Cinta dan Mereka yang Gila Jiwanya

Teman gue sedang jatuh cinta! Dan seperti kebanyakan orang melankolik gara-gara cinta, jiwa teman gue jadi terganggu karenanya. Kasian ya…

Sebetulnya gue sudah kehilangan selera untuk nulis tentang cinta-cintaan dua anak manusia *karena faktor U kali ya*. Sudah habis lah masanya untuk membincang tentang cinta yang identik dengan dunia remaja itu. Yaaa, kalaupun masih merasakan cinta-cintaan sama lawan jenis, cukuplah disimpan dalam hati. Nggak perlu diumbar, apalagi menjadi layaknya orang idiot ketika berhadapan dengan si doi.

Tapi siaaal sungguh sial, cinta teman gue pada pujaan hatinya ini sukses  membuat gue tercenung dan gatal untuk nggak membaca-baca lagi definisi cinta dan anak-anaknya dari buku Serial Cinta milik Anis Matta.

Dan betul aja, ada yang salah dengan definisi, gagasan cinta versi teman gue, yang terejawantah dalam emosi dan tindakannya.

Kalau menurut Anis Matta, saat cinta adalah saat kegilaan jiwa. Saat cinta menghampiri jiwa, gue elo dan kita semua pasti menjadi gila! Tak terkecuali para orang hebat dalam Islam.

Cinta kepada Allah telah membuat jiwa Umar bin Khaththab menjadi ‘gila’. Itu terbukti ketika beliau menjadi khalifah yang adil. Menjadi pelayan sesungguhnya untuk ummat.

Cinta kepada jihad telah membuat si pedang Allah, Khalid bin Walid, juga menjadi ‘gila’. Panggilan perang lebih ia pilih ketimbang tidur bersama seorang gadis di malam pertama.

Pun dengan Hasan al-Banna. Cintanya kepada dakwah telah membuat ia ‘gila’. Kedai ke kedai ia masuki, jiwa pemuda ke jiwa pemuda ia tarbiyahi tanpa menggugurkan kewajibannya sebagai pemimpin di rumah. Sampai akhirnya, kegilaannya  membuat takut raja Farouk. Dan membuatnya wajib melumatkan si ‘gila’.

Sungguh jauuuuh berbeda dengan kegilaan karena cinta yang dialami teman gue. Maksud hati mau menunjukkan rasa cintanya, malah cap idiot yang didapat. Hmmm… apa yang salah?

Yah, mungkin karena definisi dan gagasan tentang cintanya yang berbeda. Para pecinta sejati akan tumbuh dalam dirinya sense of giving yang besar untuk yang dicintainya. Apapun yang membahagiakan pujaan hatinya akan dilakukan. Sebaliknya, yang membuat kesal pujaan hati akan dia tanggalkan.

Yang nggak kalah penting, nggak perlu lah si pujaan hati melihat ‘aksi gilanya’. Karena para pecinta sejati selalu bekerja dalam diam. Bukan banci aksi yang maunya terlihat ‘seksi’ di mata sang pujaan hati.

Kalaupun ‘aksi gila’ dalam diamnya nggak direspon oleh pujaan hati, bukan masalah. Karena lagi-lagi baginya cinta itu adalah aktifitas memberi. Bukan masalah kepada siapa ia harus memberi, tapi lebih kepada bagaimana ia bisa terus memberi. That’s why… nggak akan pernah ada kamus ‘sayap patah karena cinta’ dalam hidupnya.

Marimari… walau sudah pasti gila jiwa kita karena cinta, mari tebarkan kegilaan yang membawa kebaikan untuk diri dan dia atau mereka yang kita cintai. Okesip!

*ngelantur sepanjang Tanah Abang-Utan Kayu*

10 comments

  1. liadisini · November 14, 2012

    Eciyeee ganti theme niyee *apasih*
    Gw jg suka gitu klo ada yg cerita cinta2an. Dengerin aja sambil mikir. Cuma kesimpulannya gak sekeren ini nyiahahahah

    • hanajrun · November 14, 2012

      iya. maksud hati ganti theme biar move on *apa sich?!😀
      emang kadang para pecinta abal2 itu wajib dikasihani. hihiii

  2. mutsaqqif · November 14, 2012

    antara mahabbah dan ‘isyq

  3. rizkyholic18 · November 14, 2012

    ho,,,,ho,,,good article….mb enje

    • hanajrun · November 14, 2012

      maatih…
      met berteman, Ky😀
      *follow dooonk

      • rizkyholic18 · November 23, 2012

        okeh..mbak NJ….:D

      • hanajrun · November 26, 2012

        sippo… thanx😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s