Idola Syalala…

Percaya nggak percaya… masa ya, waktu jaman SMP, gue ngefans gitu sama rapper kulit putih asal Detroit Amerika: Eminem. Lagu pertama doi yang gue suka itu pas duet bareng Dido di lagu Thank You. Eyalah… merembet ke lagu doi yang lain: Slim Shady, I’m Sorry Mama & The Way I Am. Grrr… ada yang pernah dengar lagu ini?

Nah… namanya juga fans, selain mengagumi lagunya, biasanya kan bakal ngerembet juga ya mengagumi segala yang ada kaitannya sama doi. Ya cara berpakaiannya, ya parfum yang dipakai doi, ya ngoleksi posternya, dan ya ya lain termasuk menyukai tingkah lakunya.

Dan gue pun juga gitu waktu ngefans sama Eminem. Saking menggilai, gue pernah sekali bertingkah ala Eminem yang bicaranya sangat apa adanya alias doyan mencela. Gue inget banget korbannya itu teman SMP gue yang doyan kuncir rambutnya setinggi-tingginya. Sampai tercetus kalimat gini dari bibir gue: eh, kuncir rambut lo kayak pocong, tawuk! T.T

Masih terngiang ngiaaang banget sampai sekarang. Hix, maapin gue…

Pas SMA sampai kuliah beda lagi. Alhamdulillah, sejak SMA, salah satu kakak gue sering bilang gini: eh, Nur, lo tu ya jangan kayak anak Rohis kebanyakan. Ngakunya aktivis Islam, bahasa Arab pada nggak bisa. Juz 30 pada nggak ada yang hafal. Lo harus satu tingkat di atas mereka! (ini yang ngomong mantan anak Rohis)

Begitu terus sampai gue kuliahnya masih PP Ciledug-Depok. Awalnya sebel&tersinggung dia bilang begitu. Tapi lama-lama gue ngerasain efeknya, lho. Ajib!

Sampai di kampus, gue mulai familiar sama yang namanya ustadzah Yoyoh&Wirianingsih. Dan semakin guwede rasa penasaran gue sama dua orang itu dan keluarganya yang notabene para penghafal Quran, semakin didekatkan gue sama mereka dan hal-hal yang berhubungan.

Siapa yang sangka kalau gue bisa lumayan akrab sama dua anaknya Ustadzah Wiwik. Makan satu meja di hotel ternama di sekitaran Thamrin bareng mereka. Pun dengan si Ustadzah. Di beberapa kali moment, gue bisa bincang akrab empat mata. Lumayan, dapet wejangan buat nyemangatin diri ngafal Quran, gitu loch! Termasuk gue pernah tinggal di asrama putri yayasan yang diurus Ustadzah Yoyoh. 😀

Dapet nggak point of view-nya?

Yap. Ini tentang mengiodala. Nggak salah punya idola, asal kita bisa memilah. Sebisa mungkin pilih idola yang ada manfaatnya buat kita. Okeh.

Gue nggak bilang kalau idola yang baik itu cuma para penghafal Quran, lho… Mereka cuma salah satu aja idola terbaik. Hehe.

Boleh juga ngidolain tokoh-tokoh lain. Yang penting… membawa kebaikan buat hidup kita. Ya… walaupun kalau gue liat, para Chibi kok tingkah lakunya jadi aneh-aneh gitu, ya. Badan membesar, tingkah laku semakin mengecil (mirip anak kecil). -,- Begitu juga dengan little monster, elf, dan sejenisnya. Kalau mau ngefans sama yang kayak begini, ambil yang positifnya aja deh. Nggak usah sampe ngefans berlebihan. Ngerinya kita jadi bukti kebenaran hadits Nabi tentang lubang biawak yang sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta kita masuki mengekor orang Yahudi dan Nasrani. T,T

Iklan

2 comments

  1. rizkyholic18 · November 14, 2012

    setuja..eh setuju…kudu pinter milih idola..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s