Ketjup Kering

Moshi moshi… Belum lama dunia merayakan Hari Ibu Internasional kan ya? Telat sih, tapi bodo amat. Di Jumat yang penuh cinta ini gue mau nulis tentang sosok yang penuh ciiinta! Yap, ibu!

Kalau nonton film tentang keluarga, apa sih yang paling kalian suka? Kalau gue pasti momen-momen saat orang tua mencium muka si anak atau sebaliknya. *nanya sendiri jawab sendiri. Hehe* Apalagi kalo anaknya sudah pada remaja en dewasa, tapi masih pada nggak canggung mencium ortu mereka. Menurut gue sesuatu banget gitu. Bikin iri!

Soalnya seinget gue, sejak beranjak remaja hingga di bangku kuliah en dunia kerja nggak pernah gue mencium pipi/kening mamak babak gue. Paling cium tangan pas pergi ke en pulang dari aktivitas di luar. Itu wajib.

Sama, seinget gue lagi mereka berdua pun nggak pernah melakukan hal macam itu ke anaknya di usia-usia gue kala itu. *pas masih kecil walau gue nggak ingat, pasti pernah lah ya. Bisa jadi sering malah mereka menciumi anak bungsunya ini.

Eh tapi bukan berarti mereka nggak sayang sama gue lah. Pasti sayang, cuma caranya aja kali yang beda. Mereka mungkin belum tau pentingnya sentuhan verbal dari orang tua ke anak. Mungkin juga canggung. yang efeknya gue pun juga jadi nggak terbiasa dengan itu. Dan kalo gue perhatiin, ini juga terjadi di beberapa keluarga di Indonesia kayaknya. *eh, apa gue yang sotoy? :p

Seperti merespon kengirian gue, kayaknya Allah lagi memberi apa yang bikin envy sejak dulu. Alhamdulillah, sejak mamak gue kena stroke en sekarang mesti bed rest karena osteoporosis, hilang sudah rasa canggung buat mencium doi. Bahkan bukan cuma mau berangkat atau pulang dari aktivitas di luar, doi mau makan, bangunin buat sholat, lagi nonton bareng. Suka banget gue cium-ciumin mukanya yang makin kayak bayi itu😀

Tapi tolong jangan berbaik sangka banget deh ya. Gue nggak berbakti-bakti amat kok sama doi. Kalian pasti pernah dengar, betapa susyeeeh ngurus ortu yang sudah uzur. Apalagi ngurusin kotorannya. Bikin ngeluh sepanjang hari. Apalagi juga, makin gue gembor-gemborkan perkara urus ortu ini, biasanya makin naik kadar ujiannya. Haha. Mending diam-diam aja en mengheningkan cipta aja sebetulnya. Yuk marih!

Udah gitu aja. Sekali lagi jangan terprovokasi karena tulisan ini, hingga kalian mengelu-elukan gue sebagai anak berbakti. Jangan, nanti kalian menyesal! :p

10 comments

  1. Eka Azzahra · Mei 17, 2014

    kekekkeke, aku juga suka cium-cium muka keriput emakku. mukanya lucu.

    • Enje · Mei 18, 2014

      iyaaaa… lucuuu😀

  2. Iwan Yuliyanto · Mei 17, 2014

    “Bodat” itu bahasa Medan lho. Dan seringkali digunakan untuk makian. Coba terka artinya apa?

    • Enje · Mei 18, 2014

      artinya monyet ya? baru tau -,-

      saya hapus deh, Pak🙂

  3. kandangmelon · Mei 18, 2014

    romantis

    • Enje · Mei 18, 2014

      manis, optimis, tapi gak bau amis :p

      • kandangmelon · Mei 18, 2014

        enje, duh enje😀

      • Enje · Mei 18, 2014

        kenapa oh kenapa dengan gueee?😀

      • kandangmelon · Mei 18, 2014

        gpp

      • Enje · Mei 18, 2014

        -,-a #akuraisobilangopoopo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s