RA WH ZS I

Wow! Dapet tugas nulis tentang artis yang tersandung kasus narkoba Minggu kemarin. Errr… kalo boleh jujur kelamaan cari angle yang pas en sreg timbang nulisnya. Perbandingannya 3hari:3jam –‘.

Pas udah nemu angle yang pas en tulisannya juga udah rampung… jedarrr! Susah banget praktekin apa yang udah ditulis dalam kehidupan nyata. Adaaa aja perbincangan yang menggoda untuk kepo»ghibah»berprasangka»mencela. Yaa Salam, ampuni hamba yang dudul ini..

The Danger of Kepo

Assalamu’alaykum wr. wb.

Ckckck… RA, WH, ZS, I belakangan makin tenar booo’ di jagad dunia nyata hingga dunia maya Indonesia. Sayang… musabab ketenaran mereka bukan karena prestasi yang sukses diraih atau hal positif lain, tapi justru karena hal negatif (baca: tersandung kasus narkoba).

Hingga kini, pagi siang sore malam, tayangan berita en infotainment masih menyajikan kasus mereka. Udah gak keitung pula berapa twit yang meracau terkait kasus mereka. Mulai dari ungkapan gak nyangka, menyayangkan, hingga mencela semuanya, kumplit plit plit! Bahkan di salah satu portal berita dikabarkan, RA sempat jadi trending topic hingga tingkat internasional karena kasusnya ini, ya? Alamak!

Dari kasus ini, kalau boleh ditarik kesimpulan, kebanyakan dari kita kok kepo banget ya Sob! Apalagi kalo udah nyangkut orang terkenal en kabar negatif tentang mereka. Semua seakan berlomba tuk cari tau sedalam-dalamnya buat bahan ngetwit atau reply twit. Di dunia nyata pun gak kalah. Sadar atau gak, kita jadi jamaah acara infotainment dalam menggadang-gadang masalah yang menimpa teman bukan, sodara apalagi. Fyuuh…

Padahal dalam Al-Qur’an Allah berfirman dengan sangat gamblang lhooo akan ini:

“…dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain…” (QS. Alhujurat: 12)

Bukan tanpa sebab sih larangan mau tau banget terhadap kesalahan orang lain alias kepo. Soalnya banyak banget turunan dari kepo yang sifatnya negatif, Sob. Here it is…

1. Dari kepo lanjut ke ghibah
Iya gak sih… kalo udah kepo, gak afdhol rasanya gak pake bumbu ngomongin orang. Kudu sepaket deh kepo sama ghibah. Hmmm… belum aja nanti kita kena batunya seperti yang Rasulullah bilang:

“Karena siapa yang mencari aib dan kesalahan saudaranya sesama muslim maka Allah akan membeberkan aib dan mencemarkan nama baiknya walaupun berada di dalam rumahnya.” [HR. Ahmad]

Hati-hati juga, Sob… soalnya kalo ternyata salah satu dari mereka negatif pemakai (mungkin saat itu lagi berada di tempat yang salah), Rasulullah mencap kita sebagai pendusta. Tidaaakkk!

“Jika apa yang kamu bicarakan benar-benar ada padanya maka kamu telah mengghibah-nya, dan jika apa yang kamu bicarakan tidak ada padanya maka kamu telah membuat kedustaan atasnya.”(HR Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi 1935)

2. Dari ghibah lanjut ke berprasangka
Gak cukup sampe ghibah, kalo lagi ngomongin aib atau kesalahan orang lain selalunya kita jadi sibuk berprasangka prasangki. “Gak heran sih si RA make, acaranya bejibun. Di hampir semua stasiun tivi ada doi. Orang normal mana kuat ngejalanin itu semua?!”

Padahal di hari H penangkapan mereka, pihak BNN belum menetapkan siapa aja yang positif pemakai narkoba. Orang terdekat mereka pun yakin temannya bukan seorang pemakai. Eeeh kita udah berprasangka duluan di balik twit kita.

Masih inget kan ayat tentang memakan bangkai saudara kita, Sob?

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al Hujurat:12).

Ghibah en berprasangka ibarat memakan bangkai sodara sendiri. Huweeekkk… jijik!

3. Dari berprasangka lanjut ke mencela
“Ternyata di balik cerianya tuh artis, ngobat juga. Dasar… semua artis sama aja!” atau “Kasian amat… gak dapet janda, eh lari ke ganja. Haha!”

Astaghfirullah… ini jempol enteeeeng banget buat ngetwit en ngeretweet yang begituan. Halloooh… dapet apa ya kita mengolok-olok en mencela mereka?

Masih di surat Alhujurat, Allah udah mewanti-wanti lho buat yang suka mengolok-olok or mencela:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)…” (QS. Alhujurat: 11)

Abis gimana ya Nid, gak di twitter gak di tivi pada omongin gituan. Gimana gak jadi kepo, coba?

Boleh. Boleeeeh banget, Sob, kita cari tau. Lah emang beritanya lagi hot juga! Tapi cukup sampe mau tau aja, gak sampe mau tau banget apalagi dilanjutin ke ghibah, berprasangka, hingga mencela. Gak banget deh!

Mestinya kasus mereka mampu memberikan hikmah atau pelajaran pada kita yaaa. Misal, mesti pintar pilih-pilih teman. Kita mesti bergaul dengan siapa aja, tapi gak semua kudu dijadiin teman. Atau buat yang bercita-cita jadi artis en orang terkenal dengan segala bentuknya, tetaplah di atas track yang lurus. Okeh!

Rasulullah bersabda, “Hikmah itu adalah barang yang hilang milik orang bwriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah.” (HR. Tirmidzi)

Wassalamu’alaykum wr. wb.

2 comments

  1. matahari_terbit · Februari 2, 2013

    iya.. emang dumay kadang bikin ke-kepoan meningkat sekian persen…hahaha
    tambah gatel pengen komentar

    padahal semuanya bakal kita pertanggungjawabkan yak.. sereem

    • hanajrun · Februari 2, 2013

      samaaa… jaman skrg gak gaul kayaknya kalo gak kepo –‘ *korban salah gaul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s