Acara berdurasi 60 menit aka 1 jam, ini juga lumayan unik. Biar kata cuma 1 jam dipotong beberapa kali iklan, konten acaranya lumayan bervariasi dan menghibur (menurut Babeh yang emang penggemar setia KR). Dipandu oleh dua wanita cantik, acara diawali dengan penampilan band (cukup) teratas Indonesia semacam Wali; Letto; Kafein; dan Hijau Daun. Ga tau kalau ada yang lebih teratas dari yang gue sebut barusan. Karena beberapa kali gue tonton, yang membuka ya band-band sekelas itu. Then, acara dilanjutkan dengan kuiz untuk para hadirin di rumah. Hadiahnya lumayan lho, untuk tiap episode disediakan BB Tourch dan Honda Scoopy buat yang bisa menjawab pertanyaan! Wih-wih.. jaman sekarang siapa sih yang ga mupeng dengan dua barang itu?

Lanjut, di tengah acara, ditampilkan pula sedikit lawakan dari Tarsan dkk yang ga begitu gue kenal. Oiya, biasanya yang ngelawak juga ngambil tema seputar TNI dan berseragam TNI pula, lho.. Mungkin ini yang membedakan lawakan KR dengan OVJ dan lawakan lain. Ga selucu Sule Prikitiew dan Tora Sudiro, sih.. tapi, lagi-lagi buat orang-orang terdahulu (bahasa paling halus dari kata Jadul) semacem Babeh gue, lumayan menghibur lah!

Nah, sebagai penutup, biasanya ditampilkan penyanyi yang (menurut gue) gak terkenal-terkanal amat. Selama ini sih gue udah ngelihat Dorce, Uut Permatasari, dan Daus OB yang mengisi panggung musik di 3/4 acara hingga selesai. Tiap di bagian ini, gue dibikin bingung deh… Padahal diakhiri dengan penampilan Penyanyi yang kurang terkenal gitu ya, tapi kok kenapa partisipasi dan goyangan para hadirin di studio (anggota TNI) makin mantab, ya? *geleng-geleng*

Pun dengan Babeh, yang walaupun acara ini cuma tayang satu bulan sekali, doi ga pernah lupa deh nonton KR. Kalau hari itu doi lagi main ke rumah salah satu temannya yang dekat rumah, biasanya doi langsung pulang tuh! Ga peduli gue baru banget duduk nonton teve sambil makan, doi bakal minta ganti channel ke TVRI dengan dalih yang sama, “Ini acara kan sebulan sekali. Sinetron tiap hari juga ada. Ganti,”.

Kalau udah gitu, biasanya gue ngalah lah lah dengan dibumbui dumelan dan kekesalan (hheee, bagian mana yang ngalah kalau begitu?). Eh, tapi ga juga deng. Kalau gue lagi “waras”, gue ngalah tanpa perlawanan. Bahkan ikutan nonton J.