Kalau Bukan Cinta, Lalu Apa Namanya?

Orang bilang, salah satu hakikat cinta atau mahabbah itu kayak lagunya mba Evi Tamala:
“ke manapun ada bayangmu. di manapun ada bayangmu. di setiap waktuku ada bayangmu. oh…”

Ada yang bilang lagi, cinta juga kayak yang dibilang Maia&Mican:
“aku mau makan kuingat kamu. aku mau minum juga ingat kamu. oh cinta, mengapa semua serba kamu…”

Bejibun ekspresi cinta yang mampu kita rangkai dan kita dendangkan saban hari. Sayangnya… ekspresi tersebut lebih sering kita tujukan buat lawan jenis sih ya. Nggak heran kalau kata cinta identiknya sama galau, melow, hingga e* kerbau! *halah, maksa banget yang terakhir.

Padahal, seandainya aja lagu-lagu itu maknanya dibuat lebih luas, Kamu-nya ditujukan kepada Allah&Rasul, gitu. Maka, penggalauan di atas dunia akan terhapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan&prikeadilan. Kemudian daripada itu… *ternyata gue masih hafal ya pembukaan UUD 45 :p

Balik lagi… sebenarnya gue pengen marah-marah terkait film Amerika, Innocence of Muslims (IOM), yang tiba-tiba mencuat di bulan September ini. Setelah akhirnya dengan sabar nonton film yang leletnya naujubile, mendadak gue merasa terhina tapi juga mau tertawa.

Terhina dengan penggambaran keji si pembuat film terlaknat akan sosok baginda Rasulullah. Tertawa dengan penggarapan film yang kalau ada nominasi sutradara, aktor, aktris plus film terburuk of the year, kayaknya tropi penghargaan itu pantes banget disematkan ke film IOM. Prok prok prok!

Keliatan banget bukan film yang tujuan dibuatnya untuk menghibur, mendidik, apalagi menginspirasi. Melainkan film ngelantur, yang dibuat bukan oleh orang cerdik, dan pastinya cuma buat memprofokasi!

Dan… selamet! Kalian sukses membangunkan ummat Islam yang selama ini pulas terttdur!

Selalunya begitu. Iya nggak? Kita itu paling benci, sakit hati, merasa disakiti ketika Islam&baginda Rasulullah dihinakan. Pembakaran al-Quran oleh pendeta gendeng. Karikatur pelecehan baginda Rasulullah di Denmark, Belanda&Prancis. Dan masih banyak lagi.

Gaung responnya lagi-lagi sama di seluruh dunia. Sebulan dua turun ke jalan. Plus menjadikan jejaring sosial untuk melaknat para pelakunya. Redup lagi reaksinya. Then… dinyalakan lagi aksinya oleh para pembenci itu.

Salah siapa? Salah mereka?

Ah, nggak juga. Sudah sunatullahnya begitu kayaknya. Para nabi dicaci, dihinai, bahkan dibunuhi! Nggak terkecuali Rasulullah junjungan.

Sekali-kali pantas kayaknya nyalahin diri sendiri. Memaknai lagi kata cinta kita terhadap beliau yang belakangan terejawantah lewat pembelaan brutal kita kala baginda Rasul dihinakan.

Sudah sesering dan sebanyak apa sholawat kita padanya setiap hari?
Perkara sunnah beliau yang mana yang sudah menjadi amalan rutin kita setiap hari?
Sedalam apa pengenalan kita akan siroh beliau, keluarga, serta para sahabat&sohabiyah?
Dan sudahkah kecintaan kita kepadanya melebihi kecintaan kita terhadap diri sendiri?

Argh… beneran nggak sanggup gue jawab. Mungkin betul, penyebab hinaan yang berulang terus tiap tahunnya, salah satunya karena gue yang belum menunaikan konsekuensi dari mencintai beliau.

T,T

*rangkaian kata aja nggak cukup untuk membuktikan penyesalan lo, Nurjanah!

Iklan

6 comments

  1. liadisini · September 21, 2012

    “*rangkaian kata aja nggak cukup untuk membuktikan penyesalan lo, Nurjanah!”
    Apalagi yg gak nulis apa-apa (_ _”)

    • hanajrun · September 21, 2012

      Minimal benci di dalam hati Mba (:

  2. cawah · September 22, 2012

    jlebbb…

    I think we must try to give the love for our propet Muhammad more deep and more deep, >.<

    • hanajrun · September 22, 2012

      Yoy. Cinta yg bukan cuma di mulut, tapi terealisasi di tindakan -,-
      Susah… Hehe.

  3. n0bita · September 22, 2012

    mari-mari lebih giat lagi ngajinya.. biar tambah kuat imannya, dan tambah besar cinta kita kepada Nabi صلى الله عليه و سلم

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s