Setahun Bersama Tegar #eh

Setahun Bersama Tegar

Ciiwww… judulnya judulnya judulnyaaa, Galau detected!😄. Beneran gak niat update blog, apalagi ngeresensi. Berhubung status FB teranyar gue diolok-olok sama salah satu fans–ujung-ujungnya update WP versi galau, katanya–jadi gatel mau nulis di blog buat nunjukin kayak apa bacaan gue. Biar doi nambah mangkel. Haha!

Alhamdulillah… kelar sudah baca novel “Senja Bersama Rosie” karya bang Darwis Darwis yang ajegilleee… butuh kegigihan ekstra buat merampungkan novel ini: 1 tahun! 2012-2013 (Desember ke Januari sih :p)

Tentang cinta bersegi-segi yang bikin mumet antara Dani❤ Rosie❤ Tegar❤ Sekar, diramein sama empat anak sempurna hasil pernikahan Dani-Rosie: Anggrek, Sakura, Jasmine, Lili. Gegara bom di Bali yang merenggut nyawa ayah mereka, Tegar rela lera membatalkan pertunangannya dengan gadis manis Sekar yang tinggal menghitung jam, demi mengurus Rosie beserta empat anaknya. Ini agak aneh menurut gue. Apa ada di kehidupan nyata?

Apalagi Tegar pernah sakit hati gegara Rosie nikah sama Dani, padahal sejak kecil cinta Tegar cuma buat Rosie. En sejak petistiwa bom di Jimbaran, Bali itu hingga dua tahun lamanya Tegar dengan telaten mengurus anak-anak Rosie (diceritakan kalo Rosie mengalami depresi berat). Bahkan Tegar memutuskan resign dari pekerjaannya di Jakarta–yang sedang di top position, demi mengurus bisnis resort keluarga Rosie di Gili Trawangan. Uoohhh… impossible bin so weird! #IMO

Judulnya juga aneh. Sudut pandang yang dipake penulis yakni aku (Tegar) sebagai malaikat yang serba tau. Overall juga nyeritain kehidupan cinta en kebaikan Tegar, lah kenapa judulnya nyebut-nyebut Rosie? –' *maap ya, Oom Darwis

Buat yang bertanya-tanya apa inti dari cerita ini (emang ada yang tanya? :p), berulangkali penulis 'khotbah' tentang keputusan en kesempatan. Sooo… buat yang udah punya someone yang diincer en udah klik sama doi, buruaaannn buat keputusan en jangan sia-siakan kesempatan. Biar gak nyesel berkali lipat kayak Tegar en Rosie!

Nah… itu kan retaknya, ya. Biar fair, gue juga mau bahas gading dari novel ini, ah.

Kayak yang udah gue tulis di dua postingan sebelumnya. Pun agak kurang suka sama novel yang tokoh utamanya mendekati malaikat, kadang gue masih penasaran sendiri sama proses en akhir sebuah novel.

Alhamdulillahnya, buah kesabaran membaca tiap halaman novel ini seakan-akan gue lagi jalan-jalan ke Jimbaran, Gili Trawangan en Gili Meno. Bermain-main di pantainya yang katanya indah, menikmati panorama laut en gunung Rinjani dari resort milik keluarga Rosie, sampai ikutan diving menyaksikan "tarian" penyu (padahal berenang aja gak bisa :p). Sukses lah penulisnya menggambarkan tiap detil keindahan salah tiga objek wisata Indonesia di bagian tengah ini.

Ada lagi yang gak kalah keren! Di bagian-bagian akhir mencapai epilog, ketika Tegar menyampaikan perihal rencana pernikahannya dengan Sekar kepada keempat anak Rosie–berarti Tegar gak akan tinggal bareng mereka lagi, semuanya marah en gak mau ditinggal Tegar. Penolakan yang diterimanya disadari sebagai imbas dari didikannya selama dua tahun kemarin.

Harusnya teman, orang tua, kekasih itu sejatinya bukan yang selalu ada en siap siaga kala kita butuh bantuan mereka. Justru mestinya kita menjadi teman, orang tua, kekasih yang menjadikan seseorang mandiri. Tanpa kita, mereka tetap bisa melanjutkan hidup. Argh… poin ini kayaknya yang paling mengesankan. Ilmu bagus nih buat didik anak nanti😀.

Kata teman gue sih buku ini bagus. Coba aja baca…!🙂

16 comments

  1. j4uharry · Januari 28, 2013

    Iya deh percaya :-p

    • hanajrun · Januari 28, 2013

      Gut gut gut! Haha

      • j4uharry · Januari 28, 2013

        Nyenengin orang kan dapet pahala kata USt. Somad

      • hanajrun · Januari 28, 2013

        Follower yg baik. Hahaaa

  2. mutsaqqif · Januari 28, 2013

    jadi ini bacaannya

    *datar

    • hanajrun · Januari 28, 2013

      yap. beginilah ceritanya, my Fans! *ketauan dah siapa fans yang dimaksud. Haha

      • mutsaqqif · Januari 28, 2013

        fans?

        *superdatar

        *tatapansinis

      • hanajrun · Januari 28, 2013

        haha… sulit mengakui lantaran kegedean gengsi😄

      • mutsaqqif · Januari 28, 2013

        ngfans sama ngepo beda

        #eh

    • hanajrun · Januari 28, 2013

      beda tipis lah. Adik-Kakak. Intinya ngefans!!!! :p

  3. DOLBYVIT · Januari 29, 2013

    galau banget tapi isi ceritanya mah datar…tapi jangan pernah putus bersabar karena jika dengan bersabar akan menerima hasil yang memuaskan dari sabar itu hehehhe

    • hanajrun · Januari 29, 2013

      wow… udah baca juga ya bukunya?🙂

  4. liadisini · Januari 30, 2013

    Err.. ceritanya kaya sinetron ya Nje #eh

  5. matahari_terbit · Januari 31, 2013

    wooh.. gitu..
    jadi Tegar tu siapamu Nje *eh
    hahaha

    • hanajrun · Februari 1, 2013

      cerdas sekalih, Mba Jar!😀

      Tegar adalah…. engingeng… jengjenggg… tarraaa… errr… kasih tau gak yaaaa? :p *geje akibat daging sapi impor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s