Ucok

25 Desember. Nggak tau kenapa pas buka FB ngeliat satu tema sama yang ditulis penghuninya, jadi keingetan mantan tetangga dari sebelum sekolah sampe duduk di bangku SMP belasan tahun lalu.

Namanya Arif, biasa dipanggil Ucok oleh kami teman sepermainannya karena emang cuma keluarga dia yang orang Batak satu-satunya di Gang Jelawe tempat tinggal kami. Seluruh keluarganya memanggilnya Ucok kecuali mamaknya, ka Beti, yang setia dengan panggilan Arif *In my opinion, sih, dari tampang en logat mereka sekeluarga yang Batak abisss, emang si Arif ini lebih cocok dipanggil Ucok. Karena kalo Arif identiknya justru dengan suku Jawa yang doi nggak ada tampang sama sekali. Piss, Cok!😀

Fyi juga, keluarganya Ucok ini satu-satunya penganut agama Kristiani di lingkungan tempat tinggal kami. Tapi biar begitu, kehidupan bertetangga kami rukun-rukun aja bahkan pake banget. Nggak kayak sekarang yang kita gampang banget pecah belah *dikira gelas?* cuma karena hal ini itu.

Seinget gue juga, keluarganya Ucok ini cukup rutin ngadain–apa ya namanya dalam Islam? Mungkin semacam tahlilan dengan dihadiri keluarga besarnya dari mana-mana. Padahal dulu daerah kami merupakan gang sempit yang rumahnya rapet-rapet. Tapi nggak peduli, itu kebebasan beragama keluarganya meskipun jadi yang minoritas. Dan kami para tetangga tetap menghormati. Oiya, waktu Opung aka neneknya Ucok meninggal, kami para tetangga juga ramai melayat ke rumahnya.

Yaelah… era-era 90an selain lagu en filmnya yang ngangenin, kerukunan antar umat beragamanya juga nggak ketinggalan ngangenin, ya?! Sampingkan perbedaan, utamakan kerukunan. Yosh!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s