The Miracle of Detlen

Eh eh… Apa jadinya ya kalau dunia tanpa satu mahluk yang namanya detlen? Hmmm… Detlen, apaan tuh? *sambil nutup sebelah mata ala Kang Jaja Miharja.

Yang jelas, detlen itu… Bukan temannya pinsil. Bukan salah satu susu kaya kalsium. Bukan BUMN yang berkutat dengan pelistrikan. Bukan pula aktifitas paling digandrungi hampir seluruh remaja dunia di dunia maya. Karena detlen adalah satu istilah untuk suatu kondisi di mana seluruh jiwa dan raga bergabung jadi satu demi menyelesaikan suatu pekerjaan. (dikutip dari ngelindurnya Enjewati). Hhiii.

Dan di dunia ini terdapat dua tipe manusia dalam menghadapi detlen. Pertama manusia yang kehidupannya sangat teratur, harmoni dan selaras. Segala sesuatu haruslah sesuai dengan apa yang direncanakan di awal. So that, mereka paling anti banget kalau harus berhadapan sama yang namanya detlen. Prinsipnya: hindari detlen sebisa mungkin!

Dan yang kedua adalah manusia yang kehidupannya sedikiiit banget teraturnya, bahkan ada yang sangat tidak teratur. Suatu urusan bakal selesai sesuai rencana, sih, tapi nanti nanti aja deh nyelesainnya. Waktunya masih panjang, Coy! So that, mereka paling demen kalau sudah bertatap muka dengan detlen. Saat itu juga mereka akan mengencangkan ikat kepala, mengenyangkan perut, mengambil secangkir kafein, dan pertarungan pun dimulaaai! Ciiaaattt! Sambil diiringi lagu begadangnya bang Roma. Sudah tau donk prinsip mereka? Yep, Kejar daku (detlen) kau (pekerjaan) kutangkap. Nggak afdhol kalau nggak menyertai detlen di tiap pekerjaannya. Hhiii.

Jujur sejujur jujurnya, gue ini masuk ke dalam kategori manusia kedua. Fyuuuhhh, sebenarnya gue nggak suka sih, tapi apa mau dikata, takdir sudah memilih gue untuk menjadi pengejar detlen. Hingga lama kelamaan gue pun menikmatinya. *parah 😦

Ah tapi ga perlu diratapi. Pasalnya, dapat cerita dari seorang teman yang nikah sama pengusaha muda. Doi bilang, suaminya tuh aneh banget. Sukanya ngerjain segala sesuatunya mepet mepet. Tapi hebatnya, biar mepet hasilnya selalu bagus bagus aja tuh! Berita ini beneran membuat gue terhibur akhirnya. Ada juga tho pengusaha yang punya karakter gemar mengejar detlen macam gue?! Hheee.

Pun dengan yang terjadi belakangan dalam kehidupan gue. Ketika tiga tugas harus selesai dalam dua hari bersamaan. Nulis artikel minimal 4 lembar, nulis resensi buku yang aduhaaai penggunaan bahasanya, dan tugas #proyekfotografi bersama teman teman kantor.

Buat yang pertama, sebenarnya sudahdapet tugasnya dari seminggu sebelumnya. Tapi tetap aja masih ngentengin. Bahkan yang rencananya mau dicicil pas weekend, tapi teettooottt… Gagal, sodara/i! Sedangkan yang kedua lebih parah lagi. Sudah dapat tugas ini dari akhir Desember malah. Berhubung nggak ada yang ngingetin (negur sih tepatnya), bablas deh ngerjainnya kala lowong. Dan tau kapan lowongnya? Empat puluh hari kemudian! Yang ketiga sama. Sudah disepakatin untuk diselesaikan selama dua minggu. Tapi emang dasar… H-1 baru banget serius ngerjainnya.

Stres sendiri sih kalau difikir fikir. Pikiran bercabang. Waktu tidur berkurang. Energi terlalu diforsir. Dll yang nggak baik dampaknya. Tapi beneran gue menikmati tiap prosesnya yang mungkin bagi sebagian orang dibilang nyusahin diri sendiri. Hhaaa, whatever! Yang jelas gue mendapati miracle of detlen kala itu. Ga disangka ga dinyana, gue mampu menyelesaikan dua tulisan itu dalam kurun dua hari dua malam berturut turut. Hasilnya pun not bad lah. Bukan cuma itu, foto gue juga ipuji beberapa teman kala dipejeng di Galeri 42. Sesuatuuuu dah!

Akhir kata… Buat MPman MPwati yang bosan dengan segala sesuatu yan teratur, ada yang mau coba mengejar detlen? Gue ga berani jamin akan turun miracle juga sih, cuma ya coba aja… Kali dapat suasana baru. Bermain main dengan adrenalin. Hhiii. Tapi buat yang nyaman dengan segala sesuatu yang teratur, monggo dilanjutkan. Tetaplah teguh pada pendirian kalian. Hheee, sok bijak!

*sebenarnya poin tulisan ini adalah di paragrap terakhir terakhir. Niat hati mau pamer tapi dengan cara yang sedikit beda. Ajak orang ngalor ngidul dulu, baru deh sampaikan maksud dan tujuan. 😛

Iklan

4 comments

  1. Mudhalifana "pia" Haruddin · Februari 7, 2012

    Detlen, kesukaany ai jg, hehe.

  2. nurjanah hayati · Februari 7, 2012

    Hoiya tho? Asiik dah, krktr gue mirip ai… 😉

  3. Helma Risanti · Februari 27, 2012

    huwahahaha….ini mah guwe bangeeeet…detlen madal hayah wkwkwk :p

  4. nurjanah hayati · Februari 28, 2012

    samiiii 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s