Cinta Juga Butuh Kata (katanya sih begituh!)

Paradoks! Ngenesss! Kasian deh gue! Ketika nyadar diri ini minim pengalaman dalam hal cinta-cintaan dengan lawan jenis, eehh dapet tugas lagi dan lagi buat nulis tentang cinta-cintaan –‘

Cinta Juga Butuh Kata

 

Assalamu’alaykum wr. wb.

 

Sobat Nida, kenapa hayooo orang yang pacaran keliatannya lengkeeet terus kayak perangko? Kenapa pula bacaan pertama dalam sholat kita ‘innash sholatii wanusukii wamahyaaya wamamatii lillaahi rabbil ‘aalamiin’?

Yap, tak lain en tak bukan jawaban pertama karena selalu ada kata cinta di antara mereka. Tiap saat bibir mereka enteng beudh ngucap cinta (padahal belom halal, booo’!). Ada surat cinta, sms cinta, lagu cinta, puisi cinta, en semuanya yang mengandung unsur cinta!

Ini pula yang jadi jawaban pertanyaan kedua, karena Allah mau kita lengket terus sama Dia dengan terus mengulang-ulang ‘sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam’, 5x dalam sehari biar selalu ada love, tresno, en cinta antara kita dan Dia. Co cwiiittt!

Percaya gak percaya, cinta emang butuh kata-kata, Sob. Cinta terhadap Allah, Rasulullah, orang tua, guru, saudara, kadang butuh kata-kata biar fresh terus cinta tersebut. Catet: bukan perkataan gombal belaka seperti yang sekarang marak, lho… tapi kata-kata yang lahir dari rahim hati yang tulus.

Untuk hal ini, Rasulullah sang teladan telah mencontohkan pada kita:

1. Ketika di awal-awal dakwahnya, Rasulullah ditawari kedudukan mulia oleh pemuka Quraisy asalkan mau berhenti berdakwah. Dengan kobaran cintanya yang menyala-nyala pada Allah, beliau  mengatakan kepada pamannya: “Wahai pamanku, demi Allah seandainya matahari mereka letakkan di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku supaya aku berhenti meninggalkan tugasku ini, maka aku tidak mungkin meninggalkannya sampai agama Allah menang atau aku yang binasa”.

Great! Perkataan beliau begitu menginspirasi para dai yang berdakwah ilaLlah di masa kini ketika kesulitan en rintangan menghampiri mereka.

 

2. Sanjungan Rasulullah terhadap Khadijah ketika ditanya oleh Aisyah, “Adakah perempuan yang bisa menggantikan Khadijah?”. Kata beliau, “Dia beriman ketika semua orang kafir, dia mengorbankan harta ketika semua orang menahan, dia memberiku anak-anak”.

See… sederhana, apa adanya, tapi dalemmm banget maknanya. Sayang beribu sayang kata-kata ini gak sempat disampaikan kepada sang kekasih hati.

3. Bahkan ketika maut sedang menjemput, Rasulullah masih melinsankan kata-kata cinta untuk kita ummatnya… “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku… Ummatiy, ummatiy, ummatiy.”

Ya Allah… sudahkah kita membalas cinta beliau yang begitu besar?

Nah, Sobat Nida… mulai sekarang, yuk gak usah gengsi mengungkapkan kata cinta. Terus hayati bacaan iftitah kita, perbanyak sholawat kepada Rasulullah. Pun terhadap orang tua, saudara, teman en pasangan (buat yang udah nikah), jangan pelit bilang cinta dengan kata-kata terbaik. Biar makin lengket cinta kita pada mereka.

Atau kalo masih kegedean gengsi, buat aja tulisan tentang cinta ke redaksi Annida, siapa tau lolos redaksi. Hehe. Soalnya cinta mampu membuat kita mendadak penyair/sastrawan. Lagian kadar tulisan bakal makin baik ketika dekat dengan kehidupan kita. Oke, ditunggu yaaa! ^__^

 

Wassalamu’alaykum wr. wb.

8 comments

  1. liadisini · Februari 1, 2013

    ‘innash sholatii wanusukii wamahyaaya wamamatii lillaahi rabbil ‘aalamiin’ << berat nih konsekuensinya.

  2. matahari_terbit · Februari 1, 2013

    derajat hadits ”Wahai pamanku, demi Allah seandainya matahari mereka letakkan di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku supaya aku berhenti meninggalkan tugasku ini, maka aku tidak mungkin meninggalkannya sampai agama Allah menang atau aku yang binasa”.
    itu kalo ga dhoif malah maudhu’
    *lupa aku.. hehehe

  3. matahari_terbit · Februari 1, 2013

    Ummatiy, ummatiy, ummatiy.”
    juga.. euung..

    kalo ga dhoif malah maudhu’..

    bukan hadits shahih.. =D

  4. matahari_terbit · Februari 1, 2013

    hahaha.. aku juga bingung kalo disuruh nulis cinta2an.. ekekeke

    • hanajrun · Februari 2, 2013

      wew… baru tau klw yg matahari en bulan –‘

      kalau yg ummatiy ummatiy itu juga kmrn ada yg bilangin. Huhuuu, gak manteb ilmu hadits gue u,u

      thx infonya, Mba Jar😀

      err… masa siyh mba Jar susah nulis ttg cinta2an? *keselek duren montong :p

      • matahari_terbit · Februari 2, 2013

        cinta benenan aja deh Nje.. wekekek
        kulitnya makanya jangan ditelen njeee.. =)))

      • hanajrun · Februari 2, 2013

        ciye ciyeeee… *kaboorrrr :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s