JYMLS

Ini bukan sembarang rangkaian huruf alfabet, loh! Tapi ini masih di edisi tulisan (sok) anak soleh selama Ramadhan. Setelah meneguk indahnya pembahasan surat Al-Fajr di Fii Zhilalil Qur’an, tiga hari ini gue lanjut ke pembahasan surat setelahnya: Al-Balad. Iya, betul, butuh tiga hari buat menguliti tiap keindahan kata-katanya!😀 *fyiiuuuh

Seperti kebanyakan surat lain dalam Al-Qur’an, rima surat Al-Balad ini sungguhlah canggih. Diawali dengan rima d-d-d, kemudian n-n-n, terus h-h-h sampai selesai. Ini yang membuat Al-Qur’an menjadi enak didengar telinga. Keindahannya melebihi syair manapun. Meminjam gaya Oom Sayyid: mampu mengetuk-ngetuk senar hati manusia yang mendengarnya, walau singkat tapi ndalem alias makjleb!

Sejujurnya gue lebih ngena dengan pembahasan yang bagian harta dan manusia. Tapi penting juga diketahui kalo ayat ini dibuka dengan sumpah Allah menggunakan kota Mekkah sebagai yang disumpahi, digandeng dengan penegasan bahwa Nabi Muhammad tinggal di dalamnya.

Intinya sih Allah memuliakan rumah ibadah-Nya. Dengan menyebutkan Mekkah sebagai tempat tinggal Nabi pilihan-Nya itu, makin jadilah kemuliaan serta kehormatan kota Mekkah. Di sisi lain, Allah menghinakan orang-orang kafir Quraisy yang justru menyakiti Rasulullah dan para pengikutnya di tempat yang dimuliakannya. Padahal mereka mengaku sebagai penjaga baitullah pula keturunan Ismail dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus. Huh, minta diunyeng-unyeng deh mereka itu!

Okesip lanjut ke pembahasan tentang manusia en harta. Pernah nggak sih kita-baik cuma sekadar membatin atau mengungkap langsung melalui lisan ini bilang, “Duh, sori, gue sudah sedekag banyak hari ini. Jadi nggak bisa bantu.” Pernah pernah pernah? Gue sih pernah, mungkin kalian lebih sering. Heheee, kidding.

Nah, Allah pun menyebutkan laku manusia yang suka begitu di 1/4 surat hingga akhir surat ini. Kepanjangan kalo ditulis ayatnya, jadi gue kasih kode nomor ayatnya aja ya? QS. Al-Balad: 4-20. Beuh… panjang, ya?

“Apakah manusia menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa atasnya? Ia mengatakan: Aku telah menghabiskan harta yang banyak. Apakah ia menyangka, bahwa tiada seorangpun yang melihatnya?” (4-7)

Ini dia permulaan ayat yang gue maksud. Kita suka mengelak kalo diajak kepada kebaikan en pengorbanan (konteksnya harta) *oke gue doank, lo nggak*. Padahal Allah Maha Berkuasa atas semua hamba-Nya. Kalo dia berkehandak memiskinkan dalam sekejap meski sebanyak apapun hartanya… Fayakuun, Jadilah! Padahal juga Allah Maha Melihat segala yang lahir dan tersembunyi. Dia Tahu banget apa yang kita sedekahkan, dan apa motivasi kita dalam bersedekah. Beda banget deh sama penglihatan manusia yang cuma bisa melihat apa en seberapa besar sedekah kita.

Bisa jadi sedekah kita yang ini karena si dia, bisa jadi sedekah kita yang itu karena nggak enak sama atasan, bisa jadi sedekah kita yang ono biar begini biar begitu. Manusia nggak tau, tapi Allah Maha Tau! T.T

That’s why kita perlu banget sedekah lagi en terus. Karena kita nggak tau sedekah yang mana yang Allah terima. Okesip, #notetomyself.

Ditambah lagi Allah telah menegaskan anugerah-anugerah, nikmat-nikmatnya kepada kita di ayat selanjutnya:

“Bukankah Kami (Allah) telah memberikan kepadanya dua buah mata. Juga lidah dan dua buah bibir. Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.” (8-10)

Mestinya sedekah-sedekah kita adalah sebagai tanda syukur atas beribu bahkan berjuta nikmat yang telah Dia berikan kepada kita *kali ini bukan gue aja, tapi elo elo elo juga! :p

Dua buah mata dengan segala kerumitan bagian-bagiannya supaya kita bisa melihat ayat-ayat-Nya en mengambil pelajaran darinya. Lisan en dua buah bibir yang nggak bertulang tapi bisa menjadi pedang kalo salah digunakan. Ditambah kemampuan mengenali baik buruk benar bathil petunjuk kesesatan yang Allah berikan CUMA kepada manusia, supaya kita nggak salah dalam melangkah. Ya ampun… baiknyaaa!😀

“Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya) itu ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar? (Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan. Atau memberi makan pada hari kelaparan. (Kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat. Atau orang miskin yang sangat fakir. Dan ia termasuk orang-orang yang beriman, serta salig berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan. (11-18)

Wokey, ayat di atas berbicara tentang JALAN YANG MENDAKI LAGI SUKAR (JYMLS) *ini loh maksud judul tulisan anak soleh yang kedua! :p. Bukan kehebatan kita mendaki gunung terjal nan tinggi, bukan! Tapi seperti yang disebut di atas. Abu Bakar mungkin bisa diteladani. Gimana kala dakwah Islam masih kecil, beliau sudah membebaskan 7 budak termasuk Bilal. Masyaa Allah… nggak murah, lho! Kalo kita mungkin mikir-mikir seribu kali?😦

Oke perbudakan sudah nggak ada di kehidupan sekitar kita. Tapi orang yang kelaparan, anak yatim, orang miskin masih baaanyak di negeri yang katanya kaya raya ini. Dan di bulan mulia ini, moga hati kita tergerak untuk lebih memperhatikan mereka ya… :))

Wait… ternyata belum selesai sampai di situ pembahasan tentang JYMLS. Seperfek apapun poin-poin di atas kita jalankan, semua nggak akan ada nilainya kalo nggak dilandasi dengan keimanan kepada Allah. Pula kita diminta untuk SALING menasehati dalam kesabaran en kasih sayang. Seperti kutipan penutup pembahasan surat ini:

“Kesabaran merupakan unsur sangat diperlukan bagi keimanan secara umum, dan bagi menempuh jalan lagi sukar secara khusus. Sedangkan saling berpesan untuk bersabar menetapkan satu derajat di atas derajat kesabaran itu sendiri. Yaitu derajat soliditas Jama’ah Mukmin, saling berwasiatnya untuk memenuhi kesabaran, dan saling kerjasamanya untuk melaksanakan berbagai beban keimanan. Sehingga Jama’ah tersebut terdiri atas anggota-anggota yang saling berbagi rasa.”

Akhirul kalam, sebagai langkah pertama menempuh JYMLS, terimalah salam soliditas ini:

Salaamualaikum. Dear, Mblo… Sabar, ya! Dibully itu emang nggak enak. Sakitnya tuh di sini *nunjuk dada. Tapi jangan patah arang. Teruslah menebar kebaikan! :))

4 comments

  1. niprita · Juli 3, 2014

    Waaah, aku cinta Ramadhan, karena Kak Enje jadi produktif nulis tulisan-tulisan nyegerin gini… Eh tapi tulisan Kak Enje selalu nyegerin sih, cuma akhir-akhir ini berasa aja edisi Ramadhannya

    • Enje · Juli 4, 2014

      aku juga cinta Ramadhaaan :))

      ayooo ttp nulis, Prit!😀

  2. rivenskyatwinda · Juli 4, 2014

    masyaAllah postingannya.. dan kalau bicara tentang jalan yang mendaki lagi sukar, jadi inget ayat falaq tahamal aqobah.. ayatnya jadi kayak motivasi untuk terus berjuang..

    • Enje · Juli 5, 2014

      postingan edisi tobat :p

      wah… anak Jami’i kereeen. nggak sabar jadinya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s