Ingat-ingat Memori, La Tahzaniy! :)

43nurjanah enje

Sebagian dari kita terutama cewek, kayaknya sepakat ya kalau salah satu hal paling menyedihkan di dunia ini bernama PERPISAHAN. Qais & Layla, Habibie & Ainun, Jack & Rose, Ajuj & Kinanthi, Sherlock & Irene Addler… mereka sudah mengalaminya. Daaan, sekarang giliran gue!

Tepatnya kemarin, Jum’at pukul 17.15, resmi sudah gue nggak lagi jadi bagian dari tim Annida-Ummi setelah kurleb 4.5 tahun belajar bersama-sama di rumah Mede sana. Beberapa orang melepaskan, beberapa orang terkaget-kaget, beberapa orang lagi langsung japri dengan berondongan pertanyaan. Iya, gue akui prosesnya begitu cepat hingga mengagetkan dunia persilatan dari kalangan jin dan manusia! :p

Untuk mereka yang bertanya-tanya kenapa-kenapanya… ya namanya juga hidup. Ada pertemuan, ada perpisahan. Ada yang datang, ada yang pergi. Ada yang lahir, ada yang mati. Ada yang lulus langung nikah en punya momongan, ada yang awet jomblo. Hah, curcol! Intinya, PERPISAHAN itu satu hal yang pasti bakal menemui semua orang, tinggal waktunya aja yang dipergilirkan. Mungkin sekarang giliran gue, besok gantian kalian. Jadi, sudah nggak usah sedih lama-lama, ya? *ngomong sama kaca. Mending ingat memori baik selama empat tahunan kemarin, yuuuk!

Dulu waktu masih di kampus, gue bertekad nggak mau en nggak bakal kerja di kantoran. Datang jam 8 pagi, pulang jam 5 sore. Oh NO… membosankan! Alhamdulillah, tekad itu membawa gue gabung bersama teman-teman Annida. Dua tahun ngerasain kerja sambil senang-senang di berbagai tempat liputan. Ketemu tempat baru, orang baru, event baru, bahan nulis di blog baru, ghonimah hasil liputan baru, plus aneka kuliner baru!*abaikan dua kalimat terakhir :p

Tahun selanjutnya gue beralih dari yang meliput sana-sini jadi full duduk di depan komputer. Walau jujur agak ngebosenin, tapi nggak bisa bohong, inilah titik gue serius belajar nulis. Bukan cuma berita ringan en curcolan singkat di blog. Tapi mau nggak mau suka nggak suka sudah mesti nulis yang lebih serius en panjang macam di rubrik Sapa Nida, Bianglala, Resensi Buku, hingga Cerpen! Di tahun-tahun ini juga gue belajar menilai plus menyunting tulisan terutama cerpen. Ya Allah… ini bekal calon penulis banggeeets! Di saat orang-orang berlomba ikut komunitas en seminar kepenulisan demi bisa nulis, gue belajar nulis secara cuma-cuma en malahan dibayar di Annida. 😀

Nggak sampai di situ, di tahun berikutnya bersama teman-teman redaksi kami juga membangkitkan lagi Annida versi cetak. Yah walau cuma bertahan beberapa edisi, tapi seru lah! Di fase ini berasa makin terasah kemampuan gue dalam menulis fiksi maupun non fiksi, plus sunting sana-sini.

Sampai waktu en kondisi nggak memungkinkan lagi buat gue ngantor tiap hari. Gue pun dipindah tugas ngurus web en sosmed yang bisa dikerjain di rumah. Alhamdulillah, di sini belajar buat eksis di dunia maya. Daaan, mulai terbukalah jalan bertemu teman-teman @muslimah_talk en @KomunitasACI, yang membawa gue lagi ke dunia nulis en perbukuan. Alhamdulillah, bersama mereka diajak nulis di buku keroyokan “Saleha Is Me” (alhamdulillah yang ini sudah 3x cetak) en “Taaruf Is My Way”. Beli yaaa! *malah promosi :p

Anyway, di samping segudang ilmu kepenulisan yang gue dapat di Annida, masih ada lagi bergudang-gudang ilmu lain yang penting banget en kayaknya cuma gue dapat di sini. Yap, tentang mempassionkan kerjaan kita. Di sini Sang Pimred–yang namanya nggak boleh disebut demi menjaga hidungnya supaya nggak kembang kempis, kupingnya nggak berdengung akibat diomongin, en berat badannya tetap stabil :p, terus menekankan supaya kerjaan dibawa happy aja. Jadi, passion kita di bidang apa, praktekin di tulisan en konten Annida. Ituuuh! *terMario Lawalata, eh Mario Teguh.

Belum lagi budaya sering makan bareng en jalan bareng. Pesta pora saban dapet bonus #eh. Alhamdulillah, yang enak-enaknya lebih baaanyak daripada yang kurang ngenakinnya.

Terima kasih berjuta-juta juga sama teman seperjuangan di Jalan Mede dari berbagai divisi yang cetar membahenol. Belom lagi akhwat solehah jama’ah BSI yang sudahlah masih pada kuliah, sambil kerja, semangat dakwah di kampusnya juga. Belom lagi yang mau direpotin donlot berjudul-judul film. Belom lagi fans garis keras Haecul oppa. Belom lagi yang sudah beranak pinak tapi masih pada aktif di DS. Dll yang nggak terlupa, gue banyak belajar dari mereka.

Sudah ya sedihnya. Met bertemu kembali di gerbong orang-orang sukses dunia & akhirat! 🙂

~alumni MEDE

Iklan

8 comments

  1. rivenskyatwinda · Desember 6, 2014

    covernya kak Enje itu? terbitan kapan?

    • Enje · Desember 6, 2014

      hehe, bukan, Win. Itu mah photoshop doank :p

  2. pemikirulung · Desember 7, 2014

    haecul? lo ngefans haecul?

    • Enje · Desember 7, 2014

      gaaak. ini salah seorang teman di sana ada yg suka banget. gue juga tau haecul dr doi 🙂

  3. titintitan · Desember 8, 2014

    ciyeeeh, jd kapeeer meski disamarin ;p

    • Enje · Desember 8, 2014

      Kafiiir? –” *kebacanya ituh

      • titintitan · Desember 8, 2014

        ahaha..
        sensi bener 😀

      • Enje · Desember 8, 2014

        :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s