RS As Shobirin

Jumat penuh cintaaa! *lebay sedikit boleh kali?🙂

Mau cerita sedikit tentang pengalaman berobat di RS As Shobirin BSD, yaaa.

Sudah beberapa bulan belakangan gue lagi bermasalah sama yang namanya gigi. Awalnya gara-gara si gigi bungsu yang tumbuh nggak normal. Bukannya ke atas, lah malah tiduran ke samping. Walhasil… rentetan gigi geraham kiri bawah pada sakit. Badan meriang. Kepala pusing. Leher pegel sepegel pegelnya.

Pertama kali banget gue konsultasikan ini ke dokter gigi di puskesmas. Katanya, fasilitas di sana nggak bisa mengurus permasalahan gigi bungsu yang dalam bahasa kedokteran giginya disebut impaksi. Kata dokternya ini karena rahang gue kecil. Jadi dia nggak punya tempat buat tumbuh. Hffttt!

Akhirnya dirujuklah gue ke RS As Shobirin BSD. Jauh amattt? Iya, pakai jamsostek, coy! Soalnya lumayan juga operasi gigi bungsu. Paling murah 1.5. Lah mending bersusah susah sedikit, uangnya buat senang-senang. Hehe.

Pertama kali ke RS tersebut diantar sama seorang teman yang pernah juga berobat ke sana. Katanya pelayanannya bagus. Nggak ngebedain walaupun kita pakai asuransi dsb. Dan betul banget! Sejak mendaftarkan diri di bagian administrasi-konsultasi ke dokter SPBM (spesialis bedah mulut)-2x balik lagi kesana-hingga operasi… prosesnya menyenangkan! Nggak ada tuh petugas administrasi yang jutek, dokter yang pelit ngomong, atau perawat yang galak. Eh perawatnya sedikit galak deng. Padahal cowok, tapi kerjanya bagus. Hehe.

Alhamdulillah, satu bulan sejak operasi, geraham yang sempat groak itu sudah menutup sempurna. Cuma masih ngeri aja sih dibuat makan.

Nah… ternyata permasalahannya nggak sampai di situ, sodara-sodari! Kira-kira sebulan berselang, tiba-tiba gue terbangun karena sakit gusi sekaligus gigi-gigi geraham kiri bawah, yang sakitnya sampai ke separuh otak! Aih, rasanya mau menjerit sejadinya kalau nggak ingat malam.

Begitu terus seharian. Agak reda sedikit kalau gue kumur pakai air garam, atau ditaruh bawang putih yang sudah dimemarkan di atas gigi-gigi geraham. Nggak tahan, besok paginya gue pergi lagi ke dokter gigi di puskesmas. Sayang, sekali lagi peralatan puskesmas nggak mampu menangani permasalahan gigi gue yang konon sudah sampai ke saraf. Jadi bingung, ini poli gigi bisa nanganin apa sih sebetulnyaaa???😐

Dirujuk lagi lah gue ke RS As Sobirin. Dan gue senenggg banget mengingat pelayanan yang sudah gue rasakan sebelumnya. Almdulillah… bener aja. Walaupun dua kali balik dokternya nggak ada, yang berarti cuma ditangani oleh suster, tapi keren lah!

Waktu itu gue datang pas jam ishoma. Susternya kebetulan lagi lewat depan bagian administrasi. Pas gue jelasin bla bla bla, terus dia bilang, “Oh, kasian juga ya. Pasti sakit banget itu. Ayo masuk!”😀

Kunjungan pertama, gigi gue langsung dibersihin en dimasukin cairan apa gituh, terus ditambal sementara. Katanya ini akibat “tonjokan” gigi bungsu kemarin. Jadi dia rapuh, bolong lah bagian pinggirnya. Alhamdulillah lagi, dia bilang nggak usah dicabut giginya, dimatiin aja sarafnya. Oke deh, Suster! Nggak kebayang kalau mesti cabut gigi lagi. Bisa-bisa renggang ini gigi bawah.😐

Setelah obat habis, pekan depan gue mesti balik untuk tambal permanen. Lagi, dokternya pas nggak ada en mau nggak mau ditangani si suster. Prosesnya cepat. Nggak sampai setengah jam kali. Dibongkar lagi tambalan yang kemarin, dibersihin sebersih bersihnya, terus dikasih semacam semen, baru deh zat padat berwarna abu-abu menyerupai batu ditaro di bagian paling atas. Beresss!

Oiya, seperti yang gue bilang di awal. Susternya ini cowok *maafkan hamba, ya Allah😐. Alhamdulillahnya sudah tua. Daaannn… kalau gue perhatiin, doi ini ghodhol bashar sekali! Tiap konsultasi pasti pandangannya terpaling beberapa derajat dari gue, en galak pula!😀

Tapi jangan salah. Gue prediksi doi ini lebih terampil en berani mengambil tindakan ketimbang dokter aslinya. Soalnya waktu operasi pertama kali, selain mendampingi, doi juga yang mengambil alih tahap akhir hingga gigi kurang ajar itu tercabut. Recommended deh berobat gigi di sana.

Sekian. Salam cinta en selamatkan gigi kita!🙂

6 comments

  1. Joddie Palgunadi · Desember 29, 2013

    Hehe.. ternyata ada juga yg giginya bermasalah parah (aku kira cuman aku). AKu sendiri sedang menjalani perawatan gigi dua bulan terakhir ini. Dari pembentukan mahkota hingga dibor gerahamnya dan diberi selang platina (karena ada pendarahan di dalam rahang). Ya udah deh, semoga bisa sembuh total😀

    • Enje · Desember 30, 2013

      aamiin *tos virtual

      thx for visit😀

  2. titantitin · Desember 30, 2013

    syafakillah, udah sembuh sekarang?

    huwaaa.. tin termasuk yg takut ke dokter. dokter apapun, pdhl gigi ada yg bolong😥

    • Enje · Desember 30, 2013

      alhamdulillah sudah🙂

      iya, aq juga sebetulnya. apalagi kalo gigi *gusi* pake disuntik segala -,-

      • titantitin · Desember 30, 2013

        uwoo –‘

      • Enje · Desember 30, 2013

        😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s