Dua Sebab

Beberapa hari ini, dua orang teman gue sedang tertimpa penyakit. Yang satu penyakit jasadi akibat kolestrol en asap rokoknya para perokok aktif kep*rat, yang satunya lagi penyakit hati akibat perasaan terlarang yang belum waktunya. Hiks… get well soon, syafakumallah, Braders!

Kirfikir, ya… walau dua penyakit itu letak en bentuknya berbeda 180 derajat, tapi ada dua kesamaan: sama-sama bisa dicegah kedatangannya! Luckily, nggak kayak ken*ut yang seringnya susah dicegah en membuat pelakunya rela nggak rela, terima nggak terima ‘dihajar’ massa satu RW. Heuw.

Okeh balik lagi. Setau gue yang jebolan kampus kesehatan tapi fakir ilmu tentang kesehatan ini, kolestrol bisa dicegah dengan mengurangi konsumsi makanan berminyak atau lebih tepatnya gorengan yang minyaknya nempel berliter-liter di mulut en tangan plus nggak jelas sudah berapa puluh kali pakai.

Paru-paru sesak pun bisa dicegah dengan jauh-jauh dari perokok aktif. Eh, agak susah sih yang ini, mengingat para perokok aktif sudah banyak yang nggak waras tingkahnya *mungkin perlahan tapi pasti otak mereka ikut terbakar bersama puntung rokok menjadi butiran abu? Yaya, bisa jadi! :p

Sama, virus merah jambu pun juga bisa dicegah dengan mengurangi intensitas obrolan geje aka kurang penting sama lawan jenis, yang seringnya lebih asoy daripada ngobrol dengan sesama jenis. Ciyeeeh!

Nah, masalahnya adalah… gimana kalau kita sudah kadung terjangkit penyakit-penyakit di atas? Apa mesti meraung-meraung menyalahkan tingkah laku masa lalu? Makan sepuasnya nggak pakai mikir kesehatan en kebersihannya, berteman tapi nggak berani negur mereka yang merokok di depan orang lain, en ketawa-ketiwi haha hihi via japri sama si doi. Atau malah pasrah begitu sajah hingga hidup pun jadi tanpa gairah?

NO! Kalau kata Ibnu Katsir di tafsir surat Al-Mulk ayat “Dia (Allah) yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian daripada rezeki-Nya (rezeki Allah)…” (QS al-Mulk:15), beliau menyebut “Allah memerintahkan kita untuk mencari sebab sebagai langkah ikhtiar tanpa melupakan tawakal/kekuatan doa.”

Walau inti ayat ini tentang kewajiban berusaha en berdoa untuk mendapatkan rejeki dari Allah, tapi bisa juga lah berlaku untuk menjadi obat bagi mereka yang sakit. Terus usaha menjaga pola hidup sehat supaya bisa sembuh dari dua penyakit badani en hati di atas, plus jangan lupa perkuat doa, karena doa adalah senjatanya orang beriman, kita pun nggak tau doa mana yang bakal Allah kabulkan. OK! *ngomong depan kaca depan seseorang yang cantik jelita di depan sanah :p

6 comments

  1. Chrismana"bee" · September 26, 2014

    Itu penyakit nyesek semua yaa,…

  2. Hikari Azzahirah · September 26, 2014

    *meraba hati dan paru2 sendiri*

    • Enje · September 27, 2014

      *meraba hati dan paru2 tetangga*

  3. titintitan · September 26, 2014

    smoga segera sembuh yaaah

    • Enje · September 27, 2014

      iyaaaa, aamiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s