Baitii Jannatii

Hay hay hay…
Hollaaa, MP mania…
Aba kareba?🙂

Sudah beberapa hari ini nggak ngurusin “rumah Enjeklopedia”, rasanya seperti ada bagian yang hilang di hati yang paling dalam. And you know… Efeknya jempol ini jadi lumyan kasar nggak nyentuh-nyentuh layar Smartphone (pamer lo ye!), otak jadi sering panas karena nggak menyalurkan haknya ke tempat yang semestinya, dan so pasti QN jadi lumayan menggunung. Nggak okeh banget deeeeh!

Eniwey, adakah yang kangen dengan gue? Eh, ralat, maksud kangen sama tulisan norak gue? Ixixixix, pede gilleee!

Baiklah baiklah baiklah… Demi menghaluskan kembali dua jempol ini, mendinginkan kembali otak ini, dan tentunnya demi meramaikan kembali kancah perMPan, gue mau sedikit mengklarifikasi nih, kenapa sih belakangan tulisan gue nggak meramaikan inbox kalian? Hheee, penting banget, yeesss?!

Jadi ceritanya temen minta tolong buat gantiin tugas nulis dia di salah satu media Islam online remaja yang keren abis: Annida-Online (maaf numpang promosi sembari membberkan fakta. Hhe). Gue terimalah tawaran yang sangat langka bin ajaib itu. Sampai-sampai membuat hidung ini kembang kempis lumayan lama saat doi menyampaikan hajatnya. *tolong banget jangan dibayangin*

Yah, maklum deh yeesss… Namanya juga blogger amatiran. Tersanjung sangad lah dimintain tolong nulis tulisan berat dengan syarat pake style tulisan gue di blog. Yang renyah tanpa hilang maknah, katanya. *fitnah banget dah lu, Nje!

Ringkas kata: gue terima itu tawaran>doi ngasih outline>gue mulai nulis>doi nagih>gue pusing>doi ngasih bantuan>gue berusaha nyelesaiin>doi nagih lagi> gue nyerahin>doi oke>tulisan diposting>gue happyyyyy!

Alhamdulillah-nggak pake sesuatu… Setelah beberapa hari browsing-browsing, baca-baca, nulis-nulis, dan pusing-pusing. Gue bisa bebas dari jeratan menulis tulisan yang pake mikir itu. Aheeyyy… Enje is back!

Beneran deh berasa banget bedanya. Nulis buat blog sendiri sama nulis tulisan pesanan yang diposting di web media lumayan besar sekelas Annida-Online, dan dibaca oleh pembaca setianya. Walaupun nulisnya pake style gue, tetep aja kayak ada beban yang menggelayut nggak mau pergi di pundak ini. Takut banget tulisan gue nggak sesuai harapan pembaca. Ujung-ujungnya jadi menurunkan pamor Annida-Online. Gawaaat! *berharap temen gue nggak nyesel minta tolong lagi*.

Kalau nulis di blog sendiri, mau nulis pake gaya kupu-kupu, katak, bebas, bahkan gaya batu juga fine fine aja. Punya banyak fans, alhamdulillah. Nggak punya, ya sudahlah…

Gara-gara tugas ini, kalau biasanya di bis gue gunain waktu buat update blog, kemarin-kemarin gue (sok-sokan) banyak mikir. Betapa selama ini gue nggak beryukur menjalani hidup sbagai seorang blogger. Udah punya blog, tapi ngupdate tulisan masih nggak sesering yang gue bisa. Udah punya blog, tapi isinya masih banyak unsur ketawa-ketiwinya dan minik hikmah. Udah punya blog, tapi kurang optimal menyebarkan kebaikan. Udah punya blog, tapi jarang komen sana-sini demi terus menjalin solaturahim. Huh, payah!

Dan segala sesuatu harus diambil pelajaran darinya kan, yeesss? Ok, melalui pengalaman nulis kemarin, gue akan bertekad untuk menjadi blogger yang pandai bersyukur.

Caranya?

Ya lawan kalimat yang gue sebut barusan…
InsyAllah bakal sein updte tulisan. InsyAllah bakal semakin menambah hikmah di tiap tulisan. InsyAllah bakal rajin komen. Dan insyAllah akan makin memposting tulisan-tulisan yang Enje banget deh (hheee, sok udah jadi blogger beken yan punya banyak fans). Ikan hiu makan penyu, yu’ ya’ yuuuuu’…

Pokoknya begitu deh intinya…

Terakhir, ambil cucian di rumah Desi… Cukup sekian dan terima kasiii.

^___^

13 comments

  1. Ina Chan · November 8, 2011

    di rumah ina juga boleh, ka..😀
    *komen geje

    ina udah baca tulisan kaka di annida online.. temanya berbobot, tapi bahasanya ka nj banget.. hehe.. two thumbs up.. b^_^d

  2. nurjanah hayati · November 8, 2011

    Ok: ambil cucian di rumah Ina. Cukup sekian dan tolong jangan dihina😛

    Thanx, na… Tp ttp aja klh jauh sm tlsn mbak syamsa hawa. Hhheee, yaeyyalaaa… Kelasnya aja beda🙂

  3. Ina Chan · November 8, 2011

    hihi, jago pantun juga ya ka nj..😀

    yaa, kayak kelas memasak dan kelas menjahit lah..
    berbeda tapi sama2 menghasilkan karya.. hehe..

  4. nurjanah hayati · November 8, 2011

    Uhuk3x… Anak betawi, gitu loh!😛

  5. Ina Chan · November 8, 2011

    aseeeeekkkk…
    ntar pas nikahan banyak petasan donk?? xixixi😀

  6. nurjanah hayati · November 8, 2011

    Hheee, banyak roti buaya😛

  7. Ina Chan · November 8, 2011

    Asal jgn buaya darat y, ka.. ihihi..😀

  8. Nobi Nobita · November 8, 2011

    aku bisanya motret ndak bisa nulis,etapi motret itu ky nulis lho,klu idenya g nampak fotony jg bakalan garing… Nomer wahid dr sebuah foto itu ad di idenya.. *ting! Efek lampu nyala*

  9. nurjanah hayati · November 8, 2011

    Ina: yaiyyalaaa, masa yaiyyadoooonk😛

    Mas Nobi: yep, no problemo… Yg penting blog-nya diurus terus🙂

  10. Mudhalifana "pia" Haruddin · November 8, 2011

    nurje, bukan aba kareba, pi aga kareba..fyi😛

  11. nurjanah hayati · November 9, 2011

    Hhiii, ada orang Makassar. Jadi malu *ngumpet😛

    Sip sip, mbak pia.. Thanx ilmuny…
    Aga kareba…😉

  12. 1st nas · November 9, 2011

    makan roti di pagi hari…

    enak tauu… (jamanna pantun ngga nyambung)he

  13. nurjanah hayati · November 9, 2011

    Pagi2 jakarta macet. Makan roti kudu bagi2… *pantun ngaco

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s