Rock, Laksamana Keumalahayati!

Eh, eh… MPmania pernah dengar nggak nama salah satu pahlawan wanita Indonesia dari tanah rencong? Bukan Cut Nyak Dien, Cut Meutia, bukan pula Pocut Baren. Yep, yang gue maksud adalah Laksamana Keumalahayati. Udah lama banget dengar nama beliau, tapi baru searching lagi track recordnya hari ini. Beneran keren, euy!

Yang gue dapat dari Wikipedia, beliau ini nih pahlawan wanita Indonesia yang diakui kehebatannya hingga dunia luar. Soalnya selain gagah, gelar doi itu lho: Laksamana. Jarang banget zaman dulu seorang wanita menjadi Laksamana (panglima angkatan laut). Bahkan konon beliau ini satu-satunya wanita di dunia yang menjadi Laksamana mengomandoi 1000 pasukan yang kesemuanya wanita. Beuwh, metal banget! (maap atas apresiasi lancang daku, Laksamana Keumala :D)

Nah, masih nyambung sama Laksaman Keumala, ini gue temui juga bait puisi mbak Helvi Tiana Rosa yang dibuat jadi sebuah lagu Menghentak. Pertama kali denger nih lagu waktu di loncing buku Mata Ketiga Cinta mbak Helvi. Yang nyanyiin BengSas. Kerreeeeeennn banget!

Judulnya Inong. Dibuat mbak Helvy beberapa hari setelah peristiwa Tsunami Aceh 2004. Kayak gini nih lirik versi bahasa Indo n Aceh:

Hai inong Aceh dipat droe neuh
Peu droe neuh ngop lam ie mata?
Ingat geutanyoe nyoe inong Aceh
Inong nyang beuhe ngon geumaseh
Hantom menyerah
Geutanyoelah inong nyang geumaseh
Ibu pertiwi sipanyang masa
Kheun lom nan awak nyan Keumalahayati, Safiatuddin, Cut Nyak, Gata
Nyoe mandum inong nyang beuhe
Nyang hana habeh dipeulahe di bumoenyoe
Hai inong Aceh dipat droe neuh?

Hai perempuan Aceh, di mana kamu?
Apakah kamu berkubang dalam pedih dan airmata?
Ingat kita adalah perempuan Aceh
Perempuan sejati yang penuh kasih dan pantang menyerah
Kitalah para perempuan pemahat cinta
Ibu tanah ini sepanjang masa
Maka sebut lagi nama mereka: Keumalahayati, Safiatuddin, Para Cut Nyak, kamu
dan semua perempuan sejati yang tak habis dilahirkan tanah ini

Hai perempuan Aceh, di mana kamu?

Buat yang penasaran sama nadanya, bisa Googling pakai keyword Laksamana Keumalahayati, Inong. Nanti ngelink deh ke Youtube ^____^

*tulisan sambil nungguin kereta menuju Tana Abang yang lamaaaaaa banget

Emang Jempol Tidak Bertulang

Tidaaakkk… Jempol, eh, perut gue laper gilaaa! Sudahlah ketinggalan kereta favorit (Mangarai-Serpong 1500 rupiah saja), hujan angin, baru dapet kereta selanjutnya jam9malam, jemputan molor pulaaa! Apa salah Baim yo oloh? -,-

Fyi: sama sekali nggak ada korelasi antara judul n
paragrap lead tulisan ini. Karena bait paragrap di atas hanyalah curcolan semata. Camkan itu baik-baik, Jose Armando! *ngalay akibat ketinggalan kereta.

Ah, balik lagi ke jari dan jempol tangan digoyang. Ngerasa nggak sih, MPmania… jaman yang makin maju ternyata berbanding lurus dengan semangat berbagi dalam arti negatif? *ngerti ora?

Contoh gampangnya, tahun 90an awal waktu infotainment belum merajalela, kehidupan ummat manusia lumayan adem ayem. Berita negatif dari dunia artis kayaknya minim banget. Tivi juga rasa-rasanya masih aman buat anak-anak.

Kemudian maju lagi beberapa tahun, baru deh tuh Cek&Ricek n Kabar Kabari menjadi pelopor tayangan infotainment di layar kaca. Hingga kini, dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, acara infotainment seperti memborbardir masyarakat dari berbagai penjuru mata angin dengan segala daya dan upayanya. Dededededededddd! *suara tembakan*

Ada Ins*rt yang punya tiga cabang: Ins*rt Pagi, Ins*rt Siang, Ins*rt Investigasi. Ada Si*et yang menggali tuntas berita yang sedang HOT sampai ke akar-akarnya bahkan ke tanah-tanahnya. Ada juga Loe*ebay yang lebih menonjolkan keGOKILan dua host-nya yang emang gila tapi seru di malam hari. Heuwww, sampe hafal begindang -,-. Intinya, semua berlomba memberi informasi dari para idola, mulai dari berita penting sampe berita nggak meaning!

Nggak sampai di situ kayaknya. Kalau dulu (ketika televisi menjadi media yang paling diagung-agungkan) kita cuma jadi sasaran tembak para industri tivi, tapi kini setelah internet merajai, eh kita malah terbawa menjadi penembak. Kita senang berbagi postingan, status dan twit tentang segala hal dari yang positif sampai negatif. Menggoyang jempol buat membuka aib sendiri, orang yang duduk di samping kita, sampai orang lain yang nggak dikenal sekalipun, sodara bukan tetangga juga bukan (baca: artis di tivi).

Kalau anggota tubuh kita bisa ngomong, kayak-kayaknya ada satu organ yang bakal tersenyum bahagia, yakni lidah yang tidak bertulang dan selalu menjadi kambing hitam atas segala permusuhan dan kerusuhan di muka bumi.

“Yes yes yes… sekarang gue punya sodara kembar! Biar deh nggak serupa sama si jempol, yang penting senasib!’ kali itu yang bakal terucap darinya.

Hmmm… jadi semua salah gue? Temen-temen gue? Tivi dan internet?

Yaaa… yang jelas bukan salah sendal jepit! Gue juga sama. Masih susah bangeeedd ngerem ini jempol. Mangkanya gue nulis ini, biar ada yang ngingetin kalau mosting, nulis status n ngetwit yang enggak enggak. Mohon kerjasamanyaaa ^____^