Hiyaiiiiks, Gue Dikejar Artis!

Percaya nggak percaya, suka nggak suka, yang nggak percaya dan nggak suka jangan baca, but thats the fact. Gue yang baru beberapa tahun lagi akan mencapai kesuksesannya (yang ngaminin, gue doain balik biar enteng rejeki dan jodoh), dikejar-kejar oleh salah satu artis KCB (KaEnje Caem Buanget). Hheee, film besutan siapa tuh? Yang jelas bukan Tenung Baramantyo!

Oiya… Kalau boleh milih, act maunya sih dikejar-kejar Khairul Azzam Markojim, tapi apa mau dikata dikata mau apa kalau Allah belum mengijinkan? Yaudang, mungkin someday nggak tahu kapan kali yeesss…

Bersyukur aja deh seorang gue yang (sekali lagi gue tekankan) beberapa tahun lagi akan mencapai kesuksesannya, dikejar lawan mainnya Markojim: Markonah yang cantik jelita (bukan nama sebenarnya). Karena belom tentu orang lain bisa seberuntung gue pernah dikejar artis. Apalagi artis sesolehah Markonah. Right?

*Prok prok prok… Enje makin dewasa, nggak sih? Kata-katanya itu lho, very very something! Hhee!*

Beneran Nggak ada maksud berbangga hati atau pamer atau apalah menceritakan kejadian kemarin maghrib. Hanya ingin dipuji! *apa bedanya coba?!* Nggak lah, gue agak kurang suka pujian, actually. Sukanya sate padang berpiing-piring!

Orek… Melalui tulisan ini, justru gue ingin mengungkapkan betapa jernihnya hati si Markon. Nggak kurang nggak lebih.

Semua bermula setelah gue meminta ijin doi buat diwawancarain (biar gini-gini, gue jurnalis lho! Dari majalah ada deeeh *tebak-tebak buah gohok!). Ketika doi udah oke, kita pun berjalan menuju tempat wawancara yang udah disepakatin bareng. Doi jalan d depan, gue jalan di belakang bersama para fansnya yang bejubel pengen berfoto ria bareng doi.

Awalnya gue fikir everyhings gonna be OK lah. Akan lebih baiikan dan nggak serusuh ketika berlomba dengan kawan seprofesi gue saat mewawancarain artis. But oh but… Tettooot, i was wrong! Nyatanya, para fans Markonah lebih barbar dari teman-teman seprofesi yang pernah gue temui. Really-really tired, deeeh!

Can u imagine… ? Gue yang tadinya berjalan tepat di belakang si Markon, perlahan tergeser ke belakang. Para fans dari arah kanan sukses mencegat kami-kami yang sudah mengikuti Markon dari depan panggung.

Hingga puncaknya terjadi ketika sampai di pintu yang jalannya mulai mengecil, mereka yang di belakang mendorong-dorong paksa gue dan orang-orang di depan gue demi mengejar satu titik di barisan paling depan: Markonah sang pujaan!

Hampir aja gue putus asa dan memutuskan keluar dari barisan. Gue fikir, bisa aja Markonah lupa akan janjinya saking betenya dikejar-kejar fans yang bak Bonek di Surabaya dan Hooligan di Inggris. Ndesooo!

Dan owowow… Ternyata gue salah lagi! Diantara lautan jilbab warna/i di depan gue, dengan jelas gue liat si Markon membalikkan badan. Menyisir satu persatu kepala di depannya seperti mencari seseorang.

Ahhaaa… Pasti, pasti doi nyari-nyari gue! Langsung aja gue panggil-panggil namanya sambil melambai-lambai ke arahnya: Markon, Markoon, Markooon… Gue di sini!

Yeesss… Doi ngeliat gue! Tangannya menunjuk-nunjuk ke arah lobi untuk memulai wawancara. Aheeyy, kumpulan manusia di depan belakang kiri kanan seperti lenyap seketika. Gue bakal mewawancarainya! Ya olooooh, mimpi apa emak gue semalem? Sesuatu!

Tapi MPman MPwati, senang yang berlebihan emang nggak baik yeesss… Allah bisa aja dengan mudah membalikkan rasa senang yang kita rasakan menjadi hal-hal yang ngak kita sukai, saat itu juga. Begitu juga dengan kesedihan yang berlebihan. Sama nggak baiknya deh.

Gue pun harus membayar mahal atas kesenengan berlebihan yang walau cuma beberapa detik tadi. Poses wawancara nggak semulus yang gue bayangin, lagi-lagi gegara ulah Para Markonah Lovers. Selama beberapa menit gue ngerasain kalau diri gue dan Markonah bak pinang dibelah kampak. Sama-sama berusaha menenangkan para fans-nya demi memulai wawancara. “Sebentar ya Kakak, kita mau wawancara nih, Kakak… Tenang sedikiit yaaa, Kakaaak…”

Lagi dan lagi dan lagi, mereka sulit diatur. Mngerubungi gue dan Markonah yang hanya berjarak lima puluh meteran. Mengacuhkan tugas dan profesi gue sebagai seorang Jurnalis! Semena-mena ey ey! BerUntung Markonah tetap okeh di depan handycam. Keren, kayak nggak ada kejadian apa-apa di sekeliling doi. Tenang tralala gituh…

Tapi dari kejadian gila itu gue banyak bekaca dan bertanya pada diri sendiri. Pernah nggak ya gue mengagumi seseorang sampe segitunya? Jujur… Pernah si sekali, waktu itu gue minta foto bareng Mas Ippho bada seminarnya. Tapi itu juga pas doi lagi berdiri sendiri di samping panggung, nggak norak deh caranya.

MPman MPwati juga gue yakin nggak ada yang segila mereka pastinya yeesss. Selain ngerugiin si artis, pasti ada pihak lain yang merasa dirugikan dari tingkah yang seperti itu deh. Ngak usah jauh-jauh cari siapa, karena gue salah satu korbannya. Hixxx, kasihanilah temanmu ini…o_O

16 comments

  1. Rin Sakura · November 2, 2011

    oalah enje (setelah gw tau ternyata lbh muda dr gw jadi g pake mbak y :D) ini ternyata tukang minta-minta toh (minta-minta cerita dari artis :P) kebayang enje ini kayaknya orgnya asli cerewet banget ^_^v dan klo gw yg jadi artis (ngarep juga) mungkin lebih banyak mesem-mesem ae ngebayangin pertanyaan yg dilontarkan bakal seabreg hehe
    tp meskipun sdh gw caci maki dan hina dina, tetep aja gw nongkrong d sini n masih d buat puas oleh wacananya si enje ini🙂

  2. nurjanah hayati · November 2, 2011

    Hiiiixxx… Gue TaTu apa ya…o_O
    Beda brp thn kita, Mbak?🙂

    Duh, pliiis jangan buka kartu, Mbak… Menurunkan pamor gue nanti😦

    Aheeyyy, bahasanya berat beudh dah… Wacana apaan sih artinya? *ndesooo!

  3. li4h Lia · November 2, 2011

    Klo Enje nulis “Orek..” gw langsung inget tempe orek. *laper*

  4. nurjanah hayati · November 2, 2011

    Hhiii… Bener2 kuliner lovers bgt yeesss… Mantab! 😉

  5. nurjanah hayati · November 2, 2011

    Hhiii… Bener2 kuliner lovers bgt yeesss… Mantab! 😉

  6. Rin Sakura · November 3, 2011

    lha TaTu apaan?

    wah klo bedanya g usah d sebut deh keliatan tuanya ntar hehe

    lha kartunya dah ke buka je, jd ndk perlu di buka lagi😀

    wacana itu sejenis makanan berat pengganti nasi (makin ngawur :D)

  7. nurjanah hayati · November 3, 2011

    Tatu: Tjantik Tuenan😛 aka tampang tua…

    Biar tuwir yg penting bw manfaat, right?

    Ixixix… Lupa, slma ini udh menguliti dri sendiri…

    Itu pasti bhasa Zimbabwe, kan? Heran… D mp knp jd byk orang Zimbabwe, yeesss?😄

  8. Rin Sakura · November 3, 2011

    oooo

    yeeeeesssss (enje mode on :P)

    baguslah klo sdh sadar😛

    bukan zimbabwe, ini bahasa kutub selatan, beda dikit ma zimbabwe😀

  9. nurjanah hayati · November 3, 2011

    Ya Allah… Tnyata di mp banyak orang ngaco seperti diriku… Ampuni aku, ya Allah😛

  10. nurjanah hayati · November 3, 2011

    Ya Allah… Tnyata di mp banyak orang ngaco seperti diriku… Ampuni aku, ya Allah😛

  11. Rin Sakura · November 3, 2011

    weits jgn salah, memang Allah Maha Adil, klo tidak ada orang yang ngaco, rada nyeleneh, maka hidup mungkin hanya terdiri dari dua warna, hitam dan putih, tp orang2 yg ngaco bin nyeleneh bin gila dikatakan sebagai makhluk kreatif yang memberikan warna yang lain di dunianya yang lain pula, maka berterimakasihlah pada orang2 ngaco yg slalu memberikan inspirasi B-) (jwaban paling ngaco dr orang ngaco)😛

  12. nurjanah hayati · November 3, 2011

    Point of view-nya: gue ngaco=gue kreatif=gue mewarnai dunia, yeesss?
    Yo oloooooh, terharu biirrrruuu😄

  13. Rin Sakura · November 3, 2011

    bahasa Zimbabwe jg ni?😀
    ya iyesss lah drpd ya iyesss donk😀

  14. nurjanah hayati · November 3, 2011

    betoool🙂

  15. febbie cyntia · November 3, 2011

    gpp, sesekali ngerasain susyahnya jd artis😛

  16. nurjanah hayati · November 3, 2011

    mbak Ri: hhee, iya… sekali aja ah, nggak pake sesekali😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s