[Love Journey] Angkot, I’m in Loveee

Ini bukan tentang gue yang `ditembak` di dalam angkot oleh Adit alias DJ Sammy (walaupun faktanya gue nggak beda jauh sama Shandy Aulia alias Tita). Justru ini ceritera tentang gue yang ternyataaa makin cintaaa, cinta sama angkottt… Heheee.

Eh tapi bukan ngada-ngada lhooo. Sejak SMP kelas 3 hingga kini. Sejak tarif angkot masih bisa dibayar gope buat anak sekolah, sampai era anak sekolah nggak ada yang mau ngangkut saking dianggap merugikan, gue masih di sini untuk setia (sama angkot).

Banyak faktor kalau mau dijembreng, kenapa gue yang notabene tinggal di pinggiran Jakarta, aktivitas di Jakarta dan sekitarnya, tapi sok-sok suci n tak bisa berpaling hati dari angkot. Hihiii, bahasanya minta ditimpuk! Tapi intinya, sebagai cewek asli Jakarta, gue nggak mau menambah keruwetan tanah kelahiran dengan berlomba ngredit motor demi memudahkan mobilitas. Nehi nehi nehiii…

Walaupun kondisi perangkotan Jakarta yang carut marut?

Yap. Walau badai menghadang, ingatlah gue kan selalu setia kepadamu, Angkot… Eh, kecuali ada yang ngasih tebengan gratis, deng. Kan biar nggak mubazir juga jok belakang motor tuh orang. *ngeles!

Suka duka banyak gue temui selama menjadi angkot lovers. Suka yang paling berkesan n sukses membuat hidung gue kembang kempis akibat ke-GR-an, waktu gue disamperin cowok yang ganteng baangeeed. Kaget sekaget-kagetnya pas baru aja nempelin badan menuju Manggarai, eh ada cowok necis yang gue taksir karyawan sekitar Sudirman-Thamrin, dengan tergesa plus menebar senyum manisnya ke arah gue yang duduk tepat di depan pintu. Sempat gue balas sedikit sampai kejadian ajaib itu terjadi. Tarraaa… doi milih tempat duduk di samping gue. Huwaaa wa wa wa, degdegannn! :p

Sayang kejadian itu nggak berlangsung lama, Sodara/i. Pasalnya, beberapa detik setelah itu masuk banci necis setipe I*an Gu*awan yang masuk sambil senyum merona mencari-cari seseorang. Dan duarrr… matanya jatuh tepat ke cowok ganteng di samping gue. Beraksilah tuh banci, duduk di depan gue dan si cowok sambil mengarahkan BB-nya ke arah kami berdua. Lo pasti bisa menyimpulkan cerita gue. Ternyata tuh cowok mepet-mepet di samping gue demi menghindar dari kejaran si banci. Argh… gue kira tampang gue mendadak cantik seketika bak bidadari sampai cowok ganteng mau dekat-dekat. Hix, ternyata gara-gara banci. Aseemmm!

Nah, itu kan sukanya. Kalau duka-nya you kow lah… di Jakarta ini pengamen udah kayak kacang goreng. Buaaanyaaak banget! Gugur satu tumbuh seribu. Turun satu naik lagi dan lagi dengan karakter yang beragam. Ada lho yang waktu gue SMP dia (pengamen cowok) ngamen berdua sama adiknya yang perempuan (tampangnya mirip abis). Karakternya agak nyebelin. Gampang tersinggung kalau doi lagi nyanyi, eh ada penumpang yang cekikikan. Selalu doi bakal menegur dengan tampang garang khas-nya. Hmmm… menurut gue, mungkin sikap angkuhnya itu yang menyebabkan doi masih menjadi pengamen hingga sekarang. Mana sudah ganti formasi pula. Kalau dulu ngamen berdua sama adiknya yang cewek, sekarang berdua sama anak kecil laki-laki yang gue yakin itu anaknya. Soalnya tuh pengamen udah pake cincin (imitasi kali yeee) di jari manisnya gitu. *Adik perempuannya? Masih ngamen dengan formasi baru juga bersama beberapa cewek sepantarannya yang masih abegeh.

Beda lagi kalau gue naik Metro Mini dari terminal Blok M. Ada satu pengamen cewek (kayaknya sih usianya 15tahun) yang gaya ngamennya juga khas. Paling suka nyanyi lagu patah hati ala band  cegeng jaman sekarang. Matanya yang sayu sampai merem-merem gitu  saking menghayati tiap lagu yang dinyanyiin. Apalagi suaranya yang cempreng rombeng tapi seksi di antara dawai okulele yang dia mainkan. Terpikat deh gue dibuatnya!

Nah, yang terakhir ini lebih unik. Bocah cowok, kira-kira umurnya 7 tahun. Rambutnya kuning akibat terpaan sinar matahari, pipinya tembem nggak lazim (kayak korban KDRT gituh), doyannya ngamen pakai gitar orang dewasa yang tingginya sama dengan tinggi badan tuh anak. Bisa bayangin kan gimana susahnya doi menyeimbangkan diri dalam memegang gitar? Kakinya sampai ngangkang-ngangkang, kaki kanannya sering cuma bertumpu pakai lima jarinya demi menyandarkan gitar gede itu di paha. Apalagi cara ngomongnya yang sok-sokan ngikutin pengamen dewasa yang suka bilang begini: ya bapak ibu om tante, numpang ngamen ya. Seribu dua ribu nggak akan membuat anda jatuh miskin ya. Jadi tolong hargai suara kami yaaa… Hihiii, sumpah kocak abis!

Heheee, bingung kan? Tadi gue bilang ini duka sebagai angkot lovers, tapi kok malah gue bilang mereka unik bin lucu? Kalau begitu gue ganti deh. Mungkin jumlah mereka yang semakin bertambah menorehkan duka tersendiri di hati ini. Tapi mengamati polah mereka yang beraneka, menjadi hiburan tersendiri saban malam dan pagi! Dan di sudut hati yang lain, menumbuhkan jiwa nasionalme juga lhooo. Rasanya pengen bermanfaat buat mereka. Mengubah nasib mereka suatu hari nanti. Naik satu pangkat ke profesi lain yang lebih dipandang masyarakat. Bakal tercapai nggak yeesss? Optimis, insya Alah bisa!

^____^

 

Diikutsertakan dalam lomba Love Journey-nya Fatah dan Mbak Dian

 

 

 

22 comments

  1. li4h Lia · Mei 31, 2012

    🙂

  2. Lalu Abdul Fatah · Mei 31, 2012

    LOCKED!!!

    Makasih ya, Mbak, udah ikutan :))

  3. nurjanah hayati · Juni 1, 2012

    Mba Liah: senyum penuh makna… ((:

    Mas Fatah: sama2. Trims jg sdh bwt lomba ini😀

  4. Rin Sakura · Juni 1, 2012

    lgsg benerin kacamata -,-
    btw koq ada cerita metro mini nyempil di mari,
    eh ni lomba paan nje?

  5. nurjanah hayati · Juni 1, 2012

    sirik aje :p
    ini lomba ttg Traveling. Heheee. Agak gak nyambung yaaa? Yg penting cerita ttg perjalanan😀

  6. anas isnaeni · Juni 2, 2012

    jadi sepertinya saya perlu berubah jadi angkot lovers nh kalau balik ke Jakarta hohoho

  7. nurjanah hayati · Juni 2, 2012

    Harus, Mas Nanas. Being a solution people from lil scale. Aheeyyy😀

  8. Dee An · Juni 6, 2012

    maaksih udah ikutan yaaa….🙂

  9. nurjanah hayati · Juni 7, 2012

    sami2, Mbak Dee (:

  10. cahaya hati · Juni 15, 2012

    udah pernah dorong angkot ??

  11. nurjanah hayati · Juni 15, 2012

    Belum alhamdulillah (:

  12. cahaya hati · Juni 15, 2012

    ehm gak seru itu !

    dulu saya doorng kopaja P16 arah tanabang-ciledug, ehm muantab mana jalannya menanjak

  13. nurjanah hayati · Juni 15, 2012

    Hahaaa. Itu sih DeEl #eh (:

  14. cahaya hati · Juni 15, 2012

    naik angkot itu rasa nya NaNo-nAnO ..manis, asem, kecut, apek ramai rasanya !

  15. nurjanah hayati · Juni 15, 2012

    Sejutaaaaaaa (:

  16. nurjanah hayati · Juni 15, 2012

    Sejutaaaaaaa (:

  17. cahaya hati · Juni 16, 2012

    mana sini transfer ke BSm ya xixixi

  18. nurjanah hayati · Juni 16, 2012

    Maap ga punya BSM *ngeles

  19. cahaya hati · Juni 16, 2012

    kanbisa via mobil banking hihihiih

  20. nurjanah hayati · Juni 16, 2012

    Ga ada duitnya. *beneran

  21. cahaya hati · Juni 25, 2012

    #maksa

  22. nurjanah hayati · Juni 25, 2012

    (:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s