Tamasya Malam Jum’at

Sumfeh, judulnya gak kece marece! Dibilang kolor, eh, horor, gak ada horor-horornya. Dibilang ala-ala traveler, jauuuhhh! Jadi, buat para sufi (suka film) en traveler sejati, ini bukan bacaan yang kalian banget banget. *jadi nyesel ya udah nge-klik? :p

Ini tentang tamasya pakai tanda kutip, gue en ibu-ibu muda RT 001/12 di lingkaran pengajian saban malam Jum’at. Eh sok alim ya gue, posting tulisan kayak gini? Biarin, hehe.

Bukan apa-apa, soalnya ada seorang kenalan yang pernah bilang, “Gue pengen deh ngaji di tempat lo ngaji. Pasti ilmu yang didapat cetar membahenol, ya?” Terus gue cuma bisa diam sambil mesem-mesem. Atau perkataan ustazah di lingkaran malam Jum’at ini. “Kamu ngajinya saya pindahin ya jadi Kamis siang, sama kelompok yang lain. Soalnya di sini masih dasar banget. Kasian kamunya.” Terus gue keukeuh nggak mau dipindah. Gak rela untuk pisah sama ibu-ibu muda ituh.

Ibu-ibu muda yang pengajiannya pasti dibuka dengan majelis fulus (kolekin uang kas, uang tabungan, en kocok arisan), berlangsung dengan lalu lalang bocah-bocah minta jajan, en diakhiri dengan makan gorengan sambil omongin keluarga en dagangan. Eh satu lagi, sesi favoritnya baca yasin plus tahlilan!

Jujur kalo ditanya motivasi, gabungnya gue dengan lingkaran ini sejak sebelum ramadhan kemarin bukan buat nimba ilmu. Itu mah bisa dicari di buku en tanya-tanya ke Syaikh Google *sombooong. Cuma menyalurkan kebutuhan mendasar sebagai mahluk homo homini socius aja sih *apa coba ini artinya? hombreng dari klan apa pulak?. Ya begituh, intinya gue gak bisa gak punya teman. Hidup cuma buat cari duit, ngejar karir, berangkat pagi pulang malam, gak kenal tetangga. Hiks, bukan gue banget. 😦

Alhamdulillah, waktu udah lumayan lowong. Dapat juga sih ilmu dari ibu-ibu muda itu yang secara ekonomi bisa jadi pas-pasan. Tapi mereka selalu happy-happy aja tuh. Gak pelit waktu untuk sekadar kumpul-kumpul barang dua jam di majelis macam begini. Yah, walaupun dengan tingkah yang beraneka. Namanya juga manusia. Gak ada yang gak punya cela. 🙂

Iklan

6 comments

  1. titintitan · Oktober 4, 2013

    ciyeeh yg homo homini lupuuus *ini homo klan yg berbeda lagi eeeaaaa kayanya 😀

    • Enje · Oktober 4, 2013

      bangun donk Lupus, ayooo bangun *ketauan tua-nya dah :p

      • titintitan · Oktober 4, 2013

        eh, itu lagu apa yah?
        aku mah generasi 2000

        🙂

        *polos

      • Enje · Oktober 4, 2013

        kertas, kali’, polooossss :p

  2. lazione budy · November 14, 2013

    Ayooo dikocok arisannya…
    Bagus, termasuk salah satu mengakrabkan lingkuangan sekitar.

    😀

    • Enje · November 15, 2013

      egsagleh! 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s