Ilmu PeDe

Hai hai hai… MPmania yang masih suka menilai seseorang by the cover, angkat kakiiiiii (#eh)! Ada ada ada?
Kalau ada… Sami, donk! Hheee…

Orek, berhubung kondisi kita sama adanya, it means gue nggak bakalan ngajak kalian membuat paguyuban orang sok tewu, apalagi mengajari kalian bagaimana sih teknik melihat seseorang secara utuh, bukan cuma dari luarnya. Beneran deh bukan… Sadar diri gue mah.

Tapi kali ini, gue cuma mau mensharing apa yang gue dapat dari”talim eksklusif” bareng Agus Idwar. Tau tau tau? Itu lho, mantan personel tim nasyid Snada yang belakangan sering ngeksis di jagad tvri saban subuh.

Doi memaparkan satu kisah klasik tentang dua orang: ahli ibadah n ahli maksiat di zaman nabi Musa as. Keduanya mendatangi Musa untuk menanyakan kepada Allah, di manakah posisi mereka di akhirat nanti?

Sampai akhirnya, datanglah keputusan Allah untuk keduanya. “Kau akan memasuki surgaNya Allah, wahai ahli ibadah,” kata Musa.

“Tuh kan, tuh kan, tuh kan… Gue bilang juga apa, gue itu udah pasti masuk surga!” Timpal si ahli ibadah.

“Dan kau ahli maksiat, di akhirat nanti kau akan masuk ke neraka-Nya Allah,” lanjut Musa.

Wuih… So pasti sedih, yeesss…

Tapi tahukah MPmania, apa jawaban si ahli maksiat?

Eng ing eng… Great! Dengan penuh kerendaan hati, doi menimpali perkataan Musa, “Ya Allah, terima kasih banyak karena Kau telah memberiku tempat di akhirat nanti walaupun di neraka. Kukira tidak akan ada lagi tempat di akhirat sana untuk ahli maksiat sepertiku. Sekali lagi, terima kasih, ya Allah…”

Dan blast! Kun fayakun, Jadilah maka jadilah! Turun lagi ketetapan dari Allah. Karena kesombongannya, ahli ibadah akan dimasukkan ke dalam neraka, sedang ahli maksiat, karena kerendah hati n besarnya rasa syukur, Allah akan masukkan doi ke surgaNya.

Ahli ibadah tersedu sedan, menangis sejadi-jadinya, menyesali setitik kesombongannya yang merusak segala amalnya kemarin kemarin, dan bersegera bertobat.

Doi menerima keputusan itu dengan satu syarat. “Ya Musa… Tolong sampaikan kepada Allah, aku pasrah memasuki nerakaNya. Tapi ada satu permintaanku… Tolong besarkan badanku hingga menutupi pintu neraka setelah aku memasukinya. Karena aku tak ingin ada satu orangpun yang memasukinya setelahku. Aku tak ingin orang orang juga merasakan apa yang akan aku alami di nerakaNya,” rengeknya sambil tersedu sedan.

Dan sekali lagi… Blast! Kun fayakun, Jadilah maka jadilah! Ia yang Maha Mendengar, menerima tobat si ahli ibadah dan mengabulkan harapan tulus nan besarnya. Ketetapan baru muncul, keduanya akan memasuki surgaNya. Co cwiiit, yah, eding ceritanya…🙂

Nah nah nah… Dapat point dari cerita di atas? Yang masih nggak mudeng, wokeh lah kalau begetoh, mumpung gue lagi baik, nih… Gue jelasin deh beberapa pelajaran yang bisa kita tangkap.

Setidaknya ada dua pelajaran. Yang pertama, sadar atau nggak, kita itu sering berlaku seperti si ahli ibadah. Yah, mungkin nggak secara lisan, tapi secara laku maupun fikiran.

Di otak kita pasti masih tertanam, orang yang rajin ibadah itu pasti deh masuk surga. Dan nggak jarang, pemikiran itu pula yang melandasi segala amal ibadah kita. Kalau kalian enggak, gue sih jujur kadang iya. Pun dalam menilai orang lain, gue masih suka tersekima dengan orang yang sholat tahajjudnya rajin, bacaan n hafalan Qurannya oke punya, puasa sunnahnya pooolll, dll yang baik baik. Masih suka silau n jiper gitu deh sama orang orang macam mereka.

Padahal kan, kalau dari cerita di atas, siapa yang tahu hati orang n siapa yang bisa mencegah ketetapanNya? Wong Dia Maha Berkehendak, kok. Maha Tahu kondisi hati orang dalam beribadah, ikhlas atau cuma biar dilihat orang. Hidung siapa (baca: who knows…), kan?

Yah, tapi jangan jadi malas ibadah juga, right? Karena ibadah itu kan juga menjadi salah satu pintu untuk mengharap ketetapan baikNya Allah… Bukan begituh? Lagian, mau kita ibadah atau nggak, nggak ada ngefeknya sama Dia… Who you? Yang ada, kalau kita nggak beribadah, kita kaleee yang rugi!o_O

Pelajaran kedua, ini buat siapa aja yang ahli maksiat, termasuk juga gue. Kan namanya juga manusia, punya nafsu yang memungkinkannya menumpuk dosa, yeesss. Remember selalu… Allah itu Baiiiiiiiiiik banget! Jangan pernah terucap, “Udah kepalang tanggung! Udah kebanyakan dosa gue. Susah buat diampunin. Mending ngedosa aja dah lagi…”

Beuwh… Kata siapa susah diampunin? Nggak ada yang nggak mungkin bagiNya, kaleee… Lah, pelacur yang ngasih minum anjing yang sedang kehausan aja masuk surga, kok… Pembunuh yang udah bunuh 99orang pun akhirnya masuk surga juga.

So, mari… Mari kita sama sama kembali padaNya. Surga bukan cuma buat yang berjilbab, apalagi buat para ustadz. Enak aja… Luas banget itu surga!

Yang penting, jangan kePeDean dah jadi orang. Ibadah mah ibadah aja. Jangan kePeDean bakal diterima itu ibadah kita n jangan nggak PeDe juga ibadah kita nggak bakal diterima olehNya. Yang sedang sedang sajalah… *jadi pengen ngedangdut, nih😄

20 comments

  1. Lhinblue Alfayruz · Januari 11, 2012

    intinya,, roja' n khauf ya ka..
    ketika beramal sholih slalu sertakan dua hal itu..
    roja',, berharap Allah nerima amal sholih qta hingga qta bsa dapet 10 pahala amal..
    khauf,, takut amal kita rusak hanya karna niat yg bukan karnaNYA,, bhkan bsa jd pahala amal qta dicampakkan ke muka qta..

    jzk ka atas pengingatannya pagi ini..😀

  2. nurjanah hayati · Januari 11, 2012

    yayaya… bisa, bisa. itu bahasa planetnya😀
    waiyyaki…

  3. Rin Sakura · Januari 11, 2012

    tak kasih lagunya veti vera deh ' hidup ini jangan serba terlalu yang sedang-sedang saja'
    jadi jangan 'terlalu' pede😀

  4. we&t3a ^_^ · Januari 11, 2012

    Mm..iya kakak..akuh akan belajarhh…😀

  5. nurjanah hayati · Januari 11, 2012

    mbak rin: jiiaaahhh… ternyata eh ternyata, die doyan dangdut jugaaaa😛

    ka phi: goooood… adik yang pintar #eh, kebalik!😀

  6. Helma Risanti · Januari 11, 2012

    laik dis yoo…

  7. li4h Lia · Januari 11, 2012

    Komen pertama itu keren deh. Suka lupa tuh dg soal berharap n takut sm Allah.
    Jgn berhenti usaha aja. Makasih diingetin.

  8. nurjanah hayati · Januari 11, 2012

    ka helma: siiiip, dah🙂

    mbak liah: iya, kayaknya komentator pertama itu pakarnya bahasa planet aka tarbiyah😛

  9. li4h Lia · Januari 11, 2012

    Wkwkwk di MP ini emg banyak yg pinter2, sholeh/sholihah. Smg aja yg dudulz kaya saya ketularan. Aamiin.

  10. nurjanah hayati · Januari 11, 2012

    kalau mbak Liah dudul… aku apa donk?😛

    ah, jangan merendah, donk… tiap orang punya kelebihan, n kelebihan yang buat Mbak Liah makin terlihat solehah itu: jago masak-nyaaaaaa… ^__^b

  11. Mudhalifana "pia" Haruddin · Januari 11, 2012

    Like dis😉

  12. nurjanah hayati · Januari 11, 2012

    xie xie…🙂

  13. taufik kurrohman · Januari 11, 2012

    Punten itu sumber cerita kang agus dari mana ya?apakah israiliyat ato dr hadits?punten :)…

  14. nurjanah hayati · Januari 11, 2012

    wah wah… aku ga tanya, Mbak..
    Act, itu bukan talim sih, cuma diskusi santai aja, tapi cuma mas agus, aye, n satu orang teman. makanya dibilang talim eksklusif🙂

  15. li4h Lia · Januari 11, 2012

    iya sih, gak boleh terlalu merendah, nanti terjerumus menjelekkan diri sendiri. cukup diri sendiri aja deh yg tau mana yg harus diperbaiki.
    he..keliatannya jago masak ya? Aamiin aja deh :))

  16. nurjanah hayati · Januari 11, 2012

    sip sip… bener beudh, Mbak Liah…🙂
    keliatan banget dari foto2 di flickr-nya :DD

  17. li4h Lia · Januari 11, 2012

    😀

  18. nurjanah hayati · Januari 11, 2012

    😉

  19. we&t3a ^_^ · Januari 14, 2012

    hmmm..enjeh..mainanntya guwe eloh nihh… end nya kapan? #eh :))

  20. nurjanah hayati · Januari 16, 2012

    kapan aja boleeee…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s