Tragis!

Beberapa hari lalu saat gue dan calon penumpang lain sedang diburu waktu menunggu krl di Stasiun Pondok Ranji, terjadi sebuah insiden memilukan yang membuat hati gue porak poranda sambil teriak pake pompom: In-do-ne-sia!

Insiden utamanya tentang pencopetan, sih. Jadi si copet bertattoo dengan tampang beler ini nyaris sakses menggondol dua hape canggih seorang embak bergaya ala-ala pekerja daerah Sudirman. Alhamdulillah kereta penuh banget, alhamdulillah juga si mbak keburu nyadar kalo tas-nya dibuka orang. Maka kembalilah barang yang membuatnya gemetar ketakutan setengah mateee itu. Maka terjadilah insiden tragis dan memalukan itu kemudian: anarkis!

Padahal saat dua menit lagi kereta tiba, cuma sedikit yang menaruh empati pada si mbak. Bantu nenangin atau miskolin enggak, lah cuma nontonin aja. Tapi pas copetnya ketangkap tangan, hape si mbak ditemukan di ujung celana pensilnya, baru deh pada berbondong-bondong ngeroyokin si copet. “Habisin!” “Sampah masyarakat!” “Kurang ajar!” “Iiihhh… nakal nakal nakal!”. Padahal kepala kereta sudah kelihatan di ujung sana. Heuw, asem!

Kenapa ya kita sukaaa banget melibatkan diri dalam kondisi dan situasi yang chaos. Contoh lain paling dekatnya ya masa-masa kampanye pemilu capres ini. Semua berlomba menyindir dan menjatuhkan lawan capres jagoannya. Nggak cuma grass root-nya aja, tokoh-tokoh besar pun juga sama aja. Posting satu foto yang bikin geger dunia persilatan karena menghina petinggi-petinggi Islam. Terus nggak gentle menghapus akun jejaring sosialnya. *if you know who I mean.

Duh… emang ya, paling gampang tuh jadi komengtator! Sebetulnya juga mau ikutan sok-sok jadi komengtator, biar gaya. Cuma berhubung gue nggak pinter-pinter banget bahkan mungkin emang nggak pinter, yaudin nonton aja. Lagian gue juga takut, hubungan dengan kalian jadi merenggang karena belain capres similikiti itu. Habis kepilih mereka gajinya gede, lah kita jadi diem-dieman aje.

Cuma satu manusia di dunia ini yang gue pede ngomongin tentang politik dengannya. Yoi, babak! Biarpun sering sotoy, sering beda, sering adu urat, tapi asyik! Setelahnya pasti langsung baikan. Ngeteh bareng, dibeliin jajan, sambil lanjut nonton berita. :D

7 comments

  1. faziazen · Juni 20, 2014

    baca keburu2, pas awal kan mbak e bilang “aku bersama calon penumpang” kirain “aku bersama calon” kirain calon suami :p..sorry yaa..peace

    • Enje · Juni 21, 2014

      ^_^ ih didoain, heheee.

  2. faziazen · Juni 20, 2014

    baca keburu2, pas awal kan mbak e bilang “aku bersama calon penumpang” kirain “aku bersama calon” kirain calon suami :p..sorry yaa..peace

  3. Eka Azzahra · Juni 21, 2014

    kalo soal politik ane nyimak aja dah, ga mau pusing😛

  4. titintitan · Juni 21, 2014

    ..dan aku sepertinya jd korban dicuekin deh. pdhl pernah apa akooh coba di fb. –‘

    • Enje · Juni 22, 2014

      heh… dicuekin sama siapa, Mbaaaa????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s