Bedak Celemotan

Seorang teman pernah nulis status FB begini beberapa bulan lalu: “kenapa sih buibu pada semena-mena kalo bedakin muka anaknya tiap habis mandi? Kayak kue putri salju, celemotan kemana-mana!” Hah, iya juga. Kenapa ya?

Gue pikir selama ini jawabannya biar anaknya keliatan lucu bin ngegemesin, gitu. Tapi baru kemarin terkuak alasan sebenarnya kenapa buibu setega itu, dari mulut kakak gue yang sudah beranak lima en bercucu dua! Yaelah, kenapa nggak dari dulu ya gue tanya ke doi?

Kalian pernah dengar yang namanya “penyakit ‘ain”? Itu lho, penyakit ajaib yang musababnya cuma karena pandangan seseorang *bisa karena takjub atau juga karena dengki bin iri hati* yang biasa menjangkiti para bocah. Nah, ternyata tujuan dari pencelemotan bedak di muka anak kecil setelah mandi ya karena itu. Menghindari penyakit ‘ain!

Kata kakak gue, sih, buat menutupi kecantikan en kegantengan si anak dari tatapan orang-orang yang berpenyakit hatinya. Bahkan kata beliau yang ngaji sama habib-habib, di Arab pun nggak jauh beda. Cara si ibu supaya anaknya nggak terkena penyakit ‘ain dengan mencorengkan celak ke beberapa bagian muka si anak. Macam TNI AD yang lagi melakukan penyamaran di antara pohon-pohon gitu.

Sekarang di jaman bebas masukin aneka foto ke sosial media, kadang kita terutama para ibu muda suka lupa diri mengupload foto perkembangan bayinya. Dari yang baru lahir ke dunia, sampai yang sedang lutu-lutuna. Diupload! Sudahlah gitu captionnya yahud punya: alhamdulillah usia segini anakku sudah bisa blablabla, dllsb.

Sebagai teman yang baik, pernah sekali gue ngebilangin salah seorang di antara mereka perihal penyakit ‘ain en upload foto anak. Terus kapok nggak mau bilangin lagi takut dibilang dengki, “bilang aja lu ngiri belom punya baby!” Hah! :p

Nggak main-main, penyakit yang sudah ada dari jaman Rasulullah ini cara ngobatinnya terbilang unik en susah. Yakni dimandiin pake air bekas mandi si pelaku. Masalahnya adalah, kalo foto yang dipejeng di FB, kan, nggak ketauan siapa yang memberi penyakit ‘ain ini. Secara teman si ibu sudah ratusan bahkan ribuan. Masa iya mau dicek satu-satu? Susah juga!

Kalo sudah begini, jalan satu-satunya ya bentengin anak dengan doa-doa. En minimalisir deh pejeng foto-foto. Tapi gue suka pejeng foto-foto keponakan juga sih di IG @enjeklopedia *follow yuk!”. Eh tapi itu kan bukan foto anak gue, jadi ya biarin aja. Hehe, nggak waras! Tante yang keji! :p

***

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَارَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَق

ٌّ“Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu haq (benar). (HR Ahmad).

2 comments

  1. titintitan · Desember 17, 2014

    kuwi opo paragrap terakhiree –‘

    ;p

    • Enje · Desember 17, 2014

      itulah. antara amat besar kemurkaan Allah bagi siapa yg mengatakan apa2 yg gak dia kerjakan en sampaikan wlau satu ayat, jaraknya cuma setipis kulit ari :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s