Cerita Commuter

Pernah dengar anekdot: percaya nggak percaya, kaki para roker (rombongan kereta), lebih kuat dan lihai dibanding kaki atlit kungfu manapun!

Lah iya… kalo pernah merasakan naik kereta commuter di jam-jam orang berangkat/pulang kerja, kalian pasti merasakan betapa benar, lucu dan mengenaskannya anekdot tersebut. Hiks.

Gue nih tiap pagi ngerasain betapa makin terlatih dua kaki ini. Berdiri dengan satu kaki, berdiri dengan posisi badan miring 30°, berdiri dengan kaki tangan kepala en gembolan terpencar-pencar, berdiri dengan menahan berat badan orang di sekeliling saat kereta melewati “jalur setan” Bintaro… jadi lalap tiap pagi, booo’! 0,o.

Nah… untuk “jurus” yang terakhir gue sebutin, yakin bukan karena faktor mahluk dari dunia lain yang menjadi penyebab dua kali kecelekaan terjadi di tempat yang sama di Bintaro. Tapi karena emang kondisi rel yang menikung tajam! Can you imagine, kereta yang kelebihan banyak muatan saban pagi, mestilah membuat penumpangnya saling menjepit orang di kiri-kanan-depan-belakangnya saking besarnya tekanan akibat tikungan tajam itu. Pokoknya mau mandi sewangi apapun paginya, dijamin keringat mengucur deras di sekujur badan! Ditambah lagi bikin badan ngereteg malamnya!😦

Terus gue juga perhatiin, di “jalur setan” itu ada dua jenis pekikan kala tubuh kami terhempas-hempas di gerbong yang penuh sesak mengikuti kemana posisi badan kereta:
1. Pekikan takbir, istighfar, “ya Allah!”
“Allahu akbaaar!” 
“Astaghfirullaaah!” 
“Ya Allah ya Allah ya Allaaah!”

Selain biasa terdengar dari mereka yang jarang bahkan baru pertama kali naik kereta commuter menuju Tanah Abang di jam orang berangkat kerja, pekikan ini biasanya terdengar di hari Senin-Selasa, saat orang masih terlena dengan euforia weekend kemarin en susaaah banget ngumpulin nyawa buat kerja. Heheee… bagus sih, tapi kadang kedengarannya lebay gitu. Belum lagi ditambah keluhan plus tatapan penuh curiga en dengusan kesal bikin kuping panas panas panas, kuping ini! -,-

2. Pekikan senang bin riang
Nah… ini kebalikan yang pertama. Pekikan model “Aaaakkk!” “Hihihiii” ” Tarik, Maaang!” ini biasa terdengar di hari-hari menjelang weekend: Kamis-Jum’at. Biar badan remuk dihimpit orang-orang segerbong, rasanya tuh happy happy happy!

Emang betul ye video yang biasa diputar di seminar motivasi divisi SDM. Pegawai kalo hari Senin ibarat beruang kutub baru bangun dari tidur. Malesnya poool! Sebaliknya, kalo di hari-hari Kamis en Jum’at ibarat penguin yang lari-larian kegirangan di atas dinginnya es. Soalnya besok libuuurrr!

Iya, kalian nggak gitu. Gue aja kali!😛

4 comments

  1. titantitin · Juni 7, 2014

    iyee guwe jugaak😛

  2. Eka Azzahra · Juni 8, 2014

    Hahahhahahhaa, ada-ada aja. Di provinsi ku gak ada kereta api apalagi commuter. Jadi pengen ngerasaiiin serunya. ngikik.

    • Enje · Juni 8, 2014

      ayooo ngerasain :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s