Apa Bahasa Inggris-nya "Buku Jatoh"?

Gue tantang MPman MPwati yang ngaku gape bahasa Inggris buat jawab pertanyaan di atas. Oiya, fyi… Jawabannya cuma terdiri dari satu kata, nggak boleh dan nggak bisa lebih. Ada yang tauuuu?

Susah, yeesss? Emang! Karena mungkin cuma gue, kakak gue, dan Allah SWT aja yang tau. Hheee..

Wokeh, actually gue mau sedikit cerita betapa menyenangkannya belajar bahasa dengan metode yang nggak lazim, bersumber dari dua kakak gue yang walaupun nggak bisa melahap bangku perguruan tinggi (merekalah orang paling maruk sedunia: bangku aja dilahap! Hheee, garink!), tapi cara mereka mengajar nggak bisa gue lupain sampe sekarang. Dan uniknya lagi, mereka berdua jebolan STM Boedoet. Salah satu STM paling rusuh se-Jakarta. Hebat, kan?! Nggak cuma jago tawuran aja ternyata, tapi juga jago ngajar!

Cerita pertama kalau nggak salah terjadi waktu gue duduk di bangku kelas dua, deh. Malam itu, kakak gue ngajarin gue beberapa kosakata bahasa Inggris.

“This is a pen,” katanya sambil ngangkat pulpen di tangannya.
Gue pun me-repeat perkataannya barusan, “This is a pen.”
Beberapa kata yang berada di sekeliling kita disebutin satu persatu sama doi.
“This is a pencil.”
“This is an eraser.”
“This is a ruller”
“This is…..”
Nah, diantara sekian banyak yang doi ajarin, ada satu kosakata yang paling gue inget sampe sekarang. Bahkan waktu gue ceritain ulang ke teman-teman kantor, mereka terbahak-bahak mendengar kengacoan kakak gue.

“This is a book,” kali ini dia menunjuk buku yang ada d tangan kirinya.
Gue pun merepeat perkataannya barusan. Then, dia langsung menjatuhkan buku itu ke ubin, sambil bertanya…
“This is. ….?” Gue mendadak bego.
“This is…. Apa ya?” Gue malah balik bertanya.
“This is… Masa nggak tau sih? This is….?” doi mengulang pertanyaan lagi sambil menjatuhkan buku lagi ke ubin.
“This is… Nggak tau!” Gue mulai kesal. Pikir gue, doi kan beloman pernah ngasih tau apa bahasa Inggrisnya buku jatoh!
“This is… Gedebuk! Hhee…,” dengan penuh kemenangan doi menjatohkan lagi itu buku untuk ketiga kalinya.
Beneran dulu gue nggak ngerti sama sekali apa bener apa salah itu yang diajarin doi. Sampai doi mengulang sekali lagi demi memperkuat keyakinan gue kala itu.

“This is a book. And this is (sambil ngelepas itu buku dari tangannya).. Gedebuk. Coba bilang,”
“This is a book, and this is (sambil melakukan hal yang sama dengan doi: buang buku) gedebuk.”
“Good.”

Masih kebayang lho sampe sekarang, gimana cengengesannya doi sepanjang pelajaran ngaco waktu itu.

Dan gue pun melakukan hal yang sama kalau lagi nginget-nginget masa dulu: senyum mesem-mesem meratapi kebodohan gue waktu kecil. Bedanya, gue nggak menurunkan kengacoan tersebut kepada keponakan-keponakan yang segambreng. Gue masih waras, gituuuh! Nggak kebayang gimana mereka bakal ngecengin kalau gue ngajarin mereka dan diingatnya itu pelajaran ngaco.

“Ngakunya anak SMA 6… Ngakunya anak UI… Bahasa inggris nggak becus!” Mungkin kayak begitu cengan mereka. Biasa, pada iri gue sekolah n kuliah di tempat ternama di Jekardah. *minta digeplak sama 20 keponakan!

Cerita ke-dua bukan gue sih yang ngalamin. Tapi keponakan yang baru aja masuk kelas dua, pindahan dari Surabaya ke Tangerang. Namanya baru banget tinggal di Jakarta, tuh anak bener-bener polos! Jadi beberapa bulan yang lalu, dengan bangganya doi bilang ke gue dan Mamahnya.

“Mah, Cinu’… Ceria udah jago bahasa Inggris!”
“Masa?” Gue nggak percaya banget. Kakak gue apalagi. Terbengong-bengong dibuatnya. Masa iya, baru beberapa bulan sekolah di sekolah baru udah dengan pedenya bilang jago bahasa Inggris? Impossible-impossible gimanaaa gituh!
“Coba Mamah tes…,” Kakak gue mencoba menepis ketidakpercayaannya pada anak bontotnya itu.
“Apa bahasa inggrisnya roti…?”
“Gampang…! Roti itu ITOR!” sambil teriak doi ngejawab.
“Heh?” Gue masih nggak ngerti, actually, bahasa Inggris dari kota manakah Itor? Apa iya bahasa Inggrisnya orang Zimbabwe?
“Kalau bahasa Inggrisnya makan, apa?”gantian gue yang nanya.
“Ah, gampang banget… Makan itu… Nakam!”
Ngeeek?!
“Kalau bahasa Inggrisnya pulang: Ngalup. Bahasa Inggrisnya pergi: Igrep. Bahasa Inggrisnya minum: Munim. Bahasa inggrisnya…..” doi meeruskan meracaunya sendiri tanpa diminta.

Owalah, ternyata bahasa Inggris yang dimaksud doi itu bahasa balik yang biasa gue dan kakak-kakak pake kalau lagi ngumpul-ngumpul! Ckikikik😄.

“Udah-udah, ngaco aja siang-siang. Siapa yang ngajarin?” kakak gue sewot gitu denger kengacoan anaknya.
“Om Iyaaaan. Hheee,”

Eyalah, emang nggak ada yang waras dah. Baik kakak gue yang ke-enam maupun ke-tujuh, yang dua-duanya jebolan Boedoet. Ckckck…

Eh tapi biarpun ngaco, cara ngajar mereka berdua, unik yeesss… Bener-bener fun, kalau dipikir-pikir. Hhee. Beda banget sama metode pengajaran yang sering gue denger dari balik tembok SD di Utan Kayu tiap berangkat ngantor.

Selain masih sering terdengar bentakan dan omelan, cara ngajarnya juga masih pake cara konvensional aka jadul. Masih ada pendiktean!

PR nih buat guru-guru SD yang masih muda-i. Terapin deh metode ngajar yang fun n nggak bikin ngantuk. Misalnya cara yang dipakai kakak gue, giituh. Noted: bukan ngaconya yeesss, tapi uniknya! Okokok?🙂

12 comments

  1. Heru Nugroho · Oktober 31, 2011

    Don't rich people difficult!

    Apa coba artinya?

  2. nurjanah hayati · Oktober 31, 2011

    Berapa kata itu jawabannya?

    Apa yeesss? Gayung? Sapi? Enje cakep?

    Nyeraaaah… Kakak gue beloman pernah ngajarin!😛

  3. Mifta P Rachman · Oktober 31, 2011

    Love the last statement. Like this !! *four thumbs up, yang dua pinjem jempol komentator sebelumnya* heheh.

  4. nurjanah hayati · Oktober 31, 2011

    Pasti Mbak avicena korban guru-guru jadul, yeesss?
    *sama

  5. Rin Sakura · Oktober 31, 2011

    nongkrong d mari lagi ah😀 (betewe bhs inggrisnya nongkrong apa y? :D)

  6. li4h Lia · Oktober 31, 2011

    Mutsaqqif: Jangan kaya orang susah! ;p
    Enje: Ih, siapa bilang UI di Jekardah, UI itu Depok. Bisa marah ntar si Nurmahmudi Ismail *heh, knp gw bawa2 dia?*
    Heheh keponakannya lucu. Ckckck anak skrg, SD aja udh belajar bhs Inggis yak? Gak pada pusing apa?

  7. nurjanah hayati · Oktober 31, 2011

    Rin: nongkrong? Emang blog-ku jamban apa ya?o_O
    Stay tuned, bukan? Apa BAB? *hhee, piisss

  8. nurjanah hayati · Oktober 31, 2011

    Mbak Li4h: saya taksir itu pasti bhs Inggrisnya orang Zimbabwe.. Ternyata punya dua teman warga asli Zimbabwe. Asekasekasek *piisss😛

    Maksud: Jabodetabek, gituuuh… *ngeles.com

    Emang tuh, anak jaman sekarang apajuga dipelajarin. Pusiiing kita yang angkatanjadul…

  9. Mudhalifana "pia" Haruddin · Oktober 31, 2011

    Buku jatoh tu the safe landed book.

  10. nurjanah hayati · Oktober 31, 2011

    Yaaa, lan sarat jawabannya m satu kata.hheee

  11. Rin Sakura · Oktober 31, 2011

    klo stay tuned kan tetap d tune yg sama (utk radio) lah klo d blog yg sama jadi stay blog kali y😀

  12. nurjanah hayati · November 1, 2011

    Bisa bisa… Asal jangan ditambahin awalan “go” aja d depan blog. Bisa berabe nanti😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s