Bumi Cinta vs Galaksi Cinta

MPmania… pernah merasakan gimana Beda asyiknya mencinta di Bumi Cinta dan Galaksi Cinta? Ah, no no no, harusnya pertanyaan pertamanya adalah: tahu atau pernah dengar istilah Bumi Cinta dan Galaksi Cinta?

Kalau ada yang bilang pernah, ah, ngibul banget tuh orang! Secara, dua istilah (di blog) ini gue yang buat. So, udah pasti nggak ada yang tahu atau pernah dengar dua istilah di atas. Gue jamin! #sok!

Halah, berbelit-belit, nggak to the point!

Baiklah baiklah baiklah… Awalan, Tepatnya setelah menyelami dunia cinta Ajuj dan Kinanthi dalam novel keren bin oke maha karya Mas Tasaro GK yang nggak baca bakal nyesel tujuh turunan delapan tanjakan (lebeh tapi fakta), gue pun mendapat impress tersendiri dari judul yang doi aangkat: Galaksi Kinanthi. Mantafff!

Emang dahsyat dah aktivitas membaca. Dari novel itu, dua istilah berkaitan dengan mencinta, berkelebat gelisah dalam benak gue bermalam-malam. Eit, jangan salah kira, minta dituliskan, maksudnya. Hheee…

Satu bisikan aneh terus terngiang membisik sampai mengganggu tidur gue: duhai, Enje… mencintalah siapa saja. Tapi…. Mencintalah di Galaksi Cinta, jangan di Bumi Cinta!

Dan selalu aja, tiap gue mendongakkan kepala dan bertanya ‘kenapa begitu?’, BLAST! Bisikan itu seperti hilang terbawa angin lalu. Yaaahhh…

Finally, beberapa malam gue pikir pikir dan timbang timbang, dapatlah itu jawaban yang gue karang sendiri pake jurus sakti mandraguna: kirologi! (baca: ilmu yang mempelajari tentang kira-kira)

Mau tau mau tau mau tau, jawabannya? *pakai gaya Ust. Maulana😛

Begini jawabannya…
Pertama, mari kita bandingkan dari segi ukuran dan besarnya. Yang namanya galaksi (bima sakti), kan lebih lebih luas dari bumi, yeesss? Secara, bumi aja, kan, hanyalah satu di antara sekian juta biintang di galaksi (bima sakti). Jadi, kesimpulan gue: mencinta di Galaksi Cinta, itu konteksnya selalu lebih luas dibanding mencinta di Bumi Cinta.

Mungkin ini ada hubungannya juga sama kondisi kekinian di mana di mana di mana banyak muda mudi yang memaknai kata cinta sebatas hubungan laki-laki perempuan. Gue cinta elo, selesai! Cuma melibatkan dua insan, dibatasin syarat-syarat fisik pula. Kalau bahasa gue: cuma mencinta di Bumi Cinta. Sempit banget jangkauannya!

Beda kalau mencinta di Galaksi Cinta. Widiiih… Makna cinta yang bersemi di sana luas b-g-t. Luas seluasnya! Ada gue, elo, dia, mereka, kita semua yang saling mencinta tanpa dibatasin syarat-syarat fisik yang sering bikin sirik. Gue cinta nyak babeh gue. Elo cinta guru, ustadzah, n dosen lo. Mereka yang kaya cinta yang miskin. Dan kita semua cinta sodara-i seiman di Palestina, Afgan, Bosnia, Pattani, Myanmar, n di belahan bumi lainnya. Wow, this is it! The biggest love in Galaksi Cinta. Aheeyyy!

Then, Alasan kedua kenapa kudu mencinta di Galaksi Cinta ketimbang Bumi Cinta (noted: masih memakai ilmu kirologi, lho, yeesss!), mari kita bandingkan dari sisi hingar bingar yang terjadi di dalam keduanya. Kerumitannya masing-masing.

Semua sepakat kalau di belahan bumi manapun, selalu ada hingar bingar. Mau itu berupa KDRT, perploncoan dalam ospek mahasiswa, tawuran ala pelajar camen, human trafficking, big hole antara si kaya dan si miskin, gunung meletus, banjir bandang, pembalakan hutan, dllsb.

Intinya, di bumi itu terjadi hingar bingar. Tapi di galaksi (bima sakti) yang jauh lebih luas dan besar, hingar bingarnya lebih lebih. Gue nggak ngerti-ngerti amat, actually. Tapi yang gue tahu, di sana sangatlah rusuh. Nggak beraturan. Tiap waktu terjadi tumbukan, tabrakan antara satu bintang dengan bintang lain. Dhuaaarrr, jelegaarrr, pletaaarrr! So busy! *Hheee, sorry, cuma itu yang gue tangkap dari novel Galaksi Kinanthy😄.

Gue cuma mau bilang, kalau kita mencinta di Galaksi Bumi, hingar bingarnya, gesekan-gesekannya, kalah jauh sama kalau kita mencinta di Galaksi Cinta.

Di Bumi Cinta, hingar bingarnya palingan cuma berkisar antara fisik lo sudah nggak bohay lagi, atau sudah ada yang kebohayan fisiknya melebihi lo, atau ortu gue sudah memilihkan yang lain (halasan!), atau bahkan dompet lo udah makin tiris! Hheee.

Tapi di Galaksi Cinta, hingar bingarnya… Beuwh… Banyak ujiannya! Bisa karena ortu kita sudah semakin uzur hingga membutuhkan kesabaran n kecintaan yang lebih lebih, bisa karena ustadzah kita pingin bacaan Quran muridnya lebih bagus lagi makanya nggak kunjung dilulusin, bisa karena banyak yang jadi orang kayanya instan bin simsalabim sampai lupa sama mereka yang kondisinya sama kayak kondisi dia dulu, bisa juga karena ada super power zolim di tingkat dunia sampai keadilan di depan matanya sirna. Intinya, rumit banget. Complicated kalau kata Avril Lavigne😉 .

Tapi eh tapi… Kerumitan dan hingar bingarnya yang super dahsyat itu lah yang membuat mencinta di Galaksi Cinta lebih berasa keabadiannya. Bukan cuma sebatas riak riak rasa, tapi sampai ke ombak rasa. Jangan coba-coba ganggu ortu, ustadzah, si miskin, dan sodara seiman gue. Kalau nggak… Byuuurrr! *bunyi ombak

Hheee… Agak seriusan n sulit dicerna, yak? Lagi lagi, begini nih dahsyatnya sebuah buku bacaan. Bisa menggoda mazhab kepenulisan yang selama ini kita anut!

Last but not least…
Mari, mari sama-sama belajar mencinta di Galaksi Cinta…😄

[tulisan paling sotoy si Enje😉 ]

12 comments

  1. Rin Sakura · Desember 28, 2011

    tulisan paling sotoy? enggak ah this one is the smartest, i think😀
    berangkat dr resume buku ini jadi bikin penasaran baca bukunya🙂

  2. Mudhalifana "pia" Haruddin · Desember 29, 2011

    Sotoy ya? Enak, palagi sotoy ayam B-)

  3. nurjanah hayati · Desember 29, 2011

    Mbak rin: smartest? Ow really…? #idungkembangkempis😛
    Bagus bgt bukunya. Recommended sangad! Baca buku smbl travelling keliling dunia, bikin galau dengan cinta si tokoh utama, dipadu dgn realita indonesia n islam. Aheeyyy, 2 thumns up!🙂

  4. nurjanah hayati · Desember 29, 2011

    Mba pia; enakan cotoy makacar😄

  5. li4h Lia · Desember 29, 2011

    Aku suka Galaksi Kinanthi, berharap ada sekuelnya. Abis rasanya nanggung.
    Ganti mazhab gimana, Nje maksudnya?

  6. nurjanah hayati · Desember 29, 2011

    yep, sami…
    Nanggung, tp ga murahan endingnya. Keren sangad… N bakal lbh keren klw ada sekuelnyaaaa🙂

    Iya, jd nulis yg serius2 getoh… Biasa kan anti yg serius. Hheee

  7. li4h Lia · Desember 29, 2011

    Kalo serius saya malah ngerti, Nje. Kalo becandaan mulu suka bingung bacanya😀

  8. nurjanah hayati · Desember 29, 2011

    hoooo… ixixix, gitu toh?😛

  9. Rin Sakura · Desember 29, 2011

    yah aklum mbak lia, enje kan masih abeghe labil getho yg doyannya becandaan, piss nje😀
    dua org yg sdh merekomendasikan, hemm… harus cr peminjaman ni😀

  10. nurjanah hayati · Desember 29, 2011

    yep, bener banget. aye kan masih muda😛

    kudu wajib fadhu ain a must have to should baca tuh buku!🙂

  11. li4h Lia · Desember 29, 2011

    @ Rin: saya dulu pinjem di perpus. Mungkin ada di perpus daerah. Kalo gak ada berarti perpusnya gak keren :p

  12. Rin Sakura · Desember 29, 2011

    okeh siap😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s