Mas Maher, Mas Irfan, Mas Fadly Pady, Mbak Nj (Part 1)

Awalan, cuma mau menegaskan kepada para fans setia tulisan-tulisan gue (songong!), yang masih punya penyakit iri dan dengki, tolong banget jangan baca tulisan satu ini. Ngintip judul dan paragraph lead-nya pun nggak recommended. Jangan deh, pliiiis…

Kenapa, sih, pelit banget… Gue kan kangen gila sama tulisan-tulisan lo, Nje! Boleh baca, yayaya…Nje keren deh! Gue doain deh biar blognya diirik sama penerbit, dibukukan, n laku keras di pasaran. Boleh, yeeeessss?J

Hmmm, orek, orek… gue nyerah! Gue nggak bisa memaksakan kehendak para fans setia di dunia maya. Sebagai blogger yang baik hati dan tidak sombong, kegembiraan pembaca adalah segalanya. Tapi inget sekali lagi… Nggak boleh ada iri-irian di antara kita setelah baca tulisan ini. Janji, yeeeessss? J

Janjiiii!
Nah, gitu duoooonk… Gue doain lagi deh, mudah-mudahan doa gue buat elo tadi makin diijabah sama Yang Di Atas, ya, Nje… Amin.

Wokeh, thanx doanya, My dearest fans (najong!)… doa yang sama buat kalian. Amin.

Wawancara Eksklusif  Mas Maher Zain

Kalau beg beg begitoh, to the point aja deh. Jadi selasa kemarin, secara mendadak dan semena-mena eyey waka waka eyey, teman seruangan gue mengabarkan kalau siang itu juga kita diundang oleh SMI ke konferensi pers plus wawancara eksklusif buat media partner Konser Maher Zain di Indonesia. Lokasinya di salah satu hotel di bilangan Senayan.

Wooot? Sebentar, sebentar… gue mau menegaskan dulu. Jadi elo wawancara Maher Zain, gituh?

Ya-ey, exactly! Eits, inget yesss dengan peringatan gue di atas. Haram hukumnya ngiri bin dengki dengan tulisan gue kali ini! Yang terlanjur iri, ya udin… nggak lanjutin baca tulisan ini juga gapapa J.

Yeeeeh, siapa juga yang iri nan dengki? Sumpede… pede gile, lo ye! Lanjutin pliiiis, gue penasaran sangad nih!

Sippy!
Nah, saat itu juga gue mendadak dangdut., eh mendadak terkejut! Amat sangat terkejut dengan undangan yang serba mendadak ini. Tadinya gue dan teman berfikiran, pasti wawancara eksklusifnya bakal diadain ba’da konser doi, gituh. Poorly, ternyata eh ternyata… justru undangan itu hadir di hari ketika pakaian gue membentuk susunan huruf abjad A-B-C aka. nggak matching!

Baju terusan berbahan levis yang di bagian blakang kanan bawahnya ada tambelan bordiran kepala Mickey Mouse, kaos Six warna ijo stabilo yang nggak kunjung rapi biar kata semaleman udah disetrika, dan jilbab motif bunga warna biru keabu-abuan. Beuh, bisa bayangin? Jangan dibayangin deh, mokal gue!

Hampir-hampir gue menolak kesempatan emas ini gegara ketidak matching-an ini. “Ah, sebelumnya kan udah ketemu dengan doi dua kali di Menteng Huis dan hotel Oriental (kunjungan pertama kali Mas MZ ke Indonesia). Sekarang gantian sama yang lain aja deh. Berbagi kesenangan dengan yang belom pernah ketemu gituh,” rajuk gue ke teman.

Tapi tetoooot, perkataan gue ditolak mentah-mentah dengan alasan kemampuan megang kamera dan handycam gue yang udah lumayan dan belum ada yang bisa menandingi (pitnah!).  Tepatnya sih, karena emang nggak ada personil lain lagi. Yang lain udah sibuk dengan kerjaan masing-masing. *Ssstt, tapi tadi hasil shoot-an gue dipuji oleh orang I kantor, lho… Beneran!

Akhirnya, ya udin lah… berbekal baju terusan panjang warna hitam pinjaman teman yang lumayan kepanjangan beberapa senti, berangkatlah gue dengan semangat yang dipaksakan. Nggak tau kenapa, biar kata teman-teman dan bahkan mungkin kalian pada bilang lagu-lagu MZ itu bagus dan menginspirasi, menurut gue… biasa aja dah. Gue akuin sih kalau semua lirik lagu doi benar-benar dalam maknanya dan universal banget. Gue pun jadi hapal beberapa bait lagu-lagu doi berkat cekokan teman yang tiap hari nyetel itu lagu dari hapenya. Tapi karena nadanya kurang pas dengan selera gue yang lebih suka musik menyentak macam Native Deen, jadi biasa-biasa aja deh.

Beda dengan grup nasyid asal Amerika itu yang waktu baru pertama kali dengar lagu mereka di konser mini di UIN Ciputat, gue langsung antusias aja lho nyari lagu plus liriknya di internet. Keren sih!

Balik lagi ke cerita  MZ, pliiiiisss…

Eiya, baiklah… Then, sesampainya di TKP, setelah Ashar-an, selama kurang lebih satu jam, gue dan tiga orang teman menunggu giliran wawancara eksklusif dengan Mas MZ. Kalau biasanya gue paling benci menunggu, kali ini nggak sama sekali, karena waktu menunggu itu kami isi dengan saling berkenalan dan foto bareng dengan awak dari media lain. Teman-teman wartawan dari majalah Tarbawi, Noor, Sekar, Chick, Cek n Ricek, Nova, Moslem Girls, dll, juga teman-teman dari radio seperti Lita fm dan Sabili fm, tumplek jadi satu saling tukar kartu nama berharap terjalin kerja sama di lain waktu (gue sih mupeng.com banget ada yang mau ngerekrut untuk jadi penyiar di salah satu radio, even cuma magang doank). Seru banget deh pokoknya!

Sampai tibalah giliran gue dan beberapa teman dari media sejenis mewawancarai Mas MZ secara eksklusif. Oiya, perlu dicatat, selama hamper 15 menit itu, tugas gue adalah mengambil gambar dan video terbaik proses wawancara tersebut. Bisa bayangin gimana puasnya gue ngeliatin tampang Mas MZ yang (katanya dan faktanya) guanteng tenaaaan?

Bisaaaaa…! Pasti deh lo nggak bisa berkedip barang sekejap dan nggak bisa konsen! Jujur deh jujur…

Hhaaa, gue pikir juga gitu awalnya. Lima menit, nggak berhenti-berhentinya gue mengagumi paras serta keramahan salah satu mahluk ciptaan Allah yang satu ini. Tapi lama kelamaan, bosen juga dah. Apalagi setelah berlanjut ke konferensi pers-nya. Beeeeuuuh, bahasa kasarnya mungkin: muak! Hheee, gimana nggak muak kalau beberapa jam itu kerjaan lo cuma berkutat di situ-situ aja (baca: di tampang Mas MZ)! Gimanapun caranya, tugas gue di situ adalah mencari ekspresi dan pose terbaik doi. Dan untuk menyiasatinya, gue pun mengambil objek lain yang nggak kalah menarik, yakni tampang Mas Fadly Padi, Irfan Makki dan kerumunan wartawan serta fotografer yang berjubel di depan panggung.

to be continued…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s