Balaghoh

Sejujurnya kalau boleh, gue nggak mau deh ngikutin perkembangan politik tanah air yang makin ke sini makin… ah, sudahlah!

Sebulan yang lalu masyarakat Indonesia terbagi menjadi dua kubu yang saling menjelekkan pihak lawan capres jagoannya. Seminggu yang lalu, seorang mantan aktor Indonesia mengungkapkan cacian kepada salah satu menteri kita. Beberapa hari yang lalu, berbondong-bondong netizen Indonesia di jejaring twitter mencaci bapak presiden hingga menjadi trending topic di tingkat dunia. Nah kemarin, anggota dewan kita berulah saat sidang paripurna DPR dipimpin oleh anggota dewan tertua dengan logat Sunda-nya yang khas.

Semuanya kalo dihimpun jadi satu, benang merahnya kayak kita sudah kehilangan jati diri sebagai orang Indonesia yang katanya ramah & santun. Yah walau nggak bisa digeneralisir juga, sih.

Masih ada pendukung capres yang santun dalam berkampanye, masih ada masyarakat yang mengapresiasi kinerja 5 tahun presiden dan menteri-menterinya, masih ada juga anggota dewan bukan preman yang beneran berjuang buat rakyatnya. Percaya. Cuma ya itu, yang sedikit tertutupi sama yang banyak!

Padahal ramah & santun paling dasar bisa diawali dengan menjaga lisan dari menyakiti orang lain. Kalau emang kita kecewa, marah, nggak setuju dengan keputusan orang lain, sampaikan dengan kata-kata yang baik. Bukan mencaci, mengutuk, apalagi sampai jadi dendam kesumat!

Kalian pernah dengar ilmu balaghoh? Jebolan pondok pasti tau deh ya, tapi mungkin sudah lupa-lupa inget *banyakan lupanya*. Semacam ilmu tentang kefasihan & keindahan dalam bertutur kata, gitu. Kalau belajar tafsir Qur’an, wajib banget belajar ilmu ini. Soalnya ayat-ayatnya banyak yang menggunakan kiasan en kata-kata indah.

Uniknya lagi-ini mungkin jadi salah satu alasan kenapa al-Quran diturunkan di Mekkah dengan menggunakan bahasa Arab-betapa pandainya bangsa Arab dalam bertutur kata & dalam bersyair, jauh sebelum al-Quran diturunkan. Kepandaiannya di atas rata-rata, booo’! Kalau menakjubi sesuatu, mereka ungkapkan dengan kata-kata indah dalam syair. Ketika sedang gundah gulana, pengungkapannya tuh nggak alay macam si anu. Pun kala nggak puas dengan pemimpinnya, mereka buat syair indah sebagai ekspresi ketidak puasan.

Mungkin kita perlu belajar ini dari bangsa Arab. Bertutur kata yang indah, fasih, sesuai dengan kondisi en audiensnya biar jadi bangsa beradab yang santun dan ramah. Apalagi kalau lo mau belajar ngegombal dengan gaya elegan yang nggak cuma bermodalkan “kok tauuu???”, belajar deh ilmu Balaghoh!” *nyemangatin diri sendiri. :))

14 comments

  1. titintitan · Oktober 3, 2014

    akuuh gakpernah belajar ilmu ituuh –‘

    • Enje · Oktober 3, 2014

      aku juga baru belajar. takjub deh kalo dengerin contoh2 syair orang Arab!🙂

      • titintitan · Oktober 3, 2014

        tadi baru baca, Ali itu termasuk yg keren bgt yah.. kemampuan berkata-kata, merangkai kata😀

      • Enje · Oktober 3, 2014

        iya banget! bahkan dia bisa buat syair yg kalau dibolak-balik depan-belakang-atas bawah huruf2nya tuh sama! misal: KASUR-RUSAK.

        tapi dia buat jadi satu kalimat yg model kayak gitu! atas ke bawah en sebaliknya hurufnya sama, depan ke belakang en sebaliknya hurufnya juga sama. O.o

      • titintitan · Oktober 3, 2014

        wow –‘

        kuwi piye yow😀

      • Enje · Oktober 3, 2014

        gak ngerti. keren banget banget dah pokoknya O,o

      • titintitan · Oktober 3, 2014

        O,o

        *ngikutin emotnya pdhl gak ngerti sm sekali mksdnya :))

  2. liadisini · Oktober 3, 2014

    Saking halusnya, yang bebal jadi nggak bisa nangkep… *ketawagaring*

    • Enje · Oktober 6, 2014

      maksudnyaaah??? :))

      • liadisini · Oktober 6, 2014

        Maksudnya selain memperhalus tutur kata, langkah awalnya itu gimana membuat jiwa kita peka. Soalnya tutur kata halus suka nggak mempan sama jiwa keras. Semacam mental tuing tuing gitu. Eh bener gitu gak sih?

      • Enje · Oktober 6, 2014

        oh, iya betul. aku juga sejujurnya masih kurang nangkep sama syair2. sejujurnya juga tipe orang yg to d point, jd kalo ada yg pake bahasa2 indah gitu, loadingnya lama. tapi mungkin betul, karena hatiku terlalu keras, kali. jadi susah nangkep2 yg lembut2 gitu O.o

      • liadisini · Oktober 6, 2014

        Heuheu.. pe er: melembutkan hati..

  3. rivenskyatwinda · Oktober 3, 2014

    mantap. udah khotam dong kak?

    ولكنّني احبّ مدة النصوص.. و انا احبّ كتاب ديوان للإمام اشافعي.. عسي ان الله زيادة علما و حرصا..

    • Enje · Oktober 6, 2014

      boro2, kan baru beljar. msh belom mudeng klw belajar sendiri. –”

      aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s