Kucing Teriak Kucing

Waaah… Kemarin tanggal 14 Februari yah? Katanya hari kasih sayang yah? Hmmm, kalau gitu gue (nggak) mau ngucapin met valentine, ah. Nggak meaning! Sepokat nggak, MPmania?

Kenapa kenapanya pasti kalian sudah banyak tau n lebih paham dari gue. Secara, informasi sudah merajalela berkat internet. Tinggal kasih jampe jampe alias kata kunci ke Mbah Dukun, eh, Mbah Google, tarraaa… Terbongkar deh pembodohan ummat atas nama cinta yang berkedok valentine!

Fyi: buat yang punya akun twitter n yang nggak doyan ribet, mending ikutin pembahasan tentang valentine yang ada di kultwitnya akun @Annida_Online ajah. Hashtag-nya #VD. Komplit plit plit plit. Dijamin! *pomosi.com😄

Eh tapi… Emang bener deh, dari masa ke masa, yang namanya valentine day itu dari dulu hingga kini full of humanity tragedy! *bener nggak sih Inggris-nya?

Salah satu buktinya, kemarin sore di Jakarta ada geromboloan kucing teriak kucing. Actually mau nyebut maling teriak maling, sih! Tapi kasar banget. Nggak tega gue. Nah, berhubung maling punya kesamaan sama kucing: sama-sama berakhiran ing dan kalau mencuri dengan cara mengendap-endap, mending pakai istilah kucing teriak kucing, kan? Walaupun pada hakikatnya mereka juga maling. Hheee.

Eniwey, ada yang tau siapa mereka? Yep, merekalah para kucing si pencuri aqidah Islam, kucing si pencuri moral remaja Indonesia, kucing si pencuri kelamin sejenis, dllsb kucing dengan aneka profesi menyesatkan! *sori nggak sebut merk

Nah, tragisnya lagi, para maling, eh kucing ini, menghendaki dibubarkannya satu kelompok yang kalau di Indonesia namanya Polisi. Bedanya, ini polisi yang lebih sering memakai cara frontal dalam menegakkan kebenaran. Misalnya, tutup paksa tempat hiburan malam kala ramadhan. Atau yang santer belakangan, mendemo rumah salah satu kucing yang merusak moral remaja Indonesia dengan video mesumnya.

Hhaaa… Menurut MPman MPwati, benarkah yang dilakukan Polisi ini? Terserah kalian mau bilang gue Islam garis keras atau apalah namanya, tapi gue cukup sepakat dengan cara mereka.

Why? Why? Why?

Soalnya, setau gue menegakkan kebenaran itu kan ada dua jalan yak? Amar ma’ruf nahi munkar aka mengajak kepada kebaikan dan menumpas kemungkaran. Nah, menurut gue lagi nih… Di Indonesia itu surganya amar ma’ruf. Udah banyak orang, instansi, sampai parpol yang sudah memakai cara amar ma’ruf untuk menegakkan kebenaran. Sementara yang memakai cara nahi munkar masih seipriiittt! Adanya malah yang aneh-aneh macam para bomber yang mengatasnamakan jihad di tempat-tempat yang nggak sesuai.

So, perlu juga ada sekelompok seperti yang sudah disebut di atas. Lagian di jaman Rasul juga ada beberapa sahabat dengan pembawaan tegas. Katakan hitam adalah hitam, putih adalah putih. Yang paling terkenal khalifah Umar. Bahkan katanya, saking gaharnya nih khalifah, setan aja sampai ngumpet atau cari jalan lain kalau akan berpapasan dengan beliau. Ckckck… Manteb teb teb!

Tapi emang sih, cara menegakkan kebenaran sekelompok orang ini nggak bisa disandingkan dengan caranya khalifah Umar. Jauuuhhh…! Tapi kan seenggaknya ada kemiripan antara keduanya. Hampir mirip sih tepatnya. Sama-sama mengedepankan nahi munkar. So, kalau dipoles sedikiiit lagi, insyaAllah lebih elegan n akan lebih banyak lagi yang mendukung mereka. Iya nggak sih? Sotoy amat yak gue? Hheee, namanya juga nulis di blog sendiri. Suka-sukaaa, gitu loch!:-P

Then, balik lagi… Jadi, menurut kalian, siapa yang seharusnya dimusnahkan dari muka bumi ini? Para kucing itu yang kalau dibiarkan akan menimbulkan penyakit di masyarakat, atau sekelompok orang yang seperti Polisi?

Jawab masing-masing aja deh, yeesss… Yang jelas, mari kita (nggak) dukung valentine day! *ending yang nggak nyambung sama isi😄

10 comments

  1. li4h Lia · Februari 15, 2012

    Kucingnya kurapan sih, Nje. Mestinya diobatin. Tp berhubung kurap itu penyakit menular, sebaiknya tidak ada kontak langsung dengan penderita.
    Ini kan yg penyakitan malah bangga nyebar2in penyakitnya. Sumpeh lagi empet banget sama si kucing :p
    Tp si “Polisi” jg kagak bersih2 amat kayaknya. Mereka mesti menindak oknum2 yg bikin cemar nama organisasinya. Kemarin baca twit mantan pemred “kepala kelinci”, entah itu oknum “Polisi” beneran ato cuma ngaku2, tp siapapun pasti muak sama isi cerita mantan pemred “kepala kelinci”.
    Aduh, sekarang beneran jaman fitnah ye. *elus dada*

  2. nurjanah hayati · Februari 15, 2012

    mbak liah: iya… sepokat dengan dua statement-nya. tapi di statement kedua, aku pernah kenalan sama salah satu personel “Polisi”, katanya, mereka juga ada kajiannya lho di bilangan Jakut. yang ngisi langsung si HR-nya langsung. Aku pernah diajakin. tapi jauuuh😛

    mangkanya, perlu pegangan dan teman2 yang bisa terus menguatkan *apa seh?🙂

  3. li4h Lia · Februari 15, 2012

    Iya Nje, aku jg tau banyak yg baik2 dari si “Polisi” ini. Cm pendekatan mereka emg rada keras, kagak bakal nampol sama org yg hatinya berpenyakit, IMHO.
    Lah, klo yg di Petamburan kaga ada kajiannya emg? Jauh aja ke Jakut.
    Hehehe iya, gak boleh sendirian emg, biar gak keseret arus🙂

  4. nurjanah hayati · Februari 15, 2012

    asek asek asek.. kita sama2 dukung “Polisi”🙂

    sepokat! biar ga dimangsa srigala🙂

  5. anas isnaeni · Februari 15, 2012

    wah memisalkan jadi kucing… well demikianlah yang jelas yang punya logika pasti tidak akan mendukung itikad dari kelompok dari kucing teriak kucing

  6. nurjanah hayati · Februari 15, 2012

    Mas nanazh: kucing lebih halus dari kalajengking atau apapun🙂

  7. Nessa- Chica · Februari 16, 2012

    jangan kucing napa nje….kasian bener kucing dimaki-maki

    tapi yang pernah ane tau dan baca soal pak “Polisi”
    sebelum mereka melakukan aksi bakar sana bakar sini, rusak sana rusak sini mereka melakukan peringatan-peringatan dulu. misalnya ni ya, pas mo tutup cafe remang-remang..
    sebelumnya, dari pak “polisi” ngasih surat peringatan ke dulu tu ke lurah, RT, RW dan pemilik cafe. trus pas waktu yang di tentukan surat teguran gak di gubris, maka surat ke dua pun dilayangkan dengan sepengetahuan RT RW dan pejabat setempat ke pada pemilik cafe.

    kalo masih gak di tanggepin, mereka baru bergerak, tapi sebelumnya di temenin sama RT RWnya pak lurah

    tahapan selanjutnya mereka manggil baik2
    tetep tu gak di tanggepin tu…baru mereka pake cara keras…

    cuma di media yang di sorot itu bagian “KERAS”nya….jadinya mereka keliatan anarkistik syekali…..

    note: ane denger cerita temen yang pernah nge-liput aksi mereka sih

    sekian

    nessa morena melaporkan dari tempat asalnya

  8. nurjanah hayati · Februari 16, 2012

    Uni: apaan donk? Ksh usul🙂

    Wooowww, mqn tergila2 sm si habib😄

    Thanx infonya, Uni…

  9. Rin Sakura · Februari 16, 2012

    setuju😀

  10. nurjanah hayati · Februari 17, 2012

    sedelapan sesembilan sesepuluh sesebelas… ^__^v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s