Dear, (Calon) Anak Ibuk…

(Calon) anak ibuk… Tulisan ini ibuk buat khusus buat kalian yang tercinta kelak. Iya sih, ibuk belum tau siapa bapak kalian. Belum tau siapa kakek nenek dari calon bapak kalian. Tapi atas nama cinta, gapapa kan ibuk nulis ini jauh-jauh hari, mungkin juga jauh-jauh tahun, sebelum hadirnya bidadara/i dunia ibuk?🙂

Ibuk suka menulis. Bercerita sih, tepatnya. Tapi sungguh, ibu lebih suka mendengarkan. Yang menggelikan dan meresahkan, biasa ibu tumpahkan dalam tulisan. Nah, ketika ibuk memutuskan membuat surat ini, ibuk sedang merasa tidak berdaya terhadap dunia. Betapa mengerikan, ibuk yang keimanannya gak seberapa ini ditakdirkan hidup di zaman yang katanya mendekati akhir zaman.

Satu per satu teman seperjuangan ibuk mundur demi mencari kesempurnaan golongan juga tauladan. Ibuk berusaha menjaga kesucian dengan gak ikut-ikutan pacaran pun dipandang aneh nian. Sementara para pengusung hubungan yang paling dibenci Allah en Rasul-Nya; sesama jenis, makin gencar menuntut pengakuan.

Di belahan bumi lain saudara-saudara kita dijajah fisik mereka oleh pemimpinnya sendiri. Para pemimpin jama’ah Islam-nya pun disebut teroris. Di sini? Gak jauh beda, bahkan lebih mengerikan, duhai (calon) anak ibuk. Penjajah sudah dengan antengnya masuk ke dalam rumah-rumah dalam bentuk kotak segi empat bergambar nan bersuara. Mencuci fikiran kami dari nilai-nilai Islam. Allahumma… ibuk bisa apa?

Di tahun ke-tiga ibu kmencurahkan segala rasa dalam blog ini, ibuk ingin berpesan kepada (calon) yang sedap dipandang mata milik ibuk, melalui tulisan ini. Ibuk takut masa-masa kalian tumbuh nanti jangan-jangan lebih dahsyat dari zaman ibuk kini. Tapi ibuk yakin, selama kalian berdekat-dekat dengan Qur’an dan sunnah, kalian pasti selamat. Dekati juga komunitas orang-orang yang selalu berusaha menuju kesolehan diri dan sekitarnya, supaya kalian makin teguh dalam kebaikan.

Ibuk gak menuntut kalian untuk melulu berdiam diri di masjid. Tapi keluarlah! Ajak yang lain untuk kembali pada Qur’an dan sunnah juga berjama’ah. Insyaa Allah itu yang akan menjemput keberkahan dalam hidup kalian.

Ah, ibuk cerewet ya? Gapapa, daripada ibuk cerewet saat usia kita terpaut jauh yang itu lebih menyebalkan di telinga kalian. Lebih baik ibuk sampaikan ini ketika saat membacanya, usia kita belum terpaut jauh. Lebih enak untuk didengar, kan?

Pokoknya ketika kalian sudah pandai membaca, akan ibuk tunjukkan tulisan ini, tanpa ibuk hapus komen teman-teman yang mungkin mengatakan ibuk kalian sedang menggalau, bermimpi, gila, dan sebagainya.

Ohiya, tenang… ibu gak akan memaksa kalian untuk lebih awal pandai membaca, kok. Nikmati saja nanti masa kanak-kanak kalian. Masa emas, kata orang-orang kebanyakan. Kalau sudah waktunya kalian mau belajar membaca, akan ibuk tunjukkan ini pada kalian!

Dari (calon) ibuk dan sahabat kalian!😀

5 Oktober 2010-7 Oktober 2010

20 comments

  1. kandangmelon · Oktober 7, 2013

    canggih😀

    • Enje · Oktober 8, 2013

      futuristik apa gak realistis? :p

      • kandangmelon · Oktober 8, 2013

        hha..
        extraordinary nya pake bangett malah. bisa kepikiran ampe kayak gitu😛

      • Enje · Oktober 8, 2013

        gaya bet bahasanya: extraordinary :p

      • kandangmelon · Oktober 8, 2013

        😀

  2. titintitan · Oktober 8, 2013

    hei ibuk *kata anak ibuk

    • Enje · Oktober 8, 2013

      hai, Mbah *kata cucuknya mbah :p

  3. liadisini · Oktober 9, 2013

    Terharu pisan bacanya. InsyaAllah dapat anak yg sholeh/sholihah. *elus perut*

    • Enje · Oktober 9, 2013

      hahaaa, aamiin. mau dibantuin eus perut? :p

      • Enje · Oktober 30, 2013

        ciyeee yg orang Jawa, Omali :p

  4. pemikirulung · Oktober 10, 2013

    wuih..3 tahun lalu udah ditulis

    gw terganggu dengan huruf k diakhir kata ibuk, Je

    • Enje · Oktober 10, 2013

      eh, itu salah nulis Lud. maksud 5 oktober 2010-7 oktober 2013 :p

      iya, Lud, sengaja. heheee. biar berasa jowo2 gimanaaah gituh *padahal orang betawi😀

      • 0mali · Oktober 29, 2013

        nah, baru mau mempertanyakan, “Kenapa bukan Emak?”😛

  5. j4uharry · Oktober 11, 2013

    Terharu @_@

    • Enje · Oktober 12, 2013

      *puk puk Fadli🙂

      • j4uharry · Oktober 12, 2013

        Ahaha si mpok …. puk puk itu mukulin atau d timpukin ?

      • Enje · Oktober 12, 2013

        nimpuk pake batu. heheee

      • j4uharry · Oktober 12, 2013

        Widih, empok makin galak uy …. -,-

  6. dodo · Oktober 11, 2013

    Fyuhhhhhhh BD

    • Enje · Oktober 12, 2013

      sabar, Gung… #eh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s