Siraman Rohgalau

Sidang MP yang berbahagia, pada kesempatan kali ini, ijinkan teman kalian yang bukan mantan santri, bukan pula ustadzah, apalagi syaikhoh, ini memberikan siraman rohgalau kepada kalian.

So pasti nggak sebagus UJ, Ust Jamaah, Ust Cinta, Mamah dan Aa atau yang lainnya, karena gue bukanlah mereka. Merekapun bukanlah gue. Tapi insyaAllah kami punya kesamaan: sama-sama senang menyiram. Hheee, garink!

Ya, mereka senang memberikan siraman rohani, sedang gue yang niha nida ini hanya mampu memberikan siraman rohgalau. Higs… harap maklum, yeesss.

Awalan, ijinkan gue berkisah tentang sahabat kita yang tak lain dan tak bukan adalah Markonah. Konon, di salah satu keping hidupnya, doi pernah dipercaya oleh beberapa teman untuk menjadi tempat menumpahkan segala uneg-uneg mereka. Ya, Markonah memang lihai dalam mendengarkan dan berempati. Makanya mereka seneeeng banget curhat segala kisah ke Markonah.

Sebenarnya Markonah senang-senang aja dipercaya sebagai tempat sampah, eh, tempat curhat. Tapi sesenang-senangnya manusia, kalau komunikasi dengan Tuhannya lagi nggak bagus n rasa syukurnya lagi anjlok-anjloknya, rasa iri pastilah ada. Jangankan Markonah yang cuma tokoh fiktif… gue, elo, kita semuapun pasti pernah mengalami hal serupa. Rait?

Terjadilah masa nggak mengenakkan itu. Beberapa teman menceritakan semua nikmat duniawi yang mereka dapat yang kebetulan belum Markonah punyai.

Walaupun secara mimik muka, gesture n lisan Markonah menampilkan kebahagiaan yang setara dengan si pencerita, tapi hatinya mengingkari. Grrrr!

Apakah doi merasa iri? Boleh dibilang iyeesss.
Apakah doi tidak bahagia? Yaaa, gitu deh!
Apakah do jadi uring-uringan? Nggak, cuma jadi doyan ngegalau hingga pernah memecahkan rekor>galau tingkat dewa!

Doi sampai bertanya-tanya, kesal, marah pada Tuhannya. Ini nggak adil, Tuhan! katanya satu ketika.

Ckckck… Tau cerita selanjutnya? Exactly! Seperti salah satu bait lagu para pejunjung kegalauan:

‘sekali menggalau tetap menggalau, selama hayat masih di kandung badan. Kita tetap galau, tetap galau, mempertahankan kegalauan…’

Selamanya kegalauan bercokol di hatinya. Hhiii… Hi… Hi… Hi… Hi… Hi… Kasian deh lo!

Jamaah MP rahimakumullah… dari kisah di atas, pelajaran apa yang bisa kita ambil…?

Apa… Hidup galauers???

Naudzubillah, tsumma naudzubillah…

Tentu banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kehidupan Markonah, jama’aaah… oh jama’ah. Salah satu yang paling urgent ialah tentang hakikat kebahagiaan.

Ya. Nyatanya Markonah belum mengerti hakikat kebaagiaan yang haqiqiqiqiqi!

Bahwa happiness is mine. Kebahagiaan kita ya kitalah yang menentukan. Bukan elo, doi, apalagi mereka. Jangan pernah sekali kali menyalahkan orang lain atau bahkan Tuhan ketika kita tak bahagia. Karena kitalah yang menentukan akan bahagia arau tidak. Kita, kita, kita, ya cuma kita!

Kalau kita jadi nggak bahagia karena kebaagiaan orang lain… Waspadalah, waspadalah, waspadalah lah lah lah!

Mamah NJ haqqul yaqin kalau kebahagiaan akan selamanya menjauh dari kita..

Ambil cucian Anya di rumah Desi…
Cukup sekian ngegalaunya dan terima kasi…

^__^

11 comments

  1. Milka Anggun · Maret 7, 2012

    cooool😀

  2. nurjanah hayati · Maret 7, 2012

    Apa n siapa nih yg coool?
    Mamah NJ, kah? (;

  3. li4h Lia · Maret 7, 2012

    Hmm.. Markonah dewasa sekali ya.

  4. Milka Anggun · Maret 7, 2012

    hehehe
    Ceritanya lho Mah yg cool :0

  5. nurjanah hayati · Maret 8, 2012

    Mbak Liah: lah lah lah… Dewasa dr KongHong?! ;p

    Miruka: hooo… Qrain yg nulis😄

  6. Rin Sakura · Maret 8, 2012

    iya, kali ini sepakat, ceritanya cool, beda dari yg biasa tp justu lebih kena, lebih markonah, apas ih😄

  7. nurjanah hayati · Maret 8, 2012

    Uhuk… Pagi2 begindang, My medium fans udah ksh kripiknya. Da pa ini, da pa ini?

    Xiexie (;

  8. nurjanah hayati · Maret 8, 2012

    Mba rin: dapet salam dr Markonah :p

  9. Rin Sakura · Maret 8, 2012

    mang biasa ol pagi2😛

  10. Rin Sakura · Maret 8, 2012

    wa'alaikumussalam

  11. nurjanah hayati · Maret 8, 2012

    Mba rin: siiippp dah (;

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s