Inisialnya D

Ssttt… Jangan bilang siapa-siapa terutama doi yang inisialnya D, yeesss! Gue, Enje, kagum berkali kali sama lo, D! Your so inspiring me!

Padahal gue baru aja kenal sama doi di atas angkutan umum pas mau berangkat ngaji tadi. Berawal dari lo bilang “perasaan familiar deh”, eh gue terhanyut dengan pembawaan lo yang supel sungguh supel. Satu jam doank padahal. Kereennn!

Mungkin karena ada beberapa kesamaan aktivitas antara kita berdua, kali, ya… Makanya lo seperti tanpa beban cerita semuanya (noted: baru kali itu kita kenalan). Tanpa jiper atau malu lo menceritakan kondisi keluarga yang walaupun keluarga kecil, tapi bisa gue tangkap kalau cuma lo seorang yang bisa menamatkan pendidikan hingga bangku kuliah. Itupun disambi dengan kerja sejak lulus SMA.

Dua adik lo hanya lulusan SMA dan bekerja sebagai sekuriti dan pegawai bank. Sekali lagi, tanpa malu apalagi gengsi lo membeberkannya. Great!

Lo juga bilang semangat banget buat belajar baca Quran hingga sudah tahap menghafalkannya dan menghadiri majelis ilmu dan itikaf di berbagai masjid di Jakarta. Tapi hanya di masjid di bilangan Patal Senayan yang lo bilang paling dan selalu membekas hingga kini.

Satu lagi… Lo juga aktif di salah satu organisasi X di sela-sela aktifitas rutin. Ga gue dengar keluhan di keping cerita yang ini. Beneran masih dengan binar keceriaan. Seperti nggak ada secuil pun rasa lelah.

Dan eding dari pertemuan kita, ketika lo tunjukkan jalan pintas ke arah pasar Bintaro lewatin gang rumah lo. Inilah puncak kekaguman gue. Di depan gang, seorang bapak mencandai lo dengan ramahnya. Lanjut beberapa langkah, segerombolan bocah memanggil-manggil nama lo dengan cerianya. Dan di pertengahan perjalanan, seorang ibu yang sedang “nongkrong” di depan rumahnya, menyapa lo ramah.

Kaget bercampur decakan penuh kekaguman menyelimuti seluruh wajah gue. Padahal kita sama-sama keluar rumah dari pagi hingga malam saban hari kerja, tapu lo beneran terkenal di kampung ini.

Dan again, tanpa ada rasa malu setetes pun, ungkapan “Aku tiap minggu keliling kampung jualin Kr*uk ke rumah-rumah tetangga” meluncur lancar dari dua bibir lo.

Duh, speachless banget!

Sarjana, pegawai kantoran, penjaja Kr*uk…

Two thumbs up d^__^b

Iklan

4 comments

  1. rheey ari' · Februari 4, 2012

    Membayangkan sosok D,..
    Bersahaja sX kayañ 🙂

  2. nurjanah hayati · Februari 4, 2012

    Banget, Mbak… Apalagi dibungkus sama keceriaannya ^__^b

  3. Mudhalifana "pia" Haruddin · Februari 4, 2012

    tambah jempol aku…^^

  4. nurjanah hayati · Februari 4, 2012

    Hheee…. Bentar lg yak, tak balikin jempolnya di lapak sebelah 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s