Gara-gara Akal

Tadi seorang teman nanya begini, “gimana jadinya, ya, kalo kita yang imannya cuma seujung kuku jari kelingking kaki ini hidupnya di jaman Rasulullah saw?” setelah kelas selesai.

Gue yang masih shock bada istrinya Ust. Amir Faisol cerita panjang lebar tentang salah satu orang Quraisy yang kisahnya diabadikan dalam Qur’an, bergidik ngeri. Hiii!

Jangan-jangan senasib sama Abu Lahab paman Rasulullah, Abdullah bin Ubay dedengkot orang munafik penyebar fitnah, atau bahkan Al Walid bin Mughirah si Quraisy cerdas yang dimasukin ke neraka saqor justru karena kecerdasan akalnya. Aaakkk, naudzubillah dah!

Untuk orang terakhir yang gue sebut barusan, kalian mesti banget, deh, googling. Siapa en kenapa doi sampai jadi ahlul saqor? Terutama buat yang sudah dengan bangga berpredikat sarjana, magister, doktor, profesor en yang ngerasa dikaruniai akal yang cerdas. Sekali lagi gue pesan: sudah googling dulu sanah!

Sudah googling? Kalo belom, yaudin duduk cantik lagi aja di blog milik jomblo manis sayang belom laku ini. Hah! :p

Al Walid bin Mughirah terkenal karena kecerdasannya di kalangan orang-orang kafir Quraisy, terutama banget cerdas dalam bersyair. Saking cerdasnya, apa yang doi katakan bakal diamini oleh seluruh penduduk Mekkah tanpa tapi.

Pernah satu kali doi bertandang ke rumah Abu Bakr buat menjawab kegelisahan hatinya perihal apakah al-Qur’an perkataan Muhammad atau betul perkataan Tuhan? Kecerdasannya membawa pada kesimpulan: TIDAK, al-Quran bukanlah perkataan tukang syair apalagi tukang tenung! *sampai sini, kalian boleh bernafas lega en siap-siap tarik napas yang dalam untuk baca kisah lanjutannya…

Sampai dia didatangi oleh Abu Jahl, pas di depan pintu rumah Abu Bakr dengan ejekan yang kurleb begini, “Ngapain lo ke sini? Mau minta sumbangan, hah?!” Sontak Al Walid yang aslinya orkay en anaknya belasan plus laki-laki semua, jengkel setengah mati dikata begitu. Ditambah dengan berondongan pertanyaan Abu Jahl yang intinya menyuruh doi nggak membeber kebenaran al-Quran.

Nah, tau nggak apa yang dilakukan Al Walid selanjutnya? Sayang beribu sayang, dengan segala kecerdasannya doi malah menimbang-nimbang lagi kebenaran yang sudah didengarnya en memikirkan kebohongan apa yang bakal dia katakan di hadapan orang Quraisy perihal al-Qur’an hingga membeber kebohongan bahwa al-Quran adalah sihir yang dipelajari en perkataan Muhammad. Hffttt, aduh biyuuung! –”

Atas sikapnya inilah, doi dijanjikan oleh Allah beban pendakian yang memayahkan. Yakni sebuah gunung di neraka yang di bawahnya api berkobaran. Kelak saat dia mau meletakkan tangannya untuk mendaki gunung itu demi menghindari si api, tangannya kedodoran saking licinnya permukaan gunung itu.

Bisa bayangin nggak? Mungkin gampangnya, bayangin aja orang lagi main panjat pinang tapi seorang diri. Kan susah tuh sampai ke atas karena licinnya batang pohon pinang yang sudah berlumur oli. Lebih ngerinya, di bawahnya ada api yang menyala-nyala nyari mangsa. Heuw!

Nah, balik lagi ke pertanyaan di awal, gimana nasib kita andai hidup di jaman Rasulullah? Mending nggak usah dijawab, yesss. Macam pertanyaan retoris yang nggak butuh jawaban. Mending doa supaya nggak nemenin Al Walid di sana. Aamiin

***

Yeaaah… horeee! Akhirnya tulisan gue berbobot jugak setelah berhari-hari posting curcolan belaka. Hah, mohon maap en kali ini moga manfaat!🙂

5 comments

  1. Eka Novita · Desember 11, 2014

    Aamiiin. Bener-bener, kadang aku juga sering tergelincir karena akal yang suka iseng bikin pertanyaan aneh seputar kebenaran akan ini-itu dalam agama. Karena itulah kita butuh bimbingan dan belajar ilmu agama berkelanjutan ya mbak’e, biar akal yg gak seberapa ini gak diplesetin syaithon🙂.

    • Enje · Desember 12, 2014

      iya, biarpun gak masuk akal menurut kita, tapi mesti tunduk sama wahyu juga *imo🙂

  2. titintitan · Desember 12, 2014

    qaqaa kereenn

    • Enje · Desember 12, 2014

      suhu juga canggiiih kata2nya. njleb!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s