EnaMahakam yang Selalu di Hati

Beberapa hari ini…
SMA gue, elo, kita semua yang kita cintai
Dicaci maki oleh hampir semua penduduk bumi!
[kalimat terakhir lebay kali!]

Sebagai salah satu alumni…
Tentu hal tersebut sangatlah menyayat hati
Apalagi di dunia maya yang sungguh bikin keki!
Semua orang seperti berlomba memberikan opini
Yang nggak sedap didengar telinga ini

Sedih so pasti
Makanya hasrat untuk membela almameter sendiri
Makin menadi-jadi
Minimal melalui tulisan ini

Tapi janganlah sampai kepancing emosi
Bukan begitu, siswa siswi dan alumni?

Saran gue si…
Daripada emosi dengan ulah wartawan/wati
Yang suka seenak udelnya sendiri
Dalam mengolah informasi
[bahasa halus dari memutarbalikkan fakta demi keuntungan pribadii dan rating yang tinggi]

Mending kita hepi-hepi…
Bagusnya lagi
Kita lawan mereka dengan prestasi
Buktikan kalau anak Enam itu intelek sejati
Yang bukan cuma beken karena jago berkelahi
Tapi alumninya banyak juga yang masuk UI
Yah, selain banyak juga yang menghiasi layer tivi
*Sekolah artis gitu loh, akhikikiki!

Eniwey, kok dari tadi berakhiran huruf  “I” semua, si?
Apakah karena kepsek sekarang namanya berakhiran I:
Kadarwati?
Atau apakah karena nama gue juga berakhiran huruf I:
Nurjanah Hayati?

Xixixi
Dua alasan itu salah, sori!
Yang benar ni
Yah seperti yang gue bilang tadi…

Daripada kita emosi,
Mending kita hepi-hepiii…
Memberi informasi
Akan hebatnya sekolah yang selalu di hati ini…

Nih gue mau berbagi…
Pengalaman gue bisa kecemplung di Enamahakam ini

Hiks… awalnya jujur gue setengah hati
Mau masuk 70 tapi sayang NEM nggak mencukupi
Ya sudahlah gue terima keputusan Ilahi
Menuntut ilmu tiga tahun di Enamahakam ini

Kelas satu gue berada di lantai dua belok kiri
Kelas I-5 yang letaknya di ujung sekali
Yang katanya sih kelas unggulan nan selalu dibanggai
Karena isinya 40 anak dengan NEM paling tinggi!

Sumpah… satu tahun nggak ada yang berkesan sama sekali
Kecuali gue bisa masuk sepuluh besar di kelas unggulan ini
Eh, tapi ada satu si
Yang bikin gue ketawa/wi geli
Kalau mengingat-ingatnya lagi

Yakni ketika Klassix—pensi sekolah kami
Sudah tinggal menghitung hari
Gue suka lari-lari
Meninggalkan kelas sejauh kaki ini lalui
Demi menghindari
Kakak kelas yang suka menyambangi
Narikin duit saweran demi berlangsungnya acara ini

Hihihi, bandel kali kan gue ini!

Then, di kelas dua gue masuk kelas yang sekarang dijadiin Koperasi
Sumpah deh, anak-anaknya nggak ada yang bisa diajak kompromi
Kelas benar-benar nggak pernah sepi
Doyannya becanda ketawa ketiwi
Biarpun guru banyak yag memarahi
Bahkan ada juga yang sampai ngambek meninggalkan kelas kami

Tapi denger-denger si
Emang bawaan tuh kelas yang angker, kali
Yang membuat suasana nggak pernah terkendali
Makanya sekarang nggak dijadiin kelas lagi
Melainkan dijadiin Koperasi

Di kelas ini berkumpul anak-anak yang doyan berkelahi
Yang awalnya mebuat gue nggak nyaman, hiiii
Merekapun kurang respek sama gue yang pendiam ini

Tapi lama kelamaan nggak lagi
Karena kita sudah menemukan chemistry
Bahwa sekolah bukan hanya aktivitas belajar tapi juga bersosialisasi
Gue mempengaruhi semangat belajar ke mereka untuk berkompetisi
Merekapun mempengaruhi gue untuk menjadi siswa yang lebih humanis, gaul, dan funky!

Oya, di kelas II-3  ini juga gue mulai berafiliasi
Ke Rohis 6 yang keren sekali
Di mana anak-anaknya semua berprestasi
Nggak heran banyak yang keterima di perguruan tinggi negeri

Kelas tiga gue masuk jurusan yang diingini
Beberapa anak sosial yang sungguh menyesali
Kenapa kemarin-kemarin nggak berprestasi
Sehingga nyangkut di IPS yang sayang sekali

Dengan susah payah gue pelajari
Pelajaran IPA yang sebenarnya kurang gue sukai
Maklum banyak rumus yang sudah pasti
Yang mau nggak mau harus dihafali

Bah, bosan kali satu tahun belajar di kelas yang berjulukan KISS ini
Apaan KISS iki?
Itu singkatan kami:
Ketik IPA Spasi Satu, hhiii!

Yah, walaupun teman-temannya solid kali
Salut buat semua personil KISS di kelas mari
Yang selalu berbagi keceriaan hampir tiap hari
Dan yang doyannya foto-foto berjamaah satu kelas ini

Sekarang gue sudah jadi alumni…
Yang beberapa kali masih suka menyambangi
Adik-adik kelas dalam Sanlat tiap satu tahun sekali
[yah, walaupun belakangan udah jarang alias nggak satu tahun sekali lagi]

Memang ada perbedaan sikap dan tingkah laku kini
Mereka lebih sulit diatasi
Makin menjadi-jadi
Dan suasana sekolah semakin kurang Islami

Ah, tapi gue meyakini
Mereka anak-anak baik, asli
Hanya saja faktor lingkungan sekolah kami
Yang memang terletak di dekat Mall besar di Jak-Sel ini
Gaya hidup hedon pun sangat mudah merasuki

Nah, kesimpulannya ni…
Inti dari semua pembicaraan berahirn huruf “I” ini
Marilah kita melihat segala sesuatu dari dua sisi

Beberapa teman kami
Memang ada yang doyannya berkelahi
Jangan menggeneralisir, tapi
Karena masih banyak juga di antara kami
Yang bersekolah di sini
Pure menuntut ilmu seperti gue ini…
😀

_nj_

5 comments

  1. Heru Nugroho · September 21, 2011

    Ah, qo berenti?

    Lanjutkan dong tulisan klarifikasi ini

    yang pasti, jaman informasi kayak gini, apapun bisa dibikin sensasi..

    Jadi, mending cari istri!

    #lho?

  2. li4h Lia · September 21, 2011

    hihihi🙂

  3. Mudhalifana "pia" Haruddin · September 22, 2011

    Sabar nur..
    Anak sma6 to..
    Jd prihatin dng kasus ini..
    Anak sekolah kok skrg suka tawuran, ga belajar:-(

  4. nurjanah hayati · September 23, 2011

    @tsaqqif: gue dukung Tsaqqif cari istri!
    eniwey, udah dapet belom si?
    kalo belum, mau dibantuin cari?
    Mau yg kek pegimane ni?:P

  5. nurjanah hayati · September 23, 2011

    @mbak Lia: hihihi juga🙂

    @mbak pia: iya, Mbak..
    dari dulu itu mah, Mbak.. biasa, ada pihak2 yg provokasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s