Minder yang Bener

Heheeee… update tulisan tugas lagih. Moga gak ada yang bosan, yaaa… *siapa gue?!*😀

 

Assalamu’alaikum wr. wb.

You are beautiful, beautiful, beautiful…
Kamu cantik cantik dari hatimu…

Hehe, Sobat Nida pasti gak asing deh sama lirik lagu Cherrybelle yang ini. Yah… siapapun penyanyinya, liriknya lumayan lah. Mereka kayak mau bilang ke kita: gak usah minder, Sob! Soalnya ‘cantik’ itu sejatinya dari hati, bukan dari fisik.

Tapi sedihnya, ya sinetron ya iklan ya semua produk di tivi mencitrakan cantik cuma sebatas kulit putih, badan langsing, rambut panjang lurus, dllsb yang sifatnya fisik. Nah, kalo kita belum memenuhi kriteria di atas, rasanya minder-minder gimanaaa gituh!

Yang jilbaban juga gak kalah, biar tambah cantik, bergerombol melilit-lilit jilbabnya di kepala hingga habis bagian buat nutup leher en dada, meskipun gak sesuai syariat. Kalo belom lilit-lilit jilbab, kok ya minder beudh. Ngeri dibilang jadul gituh.

Hmmm… kayaknya ada pergeseran nilai yang serius deh dalam diri kita, Sob! *ciiwww bahasanya Nida ^__^. Yang penting cantik tik tik! Jauuuh banget sama yang Allah bilang di surat Al Hujurat:13…

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Sooo… yuk kita lurusin lagi. Mending minder sama hal-hal ini nih:

1. Minder kalo sholatnya masih gak bener
Maksudnya minder kalo sholatnya masih males-malesan en ogah-ogahan gitchuw! Subuh kesiangan, Zuhur mepet Ashar, Maghrib deket-deket adzan Isya, eh Isya-nya kebablasan. Padahal dosa terus menggunung tiap hari. Argh… tidakkk! Apa kata dunia, eh, apa kata Allah?

“Tidaklah seorang muslim didatangi shalat fardhu, lalu dia membaguskan wudhunya & khusyu’nya & shalatnya, melainkan itu menjadi penebus dosa-dosanya terdahulu, selama dia tidak melakukan dosa besar. Dan itu (berlaku) pada sepanjang zaman.” (HR. Muslim)

2. Minder kalo gak pinter
Orang pinter lebih keren ketimbang yang gak pinter *yaiyalah. Maksudnya, kalo cantik gak bisa dibawa mati, Sob. Bahkan ketika masuk usia tua pun bakal pudar. Beda sama orang pinter yang mengajarkan lagi ilmunya ke orang lain. Allah jamin jadi kebaikan yang terusss mengalir pahalanya meski kita udah gak ada.

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631).

3. Minder kalo masih sering laper
Selain badan jadi gampang melar, alasan sering laper bikin kita malas ngerjain puasa sunah, iya gak sih? Padahal banyak buanget lhooo fadilah dari puasa sunnah, Senin-Kamis misalnya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Amal-amal itu diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku senang jika amalku ditampakkan pada saat aku sedang berpuasa.” (HR at-Tirmidzi)

Itu baru puasa Senin Kamis, Sob. Masih banyak puasa sunnah lain yang gak kalah okeh fadilahnya. Oiya, menurut penelitian seorang master trainer sekaligus pakar Neuro-Linguistic Programming (NLP), Ikhwan Sofa, dengan  berpuasa juga bikin fikiran lebih tajam en hati pun lebih peka dalam menyerap ajaran-ajaran Qur’an. Wow!

4. Minder kalo baca Qur’annya masih belum super

Maksa banget ini mah Nida! Hehe, maksudnya kita mesti minder Sob, kalo baca Qur’annya masih pelit en masih terbata-bata. Emang sih ada dua pahala buat yang masih terbata-bata. Tapi Allah janjikan bersama dengan para malaikat buat yang lancar baca Qur’an-nya. Mau yang mana, hayooo?

En masih baaaaanyak lagi hal-hal yang mestinya bikin kita minder kalo gak melakukannya ketimbang minder cuma gara-gara gak cantik atau cacat fisik yang lain.

Allah udah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, lhooo (At-Tin:4). Kalopun Allah memberi kita satu cacat fisik, mending berbaik sangka aja. Pasti Dia mau menaikkan derajat kita, Sob. Akan banyak pahala buat mereka yang ridho en sabar dengan takdir-Nya. Percaya deh! ^___^

Wassalamu’alaikum wr. wb.

4 comments

  1. Iwan Yuliyanto · Januari 16, 2013

    Wa’alaikumsalam wr.wb.

    Media televisi melalui iklan dan sinetron memang memanipulasi kesadaran sehingga meletakkan rasa minder pada tempat yang salah.
    Beberapa hari yang lalu saya menulis tentang subliminal message, kemudian dengan postingannya mbak EnJe ini menginspirasi saya melanjutkan tulisan tentang subliminal message tsb. Thanks ya🙂

    • hanajrun · Januari 17, 2013

      Iya Pak. Sy mendukuuuung Pak Iwan lanjutin tulisannya. Bagus en menarik bgt, Pak! Sdh saya sebar ke bbrp grup whatsaap. Hehe, maap share tanpa ijin🙂

  2. matahari_terbit · Januari 17, 2013

    aku duuunk.. ganteng..
    *dipentung =)))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s