Tukang Gali Tanah

Pernah nggak di lembaran-lembaran hari kalian, mbayangin pengen gali tanah sedalam-dalamnya terus ngumpet di sana? Pakai alat ya galinya, bukan pakai tangan. Biar ada beda sama si doggy *plak!. 

Bisa jadi beberapa dari kita pernah. Penyebabnya aja pasti yang beda-beda. Ada yang karena ujian kehidupan yang menurutnya nggak kunjung mencapai klimaks, udahan kek, ya Allah. Ada juga yang sebabnya cita-cita nggak kunjung tercapai padahal sudah berbagai cara dilakoni. 

Well… malam ini secara bertubi-tubi dengan cepat sekali rasanya gue mau menggali tanah sedalam-dalamnya, terus menggali sampai bagian bumi paling bawah. Terusss en terus! *lebay banget sih lu! Anyway, gali tanah itu lebih sering berarti mau menghilang dari dunia nyata pula maya. Bip! *hilang

Apa sebab? Sepele katanya. Bukan karena ujian kehidupan yang nggak kunjung reda atau cita-cita yang juga nggak kunjung tercapai. Bukan. 

Pernah gue beberapa kali merasakan hal serupa, tapi dengan penyebab yang lebih elit. Ketika merasa gagal dalam memimpin orang-orang yang mesti dipimpin, ketika satu kerjaan yang gue kerjain rasanya nggak pernah optimal, ketika nggak bisa berbuat apa-apa dengan aneka berita menyeramkan tentang anak-anak, ketika hubungan dengan keluarga sedarah begitu dingin tapi berlaku sebaliknya dengan teman. Rasanya mauuu banget gali tanah dalam-dalam.

Lah kali ini cemen banget penyebabnya. Cuma gara-gara akibat googling akhirnya gue tau betapa hebatnya seorang teman, padahal selama ini gue merasa lebih di atas dia. Sama nggak lama berselang seseorang pamer segala hal yang sengaja banget  ditujukan ke gue. Kemudian gue mau terjun ke dalam tanah yang sudah digali tadi. Buuuuuummm…!

Nggak ngerti, untuk satu hal ini kadang gue salah menyikapi: minder. Penyakit yang kata seseorang sudah membelah diri beranak pinak dalam diri gue, hingga  menjadi penghalang buat melangkah maju. Melihat yang ilmunya lebih di atas, minder. Melihat yang hartanya di atas, minder. Melihat yang kedudukan sosialnya wah di mata manusia, minder. Ujung-ujungnya buat barrier, mundur perlahan, gali tanah!

Hiks, ini namanya ujian juga sih sebetulnya. Tapi ujian yang dibuat-buat sama diri sendiri. Musykilah!O_o

6 comments

  1. Chrismana"bee" · Mei 19, 2014

    Hah,.. sama , kemarin juga berasa gitu, orang yang sok pamer sesuatu yang saya pinginin, sedangkan dia gak tau cara pakenya.

    • Enje · Mei 19, 2014

      hahaaaa… itu lucu banget orangnya🙂

  2. nazhalitsnaen · Mei 19, 2014

    intinya mah be yourself and be proud of it…
    jangan sampai takabbur, tetapi ya jangan sampai terlena di posisi nyaman tidak beranjak ke level yang lebih tinggi kan ya…🙂

    • Enje · Mei 19, 2014

      yayayaaa… bisa bisa bisa🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s