Lidah Disate Aja Apah?

Menjajal nggak kerja tapi tetap nyibukin diri sebulan ini, alhamdulillah diawali dengan bisa bawa mamake jalan pagi tanpa keburu-buru sama kerjaan. Ada kali 45 menitan perjalanan dari rumah menuju tukang bubur depan gang yang sepertinya belom naik haji, balik lagi ke rumah. Capek, iya, apalagi pas liat tetangga pasangan muda beranak dua yang lagi sarapan dengan harmonisnya di teras rumahnya. Wakwaaaw, bibit-bibit dengki tampak bersemi di hati. Huh, na’udzubillah!

Buat sebagian jomblo *eh, apa gue doang, yak?*, melihat yang macam gitu tuh bikin hati gimana gitu ya? Resah, gundah, gulanah, bikinmaunangissajah. Hah! Tadi pun gue hampir merasakan hal serupa kalo nggak ingat-ingat dosa yang nggak kalah bikin 4-ah di atas. Wuk, apa itu?

Yap, menyakiti hati seorang teman. Tadinya gue pikir itu orang lagi PMS sehingga menyebabkan doi gampang banget tersinggung hingga tercetus kata-kata “jaga omongan mbak, ya!”. Terus gue buru-buru tersadar kalo seseorang itu bukan dari kalangan mahluk bernama perempuan, bukan juga harimau perempuan, jin perempuan, apalagi kuntilanak. Karena doi ini… laki-laki. Hfttt!

Sampai semalam sebetulnya gue masih keukeuh bahwa perkataan gue bernada biasa-biasa aja, nggak maksud nyindir apalagi ngajak ribut. Baru tadi pagi aja sejak bangun tidur en nungguin adzan Subuh *pencitraan, kayak ada yang bergumul di dalam hati–mungkin si nurani. Menimbang-nimbang, apa iya ucapan gue salah? Apa iya doi lagi capek hingga melampiaskan ke gue? Apa iya… apa iya… apa iya? Yang makin ditanya, makin gue merasa bersalah.

Okey, gue salah. Meskipun kemarin sudah minta maaf dengan teteup ditambahin embel-embel kalo doi juga punya salah, nih sekarang gue mau minta maaf lagi. Semoga orangnya baca. Hehe.

Dan taukah apa penyebab ini semua? UANG!

See, masih ada hal lebih menyakitkan daripada sekadar status kejombloan, yakni salah paham tentang uang. Sudah jangan diratapi kebodohan sering makan makanan berformalin yang berdampak pada awetnya predikat jomblo dalam diri. Ratapilah kalau lidah ini masih suka menyakiti hati orang lain baik sengaja maupun nggak. Karena status jomblo urusannya cuma sama diri sendiri, tapi lidah yang menyakiti hubungannya sama orang lain. Mau taubat gimanapun, mesti ada permaafan dulu dari orang yang kita sakiti. Hiks!😦

8 comments

  1. pemikirulung · Desember 7, 2014

    lo resign je?

    • Enje · Desember 7, 2014

      yoi, en mau istirahat dl sebulan ini buat ngejar nyelesein tulisan yg gak kelar2 kemarin T.T

      • pemikirulung · Desember 7, 2014

        abis itu balik lagi gitu? atau cari kerja lain?

      • Enje · Desember 7, 2014

        ya keleus balik lagi😀

        insya Allah cari yg lain. btw klw lo skrg sdh di tempat baru, Lud?🙂

      • pemikirulung · Desember 7, 2014

        gw rada ngaco emang baca komen lo. jadi gw mikir gitu. soalnya ada kata sebulan dulu

        kagak. masih geje gw. hehe

      • Enje · Desember 7, 2014

        heheee, muup ya ambigu😀

        segera akhirilah kegejean ini. mungkin ni*ah jadi solusi *ngomong sama kaca, hah!

      • pemikirulung · Desember 8, 2014

        itu bukan solusi kl buat gw, malah jadi kepusingan baru. soalnya calonnya belum ketemu

      • Enje · Desember 8, 2014

        ah, sama ajah kitah! –“

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s