Ke Timur Naik Kapal, Siapa Pernah?

CYMERA_20140601_112928<a

Kemarin bermodal nekad, gue dolanan ke Serang demi menghadiri milad #25thUmmi. Dengan navigasi dari dua orang teman via Whatsapp sajah, gue fikir pasti perjalanan akan lumayan berkesan. Sorang diri ke daerah yang sama sekali belum pernah dijejaki *walaupun masih di Banten juga, it must be sooo ah-mazing! Tapi nyatanyaaa… nggak sama sekali, sodara/i! Penghibur satu-satunya ya cuma akhirya gue bisa menjejakkan kaki di Rumah Dunia punya Oom Gol A Gong en mbak Tias Tatanka. Alhamdulillah…😀

Mongomong tentang dolanan, ya… tiap orang pasti punya pengalaman dolanan yang paling mengasyikkan. Ada yang bilang, dolanan rame-rame bareng teman se-RT itu yang paling nggak bisa terlupakan.Ada juga yang bilang, yang penting bukan sama siapa melainkan ke mana. Ada juga yang bilang, ke mana en sama siapa nggak masalah, yang penting akomodasinya murmerrr! Itu sah-sah aja, right?

Kalo gue… pengalaman dolanan paling berkesan itu ya yang cuma berdua aja bareng mamake, naik kapal laut berhari-hari, nggak mikir biaya akomodasi! Sayang, cerita ini sudah berlalu 17 tahun yang lalu waktu gue kelas 3 SD, kala pesawat masih jadi angkutan mewah, Facebook mungkin masih belum terlintas di otak Mas Zuckerberg, aktivitas selfie pun masih belum ngetren. Belum dimasukin juga kata selfie di kamus Oxford edisi kala itu :p

Inget banget, waktu itu kami berdua pergi dibiayain kakak ke-dua untuk menjenguk kakak ke-lima yang ikut suaminya dinas di Ambon. 5 hari 4 malam kami harus bermalam di kelas Ekonomi kapal KM Dobonsolo. Kalo sekarang gue belum bisa dolanan ke daerah yang jauh-jauh apalagi sampai nyebrang pulau, alhamdulillah waktu kecil sudah ngerasain singgah ke Surabaya, Kupang, en Timor Leste *waktu itu namanya masih Timor Timur. Walaupun judulnya cuma transit beberapa jam, tapi lumayan bisa jalan-jalan ke pasar terdekat di Surabaya, sama turun menghirup udara sekitaran pelabuhan di Kupang en Timor Timur yang ruwet sambil belanja-belanji buah tangan khas sana. Yeay! 

Namanya juga naik kapal di kelas ekonomi. Udahlah ruangannya semacam bangsal dengan bale-bale tipis yang mesti berebut buat mendapatkannya, untuk ambil makan siang yang apa adanya juga mesti antri kayak di penjara-penjara, sama kamar mandinya itu lhooo yang jorok banget! *karbol menjadi senjata utama kalo mau masuk ke kamar mandi. Belum lagi pas kapal menepi di Surabaya, gelombang manusia naik ke kapal yang makin bikin sesak “bangsal” kelas ekonomi. Nasib jadi orang kismin! :p

Alhamdulillah… di Ambon kondisinya berbalik 180 derajat. Jauh dari kehidupan mengenaskan ala penumpang kapal kelas ekonomi KM Dobonsolo. Kami sempat plesiran ke Pantai Natsepa yang indaaah banget. Waktu itu di Jakarta lagi musim main congklak, maka gue bawalah batu-batu kecil di sekitaran pantai sebagai pengganti biji congklak yang sudah hilang-hilangin.

Satu lagi, makanan khas daerah timur salah satunya kan sagu ya? Bahkan makanan pertama yang gue dapat dari tetangga kakak aja olahan sagu yang panjang-panjang ala cheese stick tapi rasanya manis. Nah, jadi tempat tinggal kakak gue waktu itu dekat dengan pabrik pengolahan sagu. Adanya di tengah hutan, yang untuk ke sananya mesti nyebrangin sungai kecil berarus lumayan deras. Daaan… gue sukses dibawa ke sana sama teman-teman tanpa seijin kakak! It means, kami pergi ke sana mengendap-endap, tapi pulangnya malah bawa buah sirsak–hasil metik dari hutan–sebagai oleh-oleh! Terus jadi ketauan abis dari mana, terus diomelin :p *kalo sekarang itu macam acara Si Bolang kali yesss? Sekelompok anak main-main ke hutan dengan alam. Asyiiik!

Pokoknya suatu saat wajib banget dolanan lagi ke daerah timur Indonesia!😀

*abis baca postingan mbak Tika tentang perjalanannya ke Kupang, envy setengah mati, maka jadilah tulisan random ini.😀

16 comments

  1. Swastika Nohara · Juni 1, 2014

    Saya pernah kak! *ngacung Dulu ke Papua, baru2 ini ke Alor naik kapal, ceritanya di sini: http://sabai95.wordpress.com/2014/05/09/naik-kapal-ke-pulau-alor/

    • Enje · Juni 1, 2014

      iya. sudah baca… beneran itu keren banget Mbak ceritanya :)) *makin menjadi ngirinyaaa

  2. rivenskyatwinda · Juni 1, 2014

    Timur itu dekat banten? ndak ajak-ajak ah, gak rame :p
    ke tempat Mas Gol A Gong, daerah mana sih?

    • Enje · Juni 1, 2014

      Timur itu maksudnya Indonesia bagian Timur, Win. Ambon, Sulawesi, NTT, Papua, dsb :))

      Mas Gong itu di daerah Serang Timur. Hehe

  3. Raf · Juni 1, 2014

    Pernah naik Dobonsolo dari Priok ke Kupang, sekitar taun 2000-an, pas Timor Leste misahin diri dari Indo. Serem waktu itu turun dari kapal ditimpukin batu sama pengungsi Timor Leste. Baliknya naik Dobonsolo lagi, mampir di Bali😀

    Oya, saya di Tangerang. Deket ke Serang, tapi lebih sering maen ke Jakarta karena Mall Of Serang (MOS) gak serame mall-mall di Ibukota🙂

    • Enje · Juni 2, 2014

      Asiiik… ada juga yg pernah ngerasain naik Dobonsolo😀 kelas ekonomi apa bukan? heheee

      iya tah? kemarin mau numpang sholat ke mall besar dekat pintu tol Serang Timur, tapi takut kemaleman pulangnya. Gak jadi deh. heheee

  4. titantitin · Juni 2, 2014

    kupikir aku udh komeeen. blm toh? opo ndak kekiriiim gitu –‘😀

    • Enje · Juni 2, 2014

      heh… iya tah? gak ada notifikasi di imel😛

      • titantitin · Juni 2, 2014

        eiya, akooh naik perahu aja takuut –‘

      • Enje · Juni 2, 2014

        lah kemarin ke 3 pulau di kepulauan tidung, piye? :p

      • titantitin · Juni 2, 2014

        ya serem weeh, pegangan kuat2 di perahu ;p

      • Enje · Juni 2, 2014

        ya ampuuuuuunnn. susyeh deeeh😛

      • titantitin · Juni 2, 2014

        Ahahaa.. Emmm :d

      • Enje · Juni 2, 2014

        😀

  5. rahmatt · Juni 10, 2014

    naik kapal laut itu bisa jalan-jalan menjelajahi kapal, bisa melamun sambil nikmati hembusan angin laut
    kalau beruntung bisa dapet bangsal sewa kasur, kalau enggak tinggal gelar tikar di lantai😀

    • Enje · Juni 10, 2014

      iya. sama. waktu itu juga jalan2 ke atas nyaksiin sepanjang mata memandang cuma laut yg biru. ah-maaazing!

      lho kok sama sih pengalamannya? banget. untung2an nyewa kasurnya😀 pas kereta merapat di Surabaya, orang2nya pd gak kebagian kasur. jadi pd tidur ngedeprok di bawah😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s