(Berasa) Naik Kapal Titanic!

PROLOG:
Hallohaaa, MP Mania… Bener-bener kanggen kalian semua deeeh! Do you?😉

Kalau ada yang rajin merhatiin, pasti bertanya-tanya… “Kok belakangan si Nj kurang aktif nge-blog, sih? Notes noraknya itu lho… Jarang berseliweran di inbox gue!” atau jangan-jangan ada yang H2C menanti postingan notes gue? Hayooo, ngaku hayooo…! *minta digeplak ya lo, Nje?!

Orek, dengan segala kerendahan hati gue mau mengungkapkan fakta knapa kenapa kenapanya deh buat kalian semua teman-temanku tercintah!

Kira-kira satu minggu menjelang tanggal muda, itu berarti kala itu masih tanggal tua… Jederrr! Pulsa paket internean gue yang ngakunya unlimited, itu habis, Sodara-i! And you know, betapa hampa hari-hari gue tanpa barang yang satu ini. Ibarat koboy yang punya senapan laras panjang (baca: Smartphone) tanpa peluru di dalamnya (baca: pulsa internet). Sediiih? Buanget! Ngenes, tepatnya…

Apalagi sepanjang perjalanan rumah-kantor kantor-rumah yang lamanya biasanya sama dengan satu notes gue… bener-bener mati gaya! Fyuuuh…

Kok nggak pake laptop n disave di flash disk, then diposting pake fasilitas internet kantor sembari kerja?

Duh, buat apa gue punya smartphone kalau ujung-ujungnya pake internet kantor? Lagian, enakan nulis sekali duduk langsung posting! Adrenalin kayak berpacu dengan tiap putaran roda bis yang gue tumpangi. Sampe rumah udah harus posting. Ihiiiyyy!

Nah, begitu kurang lebih prolog tulisan kali ini. Mudah-mudahan sedikit menghibur kekecewaan kalian terhadap diri gue ini. And… Ada yang jauh lebih penting dari prolog ini (masalahnya, adakah yang mengatakan bahwa prolog di atas penting atau bahkan lumayan penting? o_O), yakni pengalaman pertama gue (berasa) naik kapal Titanic. Bener-bener amazing deh… Penderitannya!😛

Eniwey… Kalau gue sebut kata Titanic, kata apa yang berseliweran di benak kalian? Kapal raksasa, Ros, Jack, atau kaum bangsawan?

Yep, nggak ada yang salah. Cuma ada satu hal yang harusnya nggak boleh terlupa: ditempatkannya orang miskin nan papa di tempat paling bawah kapal dalam jumlah yang banyak pula. Bak ikan teri yang ditaro dalam satu ember. Ckckck…

Nah, itu dia yang bakal gue share di tulisan kali ini. Tepatnya pengalaman gue naik gerbong pertama kereta ekonomi non AC jurusan Pdk Ranji-Tanah Abang, yang suasananya persis seperti lantai paling dasar kapal Titanic. Bejubel n nggak manusiawi! Yang ngebedain mungkin cuma satu: nggak adanya sosok bertampang Jack, sepanjang mata ini memandang. *Hiks… Nje kurang beruntung!

Lazimnya, sebobrok-bobroknya kereta di negeri kita, kan masih ada bangku, yeesss? Tapi dalam gerbong kereta yang gue juluki kereta Takpanik, bangkunya bener-bener NIHIL, booow! Yang ada hanyalah hamparan manusia yang duduk ngedeprok beralaskan koran bekas. Hanya di depan pintu yang tak berpintu aja yang nggak ada orang duduknya.

Udah gitu, bukan hanya hampara manusia duduk aja. Aneka barang dagangan pun tumplek jadi satu di dalamnya. Ada rambutan, opak yang segede-gede gaban, empek empek, cabe merh keriting, bawang putih, payung, sampai sapu lidi! Belum lagi para pedagang asongan yang maksain hilir mudik di antara para penumpang yang duduk.

Gue yang memutuskan nggak ikut-ikutan duduk dan tetap berdiri di dekat pintulah yang sepertinya paling merana. Selain harus rela berbagi jalan dengan para pedagang, menghirup asap rokok dari para mahluk paling oon sejagad raya, gue juga harus menyeimbangkan badan kala belokan atau jungglengan menghampiri. Satu-satunya jalan agar seimbang, mau nggak mau ya harus memegang bahu orang di depan gue. Huwaaa… Ampuni hambaMu ini, ya Allaho_O.

Tapi overall, gue melihat kehiupan lain Jakarta di tempat ini. Merekalah orang-orang pinggiran Jakarta yang gigih mencari rejeki sejak pagi. Walaupun hanya menjual barang-barang atau makanan orang kecil, tapi semangatnya kudu diacungin dua jempolll!

Belom lagi banyolan khas orang pinggiran yang sebenarnya menurut gue nggak lucu lucu banget, tapi suasana yang membuat bibir ini mesem mesem ngedengernya. Misal: waktu gue baru aja masuk ke gerbong itu, beberapa orang udah “menyambut” dengan sok SKSD-nya:

“Masuk, Teteh… Mau beli apa? Semua ada di sini. Cabe merah, ada. Bawang putih, ada. Empek empek, ada. Payung juga ada… Dipile dipile dipile…”

Eeaaa, ini kereta apa pasar, sih? (batin gue)

Eiya, gebong ini juga lebih humanis ketimbang busway yqng tiap malam gue naiki. Kalau di busway, hampir seluruh penumpangnya doyannya nunduk memandangi dan sok sibuk sama BB masing-masing. Kalau di sini… Orang-orangnya kayak udah akrab satu sama lain. Ngobrol sampai terbahak-bahak, saling “menggoda” alias ceng-cengan, sampai mencipta permainan layaknya anak SD: saling lempar koran bekas alas duduk yang dibuntel-buntel jadi bola-bola kertas. Yang keimpuk nggak ada tuh yqng cemberut. Semua happy happy aja ketawa ketiwi. Hhiii, kayaknya gue mau ikutan main aja dah. Keliatannya seru banget!

Buat yang udah sumpek sama rutinitas kehidupan Jakarta, kayaknya penting buat sekedar refreshing sekaligus memuhasabahi diri betapa masih beruntungnya kehidupan kita. Apalagi buat yang bercita-cita mau jadi pemimpin, rasain deh kehidupan rakyat kecil di tempat-tempat kayak begini.

Cuma satu yang gue sesalkan sampai kereta berhenti di stasiun Tanah Abang… Bener-bener nggak ada sosok bertampang Jack di mari!😛

6 comments

  1. Rin Sakura · November 30, 2011

    yesss. as one of your middle fans, who always 'catch up' for your article, have been waiting for so long to read another 'new n hot' from you #lebay mode on😀
    next time coba naek kreta ekonomi jkt-jogja, ntu org2 yg jualan jam 2 and 3 pagi tp teuteup keukeuh n semangat🙂

  2. nurjanah hayati · November 30, 2011

    ohok ohok ohok… jadi bikin batuk2 nih komenan yang pertama😛

    mau mau mau… mau naik kereta Jakarta -Jogja😀

    kapan, yeesss?🙂

  3. Rin Sakura · November 30, 2011

    g nyangka enje penyakitan :p

    kpn y? hemm… pas gw wisuda aja dah ( hope it will soon😦 )

    eniwey idenya menulis dlm sarana transportasi blh juga tuh, selama ini hany berani mengamati org, tanpa mampu menuliskan dan menyusunnya dlm rangkaian kata dan tulisan🙂

  4. nurjanah hayati · November 30, 2011

    iya nih, penyakitannya dateng kalo ada yg muji. huehehehe…

    ayo nulis apa aja yang paling dekat dengan kita…! hhee, cuma itu yang gue bisa, Mbak😛

  5. li4h Lia · November 30, 2011

    bookmark dulu. tar bacanya :p

  6. nurjanah hayati · November 30, 2011

    eeaaa…

    gaya beudh bahasanya, bookmark, bo!😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s