(Masih) Wiwid Pakai D

“Aku yakin kamu mampu membersihkan kunci surga itu dari aneka kotorannya,” katamu siang itu.

Dear Fellas… masih ingat cerita gue tentang seorang teman yang berketerbatasan tapi semangat hidupnya berkobar-kobar?! Itu lhoooo, yang inisial namanya W, yang pergi begitu aja tanpa kabar tanpa cerita. Aaakkk… nyebelin deh pokoknya! *tapi ngangeninnn, hehe.

Dan taukah… lebih “nyebelin” lagi, kemarin siang gue tiba-tiba dipertemukan lagi dengan perempuan sanguin sejati itu! Beneran ulahnya si takdir ini mah–i mean gak ada yang kebetulan. Gue yang pagi itu berangkat dengan kedongkolan segunung bromo *kayak pernah ngerasain naik gunung ajah!, ditambah sinis dengan garis hidup, siangnya berbalik laksana deretan pulau es di kutub utara yang meleleh oleh efek global warming. Kyaaa!

“kamuuu…”

“kamuuu…”

“Ih, kayak ketemu belahan jiwa lagi nih, akhirnyaaa!” dengan kelebayan khas, lo membekukan pertemuan gak sengaja itu. Ok, lo emang lebay en gue suka! Sayang, selanjutnya menyedihkan!

“Gimana kabar ibu?” Duh, kenapa tema ini sih yang mesti diangkat? Halloooh, gak ada yang lain? Astaga, lupa gue! Yang membuat lo en gue nyambung, kan, emang tema ini. Garis hidup kita sama. Bungsu penjaga ortu!

“Kamu tau, ibuku udah meninggal juga, tepat 1 tahun 8 hari sejak kematian bapak,” ah, telak deh gue. Sedongkol apa pun ini hati, gak bisa diabaykan! Sesuai gerutuan gue kemarin-kemarin. Ya Allah… susah nerima nasihat dari orang yang gak bernasib sama. Akhirnya, Dia pertemukan orang yang gue pinta. Semacam teguran dengan cara yang halus?

“Pokoknya kamu gak boleh menyesal kayak aku. Aku ini orangnya ekspresif. Semauku. Nah, kamu jangan kayak gitu. Ok!” Ok, dengan senang hati gue biarkan lo yang jadi ratu pembicaraan. Ayo, ngomong lah yang banyak. Nasehatin hati gue yang bebal ini.

“InnaLlaha ma’ash shoobirin. Eh, apa innaLlaha ma’anaa, ya? Coba deh buka kamus, kamu kan lebih ngerti. Mana tuh yang bener? Hehe,” Dannn… lo masih gak berubah, ya? Bukan cuma fisik, tapi selera humor! Gilak!

“Tapi kalo kamu sama kaya aku–ekspresif, aku saranin kamu segera tobat! Allah Maha Penerima Tobat, kata Ustadz YM, istighfar yang banyak.” Iya, gue emang perlu banyak-banyak tobat. 

“Sini, mana flashdisk kamu? Aku punya artikel bagus.” Uh, baiknyaaa!

“Kita itu sama, dititipin kunci surga yang gak semua orang mendapatkannya. Aku yakin kamu mampu membersihkan kunci surga itu dari aneka kotorannya. Tetap SEMANGAT ya! Yang ikhlas!” Bagus, lo sukses bikin gue nangis di antara lalu lalang para pengunjung perpustakaan.

Kau malaikat turun dari surga di hadapanku. Eeeaaa!🙂

 

 

4 comments

  1. pemikirulung · Oktober 10, 2013

    terlalu ng-abstrak buat kami Je

    sabar ya Je eniwei..insya ALLAH balasannya besar

    • Enje · Oktober 10, 2013

      apanya yg ngabstrak, Lud?😀

  2. hai, aku Sekar · November 11, 2013

    tumpeh tumpeh mbak, saya bacanya. Haha. Tulisan mbak bener-bener…… *tibatibakehilangankosakata*

    • Enje · November 12, 2013

      SEMANGAT nge-blog, Kar!😀

      btw, tengkyuuu banget udah jadi follower ku yg ke-100. moga gak nyesel follow blog kuh. heheee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s