Perang Emot

Yeesss! Akhirnya akhirnya akhirnyaaa… malam ini gue tau siapa orang pertama di dunia yang menemukan emoticon–setelah iseng googling barusan. Menurut beberapa sumber, namanya sih Scott Elliot Fahlman. Seorang ilmuwan komputer. Tapiii… bukan itu yang mau gue bahas dalam JeBrol (Ngobrol Geje Bareng Enje) kali ini. Ada yang jauuuh lebih penting, perihal penting gak penting menggunakan emot di teks obrolan, yang menurut gue penting banget! Bahkan melebihi pentingnya BBM bagi rakyat kecil, yang sah sudah dinaikkan harganya! *isshhh… berapa kata penting yang mesti dibuang dalam dua kalimat ini? :p

Okeh lanjut… actually ini pandangan gue (yang udah minus 5 en silindris 1) aja sih ya. IMO: penggunaan emot dalam teks obrolan baik di sms maupun di jejaring sosial, pula di aplikasi obrolan gratis made in Android, gak boleh ketinggalan. Baik yang menandakan ekspresi senang maupun gak senang, mesti wajib kuda fardu ‘ain diselipkan, sebagai tanda kita respek en pewe berinteraksi sama lawan ngobrol. Sekali lagi, itu menurut gue, lho.

Pun kondisi obrolan misalnya kurang pewe, di sini lah tugas mulia emot yang akan mempewekan bin mencairkan obrolan. Yaaah… kalo di obrolan tatap muka langsung, semacam pandangan en gesture yang gak pernah lepas dari lawan bicara, gituh! 

Dan kayak-kayaknya… para pembuat aplikasi teks obrolan yang berserakan di Play Store Android, mereka satu pandangan dengan gue akan hal ini *iya, siapa gue ya?. Soalnya… gak di Whatsapp, Line, Kakao Talk yang pernah gue jajal pasang, tersedia aneka emot unyu-unyu dengan aneka rupa ekspresi. Komplit plit plit! Dan di antara itu semua, sori to say… gue lebih memilih Whatspp sebagai jawara-nya emot. Yeayyy! Biar kelewat simpel, tapi di situ lah letak ke-cool-annya. Gak terlalu alay lebay melambay hay hay hay gimanaaa gituh kayak aplikasi obrolan yang diiklankan oleh Sherina en Big Bang itu tuuuh *pisss :p. Jenisnya juga gak kalah banyak alias macam-macammm!

Nah, kalo Line, menurut gue agak lumayan lah daripada aplikasi teks obrolan yang berwarna kuning-kuning ber-yel-kan “free… free… free!” itu :p. Biar pun agak lebay, tapi masih lumayan bentuknya. Bahkan pernah, waktu pertama kali en lagi norak-noraknya pasang Line, gue balas-balasan emot sampe ada kali 3 menit sma seorang teman! Gak bisa berhenti!😄

Tapi setelah kemarin hape mati suri selama beberapa hari, gue putuskan untuk memilih setia pada Whatsapp aja. Biar hemat memori juga, booo’! Eh tapi gak lama lagi ke-gratis-an Whatsapp gue bakal sirna en bakal mulai berbayar!  -,-

Ahya… untuk pengecualian, sih. Kadang bahkan jarang, untuk orang-orang tertentu gue pilih gak cantumin emot kalo lagi berbalas obrolan. Alesannyaaa… simpulkan aja sendiri dari tulisan ini!😀

Nah, kesimpulannya… mari kita pergunakan emot demi terciptanya keharmonisan antar penduduk dunia! Yihaaa!*geje ya? Ya namanya juga tulisan edisi JeBrol :p

8 comments

  1. niprita · Juni 19, 2013

    (y)

  2. wetwetz · Juni 19, 2013

    Menurutku juara emot itu kakao talk, lucu2 bisa gerak pula lagi.. -5? Samaan dong kita, sengsara ya? Ihiks..

    • Enje · Juni 19, 2013

      nah, itu diaaa yg gue kurang sreg😀 yg simpel2 aja sukanya macam WHatsapp. Heheee

      iyaaaa… moga lahiran nanti lancar en bisa normal sama dokter *jauh amat doanya, nikah juga belom :p

  3. sangterasing · Juni 26, 2013

    Emote itu bak garam pada sayur, bak gula pada teh, dan bak sambel pada mata… *hayoloooh
    😄 <~ jangan lupa emote

    • Enje · Juni 27, 2013

      pula teks pesan tertulis tanpa emot, bagai taman tak berbunga :p

  4. morena012 · Juli 12, 2013

    hidup Whatsaap😀

    • Enje · Juli 13, 2013

      hidupppp mahasiswa!😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s