Kalau Bisa 2, Kenapa Meski 1?

MPwati: Apaaa? Si Enje menyetujui poligami? Gile-gile-gile…
Emang paling enak ngomongin begituan kalau beloman nikah. Tapi kalau udah tau gimana rasanya memiliki dan dimiliki,,, poligami? Nehi-nehi!

MPwati (yang lain): Atau jangan-jangan lo menyetujui program pembumihangusan ummat Islam secara terselubung ala orba aka KB? Ckckck… Nyebut, Nje, nyebuuuut!

Gue: Tenang, Mameeen! Gue ini masih waras ras ras ras.
Setuju sama poligami? Hheee, nokomen! *DesiRatnaSari mode0n
Setuju dengan KB? Apalagi! Ya enggak lah… Prinsip gue nanti, kalau bisa 9, kenapa harus 2? *eh?!

Ini melebihi poligami dan KB, kepentingan pembahasannya, Mameeen!
Karena ini menyangkut hajat hidup orang buaaanyak. Individu per individu. Wa bil khusus buat yang sering bilang “Capedeee… Udah sering doa masih nggak dikabulin apa yang gue minta!”. Ataupun yang pernah bilang gini, “Heran deh, kok doa gue nggak kunjung terjawab yah? Kurang apa coba… Doa udah, ibadah juga makin kenceng, eh masih nggak ada jawaban juga!”.

Pernah berujar statement di atas? Kalau pernah, postingan kalu ini beneran penting buat nyadarin keluhan lo itu. Kalau gue sih jujur pernah berada dalam kondisi kayak begitu. Tapi harap maklum, pliiisss… Namanya juga manusia: gudangnya keluh kesah!

Ngomongin doa yang nggak kunjung terjawab, gue punya dua cerita yang mudah-mudahan bisa menjadi pelipur lara buat gue, elo, kita semua yang lagi H2C menunggu jawaban doa kita.

Cerita pertama waktu beberapa hari lalu gue bincang santai dengan salah satu teman kantor, yang beruntung dapetin tiket umroh gratis dari kantor. Selain karena emang lama kerja, loyalitas n disipli ternyata ada faktor X yang menurut doi menjadi sabab utama keberangkatannya ke tanah suci beberapa bulan lalu.

Cerita punya cerita, ternyata si bapak ini punya cara unik dalam berdoa. Kalau sebagian kita mungkin berdoa mati-matian kayak gini: “ya Allah, wahai Dzat yang Maha Kaya, lancarkan rejeki dan pekerjaanku… Karuniakan aku rejeki agar dapat mengunjungi rumahMu… Percepat jodohku, pliiisss, ya Rabb.. Dllsb yang inti doanya ke-aku-an banget. Nggak usah jauh-jauh, gue juga suka gitu soalnya.

Kalau temen gue ini, doi beda banget!

“Saya paling seneng kalau denger ada orang yang mau berangkat haji atau umroh. Pasti langsung saya doain biar perjalananya mulus dan ibadahnya di sana lancar. Di jalan juga kalau ngeliat bis rombongan haji, hati saya bergetar banget. Kadang jadi nangis sendiri sambil doain mereka di atas motor, walaupun saya nggak kenal…”

Beuuuh, merhatiin nggak… kok malah doain orang terus ya? Kapan minta buat diri doi sendiri, dooonk?

Cerita ke-dua datang dari seseorang yang nggak mau disebut namanya. So, mari kita panggil dia dengan sebutan Markonah. Agak miris bin tragis sebenarnya cerita Markonah ini. Namun hati doi ini manteb buat dicontoh.

Belum lama, menurut penuturan Markonah ke gue, teman seruangan yang umurnya lebih muda dari doi, ngebagiin undangan nikahnya. Sebagai seorang wanita yang punya rasa punya hati n nggak bisa disamakan denga pisau belati, si Markon ini mendadak panas ngelihat undangan itu. Apalagi teman cowok di ruangannya menyindir-nyindir halus ke rah Markon. Makin jadilah api cembokur di dadanya. Dua lubang di kuping n hidungnya hampir Mengeluarkan asap pertandahati yang bengap.

Namun berhubung doi teman yang baik, rajin nabung n nggak sombong, hanya lantunan doa yang keluar dari mulutnya (fyi: katanya pagi itu sedang hujan sederas-derasnya). Dengan penuh keikhlasan dan jauh dari iri dengki, Markon berdoa setelah dhuha empat rakaat.

“ya Tuhanku… Karuniakan kesehatan kepada temanku dan calonnya hingga hari H. Mudah-mudahan proses menuju hari H nggak ada rintangan suatu apa. Acara hari H-nya pun berjalan lancar. Mudah-mudahan mereka memang jodoh dunia akhirat. Keluarganya nanti kau jadikan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Aamiin”

Walaupun perih dilangkahin terus oleh teman-teman sekitar, tapi ia tetap menampakkan wajah ceria di hadapan mereka. Dan taukah, MPman MPwati… Paginya doi berdoa seperti itu, siangnya… Jengjeng, tarraaa, degdeg degdeg degdeg… Teman kampusnya menelpon menawarkan Markon untuk melakukan proses taaruf dengan kenalannya. Masya Allah, sesuatu yeeaaah!

Nah, nenek dan kakek kita, bayi baru berojol, hingga rumput yang bergoyang pun tau ya kesamaan kisah dua orang teman gue itu. Sama-sama menginginkan sesuatu dan sama-sama menjemputnya dengan mendoakan orang lain terlebih dulu. Nggak pelit doa. Paham betul kalau ada seorang hamba mendoakan saudaranya dan yang bersangkutan nggak mengetahui sedang didoakan, maka malaikat mengamini dengan mngatakan, “doa yang sama untukmu, wahai Fulan”.

Great! Amazing! Mantafff! Kalau doain orang lain akan berakibat dikabulkannya doa yang didoain dan yang ngedoain, masih mikir untuk pelit doa alias doa buat diri sendiri aja? Wa wa wa waduuuh… Sayang baeudh!

Eniwey, hari ini udah doain siapa aja kah?😉

6 comments

  1. Rin Sakura · November 16, 2011

    kali ini g ksih kripik deh, ksh do'a aja😀
    gw do'ain enje deh biar Alloh SWT slalu menuntun dan meridhoi jlannya utk menyebarkan kebaikan dan juga segera di berikan pendamping yg dpt menjadi partner enje utk menyebarkan kebaikan ini. aamiin.🙂

  2. nurjanah hayati · November 16, 2011

    ih, manteb banget doanya… xiexie😀
    doain mbak rin balik: sama. biar makin jadi SM*SH aka Super Muslimah SoliHah😛

  3. Milka Anggun · November 16, 2011

    fresh bgt mba bahasa blog ini😀

  4. nurjanah hayati · November 17, 2011

    Miruka: sayang nggak bs dmakan yeesss… *ini buah apa blog?😛

  5. Mudhalifana "pia" Haruddin · November 17, 2011

    doain markonah dapat jodoh yang shaleh dll yang paling baik dah…^^ aamiin

  6. nurjanah hayati · November 17, 2011

    aamiin😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s