Gara-gara Nggak Ikhlas

Waktu memutuskan nulis ini, sungguh hati gue sedang merasa dipecundangi oleh  semesta. Kalo nggak inget lagi di jalanan, pasti jiwa-jiwa cengeng ini berkuasa. :p

Nggak tau sejak kapan, dalam diri gue tertanam bibit pamrih dalam beribadah. Eh, apa karena terbiasa menggunakan logika manusia dalam beribadah ya? Tau deh. Huh!

Padahal sudah mencoba menunaikan hak manusia pula jelas hak Dia. Gue putuskan merampungkan kerjaan *nggak rampung-rampung amat juga sih* en menunaikan sholat Isya terlebih dulu sebelum pulang ke rumah. Selain biar sampai rumah bisa segera rehat, nggak bisa dipungkiri berharap segalanya berjalan tanpa kurang suatu apa sebagaimana mestinya. Yah, biasanya sih begitu. Malam identik dengan jalanan lengang, tanpa hujan jadwal kereta pun biasanya aman. Lah lah ini… kok sebaliknya???!

Nunggu bis lama, kereta telat, ketinggalan kereta di stasiun transit, hujan rintik-rintik pula! Ih, nyebelin banget banget!

Bisa-bisanya lisan ini sampai berucap tudingan-tudingan ke Dia. Mengungkit-ngungkit pengorbanan yang sudah ditunaikan. Diperparah dengan prasangka terhadap hujan. “Yah, hujan! Sampai rumah kemaleman nih! Masuk angin deh!”

Padahal pas curcolan ini ditulis 1/4nya, kereta yang ditunggu-tunggu baruuu aja tiba. Kosong pula, which means dapat duduk sampai stasiun dekat rumah. Ampuunnn… emang dasar manusia nggak tau diuntung! O.o

Emang masih banyak belajar buat ikhlas. Lurusin niat dalam beribadah. Bukan supaya bla bla bla, tapi ya emang menunaikan kewajiban sebagai hamba. Gimana pun kondisi setelahnya, nggak usah dikait-kaitin lah dengan segala ibadah yang dipandang banyak, padahal belum tentu di mata Dia.

Ampunin hamba yang bebal ini, ya Allah…

 

~semalam~

6 comments

  1. nazhalitsnaen · Desember 21, 2013

    ada saat kesebalikannya “semesta kurang mendukung” kalau istilah saya hehehe
    tapi ya kembali itu jadi bahan belajar sabar kan, mbak enje?🙂

    • Enje · Desember 22, 2013

      semestikung. semesta tidak mendukung :p

      iya. lagi2 ttg sabarrr -,-

  2. hai, aku Sekar · Desember 21, 2013

    Just share..🙂
    Ada yang pernah nasihatin aku mbak, Allah Tau banget kalau manusia pasti nggak bisa lepas dari yang namanya imbalan atau pamrih, meskipun sedikit. Makanya, kalo berdoa, atau beramal, kita boleh minta pahala, minta surga. Tapi, alangkah lebih indah kalo yang kita harapkan cuma keridhoan Allah. Seandainya surga/neraka dan pahala nggak pernah ada, nggak tau deh kita masih beriman atau nggak🙂

    aku juga masih memble banget,😥
    harus banyak-banyak melakukan perjalanan (salah satunya) biar makin kerasa nikmat Allah itu besar dalam setiap detik.😀 semangat mbak nj!

    • Enje · Desember 22, 2013

      tfs, Kare🙂

      iya, ust YM jg sering bilang. pamrih sama Allah mah boleh2 banget. sah2 aja.🙂

  3. pemikirulung · Desember 23, 2013

    ah lo Je *sekadar komen*

    • Enje · Desember 23, 2013

      hahaaa… baiknyaaa🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s