Surat Cinta Untuk Kekasih

Siapa tau rasanya ditinggal kekasih hati dalam jangka waktu lama tanpa kabar tanpa berita? I Dunow. Tapi berdasar pengalaman saudara gue yang suaminya menghilang tiba-tiba sejak sepuluh tahun lalu… was-was, bingung, sedih, suuzhon, semua terblend jadi satu. Belum lagi omongan cemacem dari kanan kiri yang bikin kuping panas. Nggak terungkap lagi deh perasaan kehilangannya. Hiks.

Ini juga yang pernah dialami baginda Rasulullah saw dulu, ketika dalam jangka waktu yang lumayan lama wahyu nggak kunjung turun, Jibril pun nggak juga datang menemui. Ditambah lagi ejekan-ejekan “Muhammad telah ditinggalkan Tuhan-nya” yang dilontarkan kaum kafir Quraisy. Makin menjadi-jadi kesedihan Rasulullah.

Padahal kan wahyu, pertemuan dengan Jibril, en komunikasi dengan Allah merupakan bekal utama beliau dalam dakwah-nya yang bertabur onak serta duri *ceileh bahasanya*. Ialah sebaik-baik bekal, minuman penyegar, penyemangat yang amat dibutuhkan Rasulullah dalam menghadapi kesulitan, penolakan, en pembangkangan orang-orang Quraisy yang bebal itu.

Tapi seperti yang Allah janjikan di atas Arsy-Nya sejak menetapkan penciptaan, rahmat en kasih sayang Allah jauuuh lebih beeesar dibanding kemurkaan-Nya. Maka turunlah surat Ad-Dhuha, sebagai bukti cinta-Nya kepada sang kekasih.

Yippiii… mau lanjutin ah nulis hasil baca tafsir Fi Zhilalil Qur’an yang sempat terhenti karena kemalasan kemarin-kemarin. Mumpung semangat sepuluh malam akhir Ramadhan lagi menghampiri, gaspolll, ah! 😀

Seperti banyak surat lain di juz 30, Allah dalam surat ini juga memakai sumpah sebagai bingkai/pembuka surat. Walau bingkainya cuma dua ayat, tapi lebih dari cukup lah untuk mengiringi hakikat surat ini: penghibur hati kekasih yang sedang lara.

Demi waktuh Dhuha. Dan demi malam apabila telah sunyi. (1-2)

Saat waktu pagi identik dengan ingar bingar para pencari nafkah. Saat waktu malam identik dengan kegelap gulitaan yang menakutkan bagi sebagian jiwa. Tapi Allah mengambil waktu dhuha yang jernih en waktu malam yang sunyi sebagai sumpahnya. Kebetulan? Jelas BUKAN! Allah menggambarkan keduanya dengan lafazh yang tepat sebagai bingkai dari hakikat surat cinta ini yang dilanjut dengan:

Rabbmu tiada meninggalkan kamu dan tiada pula benci kepada kamu. Dan sesungguhnya akhir itu lebih baik dari permulaan. Dan kelak Rabbmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi ridha. (3-5)

Aaakkk… ini tuh nenangin banget kata-katanya! Apalagi setelah sekian lama nggak terjadi komunikasi! Kayaknya sekelas suami yang pandai berpuisi pun nggak bisa menandingi kalimat ini deh *sotoy tapi bener. Selain penuh keakraban, penuh cinta, juga sarat pengingat akan negeri akhirat! Well… itu kan inti kehidupan kita? Dekat maupun jauh, bersama maupun berpisah dengan sang kekasih, tujuan akhirnya ya menyambangi “akhir” aka negeri akhirat yang notabene lebih baik dari kehidupan dunia.

Bedeweh, apa buktinya Allah nggak meninggalkan, nggak benci, en bakal memberi karunia-Nya kepada Rasulullah saw? Langsung dibeber di ayat berikut dalam bentuk ajakan untuk mengenang lagi berbagai kebaikan-Nya, dengan cara yang indah! :))

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. (6-8)

Saat menjadi yatim, Allah buat hati semua mahluk bersimpati kepada Rasulullah, tak terkecuali pamannya yang padahal hingga akhir hayatnya nggak mau mengikuti dakwah beliau. Saat dulu Rasulullah adalah seorang yang fakir, Allah perkaya beliau dengan sifat qona’ah, juga memperkaya dengan hasil usaha beliau en harta Khadijah sang istri. Pula saat tumbuh dewasa dalam lingkungan jahiliyah yang kacau balau keyakinan maupun prilakunya, Allah beri hidayah kepada Rasulullah dengan wahyu! Yang terakhir ini nih bukti cinta paling besar Allah kepada Rasulullah, bahwa Dia nggak pernah meninggalkan sang kekasih apalagi membencinya. Ah, indah bener, yeee!

Nggak ketinggalan surat ini juga berisi surat cinta kepada pengikut Rasulullah. Wasiat Allah kepada semua manusia agar berbuat baik kepada sesama terutama mereka yang lemah.

Adapun terhadap anak yatim, maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta, maka janganlah kamu menghardiknya. (9-10)

See… Islam itu nggak melulu tentang sholat, ngaji, dzikir, en ibadah-ibadah antara hamba dengan Tuhan-nya langsung, Broh! Tapi Islam juga tentang peduli kepada sesama, terutama kepada anak yatim en orang yang meminta-minta. Bahasa buku agamanya, harus seimbang hubungan vertikal en horizontal-nya, ya? 😀

Terakhir, Allah tutup surat ini dengan perintah untuk selalu bersyukur atas nikmat Allah yang bertubi-tubi walau banyak yang nggak kita sadari *misalnya nikmat Islam en iman.

Dan terhadap nikmat Rabbmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur). (11)

Langsung praktek, ah. Alhamdulillah… bisa update blog lagi. Alhamdulillah… masih diikutsertakan dalam tiap agenda kebaikan di bulan baik ini. Alhamdulillah… punya keluarga yang sadar beragama. Alhamdulillah… bisa jadi tempat curhat ponakan yang lagi pada puber. Alhamdulillah… masih dikasih kesempatan masuk ke sepuluh malam terakhir Ramadhan. Alhamdulillah tiada hingga deh pokoknya! :))

Iklan

8 comments

  1. ghozaliq · Juli 20, 2014

    mari perbanyak ibadah 🙂

  2. nazhalitsnaen · Juli 20, 2014

    Surat ini terasa menenangkan memang… dan saya baru ngeh makna jika ditelusur dan didalemi jadi tambah menenangkan lagi 🙂

    • Enje · Juli 21, 2014

      iya. ending tiap ayatnya itu salah 1nya yg bikin nenangin. 😀

  3. niprita · Juli 21, 2014

    Mau ikutan ngamalin Ad Dhuha: 11 dong Kak…
    Alhamdulillah… disempatkan baca post yang mencerah kan ini…

    • Enje · Juli 23, 2014

      alhamdulillah. al haqqun min Rabbanaa :))

  4. kandangmelon · Juli 23, 2014

    sukurlah. enje baik. bagi-bagi ilmu. 🙂

    • Enje · Juli 24, 2014

      moga terhitung sdekah *komenan edisi bln Ramadhan :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s