A to Z: Tribute to Jakarta

Aheeyyy… anak Jakarta mau curlem alias curhat malem-malem. Betapa semakin ke sini, kian tersayat dan tercabik hatinya. Cintanya pada tanah kelahirannya, keknya makin menipis pis pis pis dari hari ke hari. Dibilang nggak cinta sih bukan, cuma makin nggak nyaman aja tinggal di mari.

Eh tau nggak apa penyebabnya?

Fyuuuhhh… tolong jangan ada yang tersinggung dengan tulisan ini. Ga bermaksud membuat dikotomi antara si empunya Jalarta n pendatang, just curhat, gitu loch.

Hanya saja… fakta berbicara kalau penduduk asli Jakarta semakin tergusur dari kampungnya. Iya contohnya gue ini. Jang sudah mengungsi hingga Tangsel akibat kena gusur! Kasian banget keluarga gue, yeesss…

Lanjut… sementara gue n orang Betawi lain makin minggir ke luar Jakarta, eh yang di luar Jakarta malah makin berjubel di mari. Mau ngadu nasib denger-denger, sih. Nggak peduli Jakarta udah penuh sesak.

Ohenje, bukan cuma sampai di situ ternyata. Padahal tadinya kampung gue masih banyak lahan hijau yang sedap dipandang mata. Qok sekarang jadi banyak lahan yqng membentuk gunungan sampah, sih? Rasa-rasanya nggak ada satu tempat yang nggak ada sampahnya! >_>

Sialnya, bukan cuma sampah yang jadi masalah. Transportasi umum n pribadi juga bikin keki. Udah berusaha idealis dengan naik angkutan umum. Uhuhu… ternyata di jalanan jadi masyarakat kelas tiga aka yang tertindas.

Vak (*maksa) supir Metro Mini n Kopaja udah pada kayak orang kesurupan kalau bawa penumpang. Waduh ditambah jalanan kok udah kayak show room motor! Xixixi, satu lagi: mobil mobil pribadinya juga pada betah yak, berlama-lama dalam kemacetan?!

Yah, emang udah takdirnya Jakarta, kali yeesss… Zero kesadaran membangun dari penduduknya, cuma mau dapat duitnya aja… o_O

*di MM 69 yang supirnya kayak orgil: marah-marah ke penumpang pakai kata-kata kasa

Fakir Asmara

Eeaaa…pagi pagi menebar virus galau. Hisablah, eh insaplah kau, wahai NJ!

Judulnya ngenes abiiisss. Nyaris sejenis sama lagu dangdut jadul miris macam gubug derita n sepiring berdua, yang kalau didengar makin bikin mau nangis. Sadis!

Eiiittt… Jangan salah kira dulu, Mamen… Tulisan gue kali ini bener-bener jaaauh dari cengengisme n galauisme, tapi dekat n pas buat para jomblo, eh, single macam gue, elo, kita semua! *yang ngerasa aja deh yeesss…

Fakir asmara… Apaan tuh?

Ya gitu deh, setipe sama fakir miskin. Cuma beda kata kedua n objeknya aja. Kalau fakir miskin itu minim harta. Fakir asmara minim pengalaman cinta. Ngerasa? Hheee, sama! Sedih bin resah? Nggak usah!

Eh tapi tergantung juga sih… Kalian masuk fakir asmara kelompok yang mana? Menurut (bukan) penelitian (bukan) seorang Psikolog, Enjewati, para fakir asmara itu dikelompokkan dalam dua: jomblo n single. Bedanya?

Jelas banget ada satu perbedaan fundamental (*apa sih?) walaupun sama sama belum punya pasangan HALAL. Seorang single sejati meyakini secara sadar dan sepenuh hati bahwa tiap orang sudah ada jodohnya masing masing. Nggak bakal ketuker selama proses pencariannya dilakukan secara benar. Sebaliknya, seorang jomblo sejati merasa dunia begitu kejam. Ketika banyak cewek sudah berpuluh kali ganti pasangan BELUM halal, eh doi belum sama sekali menyicipi world of love! Ngeneesss, nggak yakin sama ketetapan Tuhannya, sih!

Walhasil, perbedaan paling fundamental kedua… Seorang single sejati nggak mengenal yang namanya kesepian n kesendirian dalam kamus hidupnya. Sesekali merasakan dink, tapi akan dibasmi dengan aneka kegiatan yang menyibukkan dirinya. Ciiaaattt… Wachaaawww…! *pasang kuda-kuda ala Jet Li.

Sedang seorang jomblo sejati, otaknya cuma dipenuhi dengan kata-kata negatif yang menggambarkan ke-belum laku-annya. Bahkan sering buang energi dengan memutar dan memeras otak, gimana caranya biar cepat laku? Lautan kan mereka arungi, gunung kan mereka daki biar nggak jomblo lagi. Eeaaa… Lebeh!

Eniwey, ada satu ungkapan yang dibuat oleh anak SMA jangan sekarang untuk menggambarkan perbedaan single n jomblo:

“Single itu PRINSIP. Jomblo itu NASIP!”

Hheee…

So, buat para fakir asmara dari kalangan jomblo, bertobatlah segera! Jadikan masa sendiri kalian sebagai masa paling produktif. Lakuin apa aja hal hal positif yang kalian senangi. Bisa jadi, ketika telah expired masa sendiri kita, semua yang kita senangi nggak memungkinkan untuk direalisasi. Hidung siapa, kan?

Kalau nggak empan juga itu aktifitas, yah perbanyak doa aja dah. Ada satu doa di zikir pagi n petang yang gue suka n kayaknya sih pas buat para jombloers.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari rasa sedih dan duka. Dari sifat lemah dan malas. Dari sifat bacul dan kikir. Dan dari lilitan hutang dan penindasan manusia.”

*versi Arab-nya cari sendiri, yeesss…

Kalau masih nggak empan juga… Wassalam. Hheee.

Terakhir, ikutin gayanya si @Pocong di twitland saban malming (dengan sedikit gubahan):

Yang single mana suaranyaaa…?

XD

Kucing Teriak Kucing

Waaah… Kemarin tanggal 14 Februari yah? Katanya hari kasih sayang yah? Hmmm, kalau gitu gue (nggak) mau ngucapin met valentine, ah. Nggak meaning! Sepokat nggak, MPmania?

Kenapa kenapanya pasti kalian sudah banyak tau n lebih paham dari gue. Secara, informasi sudah merajalela berkat internet. Tinggal kasih jampe jampe alias kata kunci ke Mbah Dukun, eh, Mbah Google, tarraaa… Terbongkar deh pembodohan ummat atas nama cinta yang berkedok valentine!

Fyi: buat yang punya akun twitter n yang nggak doyan ribet, mending ikutin pembahasan tentang valentine yang ada di kultwitnya akun @Annida_Online ajah. Hashtag-nya #VD. Komplit plit plit plit. Dijamin! *pomosi.com XD

Eh tapi… Emang bener deh, dari masa ke masa, yang namanya valentine day itu dari dulu hingga kini full of humanity tragedy! *bener nggak sih Inggris-nya?

Salah satu buktinya, kemarin sore di Jakarta ada geromboloan kucing teriak kucing. Actually mau nyebut maling teriak maling, sih! Tapi kasar banget. Nggak tega gue. Nah, berhubung maling punya kesamaan sama kucing: sama-sama berakhiran ing dan kalau mencuri dengan cara mengendap-endap, mending pakai istilah kucing teriak kucing, kan? Walaupun pada hakikatnya mereka juga maling. Hheee.

Eniwey, ada yang tau siapa mereka? Yep, merekalah para kucing si pencuri aqidah Islam, kucing si pencuri moral remaja Indonesia, kucing si pencuri kelamin sejenis, dllsb kucing dengan aneka profesi menyesatkan! *sori nggak sebut merk

Nah, tragisnya lagi, para maling, eh kucing ini, menghendaki dibubarkannya satu kelompok yang kalau di Indonesia namanya Polisi. Bedanya, ini polisi yang lebih sering memakai cara frontal dalam menegakkan kebenaran. Misalnya, tutup paksa tempat hiburan malam kala ramadhan. Atau yang santer belakangan, mendemo rumah salah satu kucing yang merusak moral remaja Indonesia dengan video mesumnya.

Hhaaa… Menurut MPman MPwati, benarkah yang dilakukan Polisi ini? Terserah kalian mau bilang gue Islam garis keras atau apalah namanya, tapi gue cukup sepakat dengan cara mereka.

Why? Why? Why?

Soalnya, setau gue menegakkan kebenaran itu kan ada dua jalan yak? Amar ma’ruf nahi munkar aka mengajak kepada kebaikan dan menumpas kemungkaran. Nah, menurut gue lagi nih… Di Indonesia itu surganya amar ma’ruf. Udah banyak orang, instansi, sampai parpol yang sudah memakai cara amar ma’ruf untuk menegakkan kebenaran. Sementara yang memakai cara nahi munkar masih seipriiittt! Adanya malah yang aneh-aneh macam para bomber yang mengatasnamakan jihad di tempat-tempat yang nggak sesuai.

So, perlu juga ada sekelompok seperti yang sudah disebut di atas. Lagian di jaman Rasul juga ada beberapa sahabat dengan pembawaan tegas. Katakan hitam adalah hitam, putih adalah putih. Yang paling terkenal khalifah Umar. Bahkan katanya, saking gaharnya nih khalifah, setan aja sampai ngumpet atau cari jalan lain kalau akan berpapasan dengan beliau. Ckckck… Manteb teb teb!

Tapi emang sih, cara menegakkan kebenaran sekelompok orang ini nggak bisa disandingkan dengan caranya khalifah Umar. Jauuuhhh…! Tapi kan seenggaknya ada kemiripan antara keduanya. Hampir mirip sih tepatnya. Sama-sama mengedepankan nahi munkar. So, kalau dipoles sedikiiit lagi, insyaAllah lebih elegan n akan lebih banyak lagi yang mendukung mereka. Iya nggak sih? Sotoy amat yak gue? Hheee, namanya juga nulis di blog sendiri. Suka-sukaaa, gitu loch!:-P

Then, balik lagi… Jadi, menurut kalian, siapa yang seharusnya dimusnahkan dari muka bumi ini? Para kucing itu yang kalau dibiarkan akan menimbulkan penyakit di masyarakat, atau sekelompok orang yang seperti Polisi?

Jawab masing-masing aja deh, yeesss… Yang jelas, mari kita (nggak) dukung valentine day! *ending yang nggak nyambung sama isi XD