Love Your Family!

Dari jauh hari, tepatnya setelah beberapa pekan saban sabtu malam *karena jomblo mulia tak kenal malam minggu* rumah didatangi keponakan en cucu, gue sudah gatal mau menulis tentang ini. Tapi terhalang sama musim ujian, musim malas, musim kemarau, en satu: prasangka pembaca setelah membaca tulisan ini.

Ya, gue yakin, tulisan ini akan memetakan pembaca ke dalam tiga kategori: pecinta jalan-jalan, pecinta rumah, pecinta jalan-jalan tapi apa daya kondisi nggak mendukung *curcol. Nah, untuk kategori pertama, tulisan ini nggak disarankan banget buat kalian baca, oke.

Kadang gue suka bertanya-tanya begini: itu orang yang mendewakan jalan-jalan keliling dalam en luar negeri, baik-baik kah hubungan dengan keluarganya? Gue berharap sih iya, tapi hidung siapa, kan?

Ya, kalian boleh bilang, kalo gue cuma dengki karena nggak bisa jalan kesana kemari–bukan untuk mencari alamat palsu. Tapi buat yang nggak bisa jalan-jalan, siapa bilang di rumah doank itu bikin hidup nggak berwarna, bagai katak di dalam tempurung? Justru, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk keluarga tercinta. Yay!

Kalian bisa undang kerabat makan bareng di rumah sambil sharing tentang kerjaan, kuliah, aktivitas sehari-hari. Bisa juga foto-foto narsis dengan cukup bermodalkan tongsis. Bisa juga jalan bareng ke mall sambil foto box. Dll yang intinya mendekatkan lagi hubungan dengan keluarga.

Dari suka ngajak keponakan/kakak main ke rumah, keterampilan masak pun bisa melejit, lho! Apalagi kalau masakan kita disukai en habis dalam sekejap mata padahal capeknya masih berasa, senangnya tuh di sampai ke langit ke tujuh! :)) *ini pamer banget

Ember, nggak menjamin juga yang nggak suka jalan-jalan hubungan dengan keluarganya lebih baik daripada yang suka jalan-jalan. Tapi idealnya kesempatan buat memperbaiki hubungan jadi makin besar, kan? Apalagi yang doyan jalan-jalan tapi nggak memungkinkan buat jalan-jalan, bisa jadi lagi disuruh tobat atas kerenggangan hubungan dengan keluarga yang selama ini terjadi.

Bisa jadi gue dengki, bisa jadi juga dalam rangka selalu mencoba bersyukur. Eh tapi bedanya tipis kayaknya! Yaudah terserah kalian aja mau menganggap gue apa? :p

Eh, tapi biar adil, buat yang suka jalan-jalan, coba renungkan lagi perginya kita keluar rumah apakah karena menghindari salah satu anggota keluarga? *semoga enggak. En, buat yang nggak suka jalan-jalan, hubungan sama keluarganya sudah seharmonis apa? Biar gimanapun, keluarga adalah orang pertama yang akan membantu kita dalam kondisi susah bin mendesak, right?

Iklan

9 comments

  1. lazione budy · Oktober 23, 2014

    saya orang rumahan, habi saya mendekam di kamar.
    ah keluar kamar saya belum pernah merasa mencoba menghindar anggota keluarga, kalau pernah berarti ada masalah.

    • Enje · Oktober 26, 2014

      nah itu poinnya πŸ™‚

  2. Rahmat_98 · Oktober 23, 2014

    Saya juga termasuk orang rumahan, hobby nya cuma nongkrong diteras rumah
    Kawan-kawan biasanya suka datang sendiri klo ngelihat saya nongkrong πŸ˜€

    • Enje · Oktober 26, 2014

      nongkrong? gak capek? :p

      • Rahmat_98 · Oktober 26, 2014

        Klo gitu duduk aja deh πŸ˜›

  3. Chrismana"bee" · Oktober 23, 2014

    raiiitttt… *bukandengkilohhh
    Saya juga suka jalan-jalan, tapi keadaan sekarang rada nggak memungkinkan karena harus ngurus rumah tangga plus nginem jadinya lebih banyak waktu di rumah, kadang emang suka iri liat mereka2 yang bisa keluyuran kesono kesini, etapi padahal banyak dari mereka yang galau karena ingin berumah tangga dan ada yang karena jauh dari keluarga (mungkin daripada dia kesepian jadi dilampiaskan dengan jalan-jalan), berarti secara nggak langsung kan mereka pingin kayak saya, hahaha *sombongnya keluar
    jadi intinya di syukuri saja πŸ˜€

    • Enje · Oktober 26, 2014

      hahaaaa… emak2 bisa sombong juga? :p

  4. titintitan · Oktober 24, 2014

    iyaaah iyaaaaah.

    eh, mksd nya.. sekian lamaa si saiah sll berpikir kalo mau jalan2 hatta itu deket tapi intinya senneg2 selalu keingetan hutang silaturahim ke temen2 yg habis melahirkan.. ato ke temen jaman kuliah ato gitu lah πŸ˜€

    • Enje · Oktober 26, 2014

      samiiii 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s