Janda Syria vs Duda Indonesia

Janda Syria vs Duda Indonesia

Seriusan. Dalam kehidupan nyata, gue lumayan suka bantuin jodoh-jodohin orang, walau banyak yang mencibir: ‘Ah, sendirinya aja belum nikah, sok-sokan mau jodohin orang lain. Mending cari buat diri sendiri dulu lah…’

Hehe. Biar deh… Prinsip gue: banyak jalan menjemput jodoh. Who knows kan kalau ternyata rejeki gue itu asalnya dari kenalan mereka yang gue jodohin 😀 *pamrih detected

Eh tapi, kali ini gue bukan mau jodohin janda Syria sama duda Indonesia, lho… Kalau yang ini mah gue belum punya pengalaman. Agak ngeri juga. Psikologi mereka juga pasti beda lah sama yang belum pernah nikah sama sekali. *och… sok tewuuu!

Ini beneran mau cerita tentang para janda di Syria yang belum lama gue dengar langsung dari orang Syria-nya n tentang seorang duda di Indonesia yang belum lama juga gue temui. Mereka tinggal di dua negara berbeda yang jauh pula, tapi punya kesamaan. Ihiirrr… apakah itu?

Akhir September kemarin, Syaikh dari Syria: Ghiyats Abdul Baqi’, bertandang ke kantor. Doi menceritakan gimana perjuangan rakyat Syria melawan kekejaman penguasa: Assad. Nggak ada satu orang pun yang berdiam diri melainkan semuanya turun ke jalan melawan sang tiran, termasuk juga para Janda!

As we all know… di mana ada perang, di situ pasti banyak janda lah yeesss. Bedanya, janda macam apa dulu, kan… Janda yang termewek-mewek sabab ditinggal suami-suami dan anak tercinta (kayak ada yang salah dengan kalimat ini :p), atau janda yang menatap lurus ke depan bahkan ikut serta angkat senjata.

Nah, di Syria… nggak ada tuh janda tipe pertama. Yang ada justru janda-janda tipe kedua yang tergabung dalam Mujahid Katibah: kumpulan para janda yang membantu perjuangan Syria melawan rezim Assad. Yeahhh… rock Mujahid Katibah!

Mereka ini nih janda-janda yang bangga akan status jandanya. Bangga menjadi janda dari suami dan anak yang syahid di medan jihad! Janda-janda yang lengan bajunya senantiasa tersingsing dalam membantu kaum Adam di medan perang. Masya Allah… akankah gue seperti mereka andai takdir memilih gue jadi janda? T.T

Di belahan bumi lain. Depok, tepatnya. Seorang duda dengan bangganya mengakui perannya menggantikan sang isteri di rumah mengurus anak kala isteri berjuang di ranah politik saban hari. Walau faktanya doi punya kesempatan yang sama dengan sang isteri untuk terjun di kursi panas Jakarta, tapi doi menolak!

Kok gitu? Yaiya… itu pilihan hidup yang sangat langka dari seorang suami. Katanya, ‘ayah jadi anggota dewan, ibu ngurus anak di rumah itu udah biasa. Tapi masyarakat butuh figur muslimah sukses & amanah di ranah politik. Biar Umi yang di sana. Abi urus anak-anak.’

Beuwhhh… sumprit dah. Seumur-umur, baru kali ini gue dengar pake kuping sendiri (bukan katanya si anu, katanya si dia, blablabla), laki-laki yang lapang dadanya kayak doi.

Mungkin selama ini kita sudah sering mendengar penuturan tentang hebatnya sang istri (almarhumah yang seorang penghafal Qur’an) mendidik anak-anaknya menjadi para penghafal Qur’an dan jarang menyebut-nyebut si suami dalam keberhasilan keluarga tersebut. Padahal peran sang suami pastilah besar juga terutama kelapangdadaannya menukar peran dengan sang istri, kan?

Oke… dapat kesamaan antara janda Syria n duda Indonesia yang gue sebut di atas? Egsagleh! Mereka nggak pernah nyalahi keadaan, tapi justru menoreh hasil di tengah keadaan yang mungkin bagi sebagian orang nggak ngenakin (perempuan turun berjuang dalam perang, laki-laki urus anak di rumah).

Buat yang masih burem calon istri/suaminya… moga bisa jadi pelajaran. Buat yang udah nemuin pasangan hidupnya… moga bisa jadi refleksi: apa yang udah kita lakuin di keluarga? Cuma mengeluh dan mengeluh di tengah masalah yang pasti menghampiri atau justru mampu menerima masalah dan menoreh hasil mencipta keluarga bermanfaat buat ummat.

Grrrhhh… lagi kenapa sih nih gue? Ngelantur aja pagi-pagi. Hehe, kali efek stress kereta mogok&jalanan macet gegara pengecoran jalan? Ah, gegara bis nya yang nggak kunjung dateng juga kali… -,-

2 comments

  1. liadisini · Oktober 11, 2012

    aku tau.. aku tau siapa bapak itu *sotoy*. semoga mendiang istrinya tenang di alam kubur. aamiin.

  2. hanajrun · Oktober 11, 2012

    ssstttt… jangan bilang2 (:
    aamiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s